Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Perjodohan


__ADS_3

"Put, kamu mau beli berapa baju?" tanya Aldo ketika mereka sudah sampai di Malll


"Emmm mungkin lima saja, Al." Jawab Putri sambil memilih baju yang cocok dengan selerannya.


"Gak kurang tah? Apa perlu aku membeli semua baju yang ada di sini. Agar kamu bisa gonta ganti setiap harinya." Ucap Aldo, uang gak jadi masalah selama itu bisa memberikan kebahagiaan untuk orang yang ia sayang.


"Itu gak perlu Al, jangan terlalu berlebihan deh. Aku beli lima saja, jika memang nanti kurang, aku pasti akan bilang lagi ke kamu."


"Baiklah." Aldopun pasrah karna ia tak ingin berdebat dengan Putri hanya karena hal sepele.


Setelah selesai memilih baju, mereka segera pulang menuju rumah Aldo. Sesampai di rumah, saat mereka membuka pintu, ia melihat seorang wanita yang tidur di sofa.


"Dia siapa?" tanya Putri dengan nada kesal. Siapa sih yang gak kesal, melihat ada cewek yang tidur nyenyak di rumah orang yang ia sayang.


"Gak tau." Jawab Aldo karena ia benar benar gak tau siapa wanita yang kini tidur di rumahnya. Aldo pun segera memanggil Bi Nining, kepala pelayan yang mengatur semuanya.


"Bi, ini siapa?" tanya Aldo kepada bi Nining yang sudah ada di hadapannya.


"Dia Sofia tuan."


"Sofia?" tanya Aldo heran.


"Katanya ia teman kecil tuan. Tadi saya sudah melarang dia masuk, tuan. Tapi dia maksa dan katanya ia akan menunggu tuan pulang."


"Baiklah, kamu boleh pergi sekarang. Bilang sama bi Ijah untuk siapkan kami makanan dan bilang sama bi Imah agar ia segera mengambil belajaan Putri.


"Iya, tuan." Bi Nining segera menghampiri bi Ijah dan menyuruhnya untuk masak secepat mungkin lalu ia juga menghampiri bi Imah yang lagi sibuk menyiram tanaman di samping rumah, ia menggantikan posisi bi Imah untuk menyiram tanaman sedangkan bi Imah segera ke ruang tamu dan mengambil belanjaan Putri.


"Kamu yakin, kamu gak kenal dia?" tanya Putri sedangkan yang di tanya hanya menggeleng gelengkan kepala.

__ADS_1


"Iya sudah kita ke ruang tengah aja yuk. Kita gak usah bangunin dia dulu. Biarkan dia bangun sendiri. Nanti setelah dia bangun, baru kita tanya siapa dia." Imbuh Putri lalu ia menarik tangan Aldo menuju ruang tengah. Di sana Putri menonton film kesukaannya sambil terus menggandeng tangan Aldo. Aldo membalasnya dengan pelukan dan mengecup keningnya.


Setengah jam kemudian, Sofia bangun dan mendekati Aldo.


"Al, kamu sudah pulang? Kog aku gak di bangunin sih?" Tanya Sofia.


"Kamu siapa sih?" tanya balik Aldo.


"Kamu gak inget aku, aku teman kecil kamu. Sofia Adinda Pratama, inget gak! Dulu kita sering main bareng pas kita masih kecil. Yah wajar sih kamu lupa karena sejak lulus SD kita sudah gak ketemu lagi." Jawab Sofia sambil melirik ke arah Putri.


"Sorry, aku gak inget." Ucap Aldo.


"Gak papa jika kamu gak inget. Oh ya aku boleh gak nginep di rumahmu?" tanya Sofia.


"Kamu gila ya. Datang gak di undang, tiba tiba kamu bilang mau nginep di rumahku. Kamu itu wanita, masak gak punya harga diri sama sekali." Jawab Aldo, gak mungkin dia ngasih izin wanita manapun untuk tidur di rumahnya keculai itu Putri, mamanya dan juga keluargannya serta pembantu yang bekerja di rumahnya.


"Papa?"


"Iya. Kalau kamu gak percaya, silahkan kamu hubungi papa kamu."


"Baiklah." Aldo segera menghubungi papanya yang kini masih ada di luar negeri. Setelah tersambung Aldo pun segera menanyakan kebenarannya.


"Pa?"


"Iya sayang, tumben kamu nelvon duluan." Ucap Sanjaya, papanya Aldo.


"Pa, ada cewek yang datang ke rumah Al. Katanya dia di suruh papa. Apa itu benar?" tanya Aldo


"Iya sayang, itu benar."

__ADS_1


"Kenapa pa. Kenapa papa nyuruh dia datang ke rumah Al?"


"Papa ingin menjodohkan kamu dengan dia sayang. Kamu kan sudah kelas 3, bentar lagi kamu lulus. Papa ingin setelah kamu lulus, kamu tunangan sama Sofia. Dia itu anaknya baik sayang dan harus kamu tau, dia itu anak dari sahabat papa. Ketika papa tau kalian pernah satu SD, papa dan papanya Sofi berniat untuk menyatukan kalian dalam sebuah ikatan."


"Tapi pa, papa gak bisa mengambil keputusan tanpa seizin Al. Al itu bisa mencari pendamping sendiri pa. Kenapa sih harus ada perjodohan seperti ini. Al gak suka. Jika papa masih meneruskan perjodohan ini, jangan salahkan Al pa. Jika papa kan menemukan Al dalam keadaan sudah tidak bernyawa." Ancam Aldo


"Kamu ngomong apa sih nak, tidak biasanya kamu seperti ini." Ucap Pak Sanjaya kaget dengar perkataan putranya.


"Pa, aku gak maen maen. Sekarang papa harus batalkan perjodohan itu dan aku akan usir Sofia dari rumah ini. Aku gak peduli papa mau marah apa gak. Tapi yang jelas, aku sangat menentang perjodohan ini."


"Tapi Al?"


"Pa, yang mau nikah itu Al, bukan papa. Apa papa mau melihat Al menderita seumur hidup karena Al menikah dengan orang yang gak Al cintai."


"Tapi nak, cinta itu akan tumbuh dengan seiring berjalannya waktu."


"Pa, gimana jika aku bilang hati dan cintanya Al sudah ada yang memiliki. Al sudah dewasa pa, Al bukan anak kecil lagi yang bisa papa atur sesuai kemauan papa. Al bisa mencari kebahagiaan sendiri. Al mau menikah dengan orang yang Al cintai pa, kenapa papa gak mau ngerti. Jika Al sampai kehilangan orang yang Al cintai, itu sama saja papa membunuh Al secara perlahan lahan. Al gak bisa hidup tanpa dia pa.. Al sangat menyayangi dan mencintai dia. Al sudah punya pacar di sini pa. Al mau setelah Al lulus, Al mau tunangan sama dia bukan sama wanita pilihan papa. Dan setelah itu Al akan fokus dengan bisnis Al sampai dia lulus. Lalu kami akan menikah."


"Kamu sudah punya pacar, sayang?"


"Iya, maaf Al gak bilang karena Al masih belum siap. Al masih nunggu waktu yang tepat untuk bilang ke mama dan papa."


"Baiklah, papa akan merestui kalian jika itu bisa membuat kamu bahagia. Maafkan papa karena sudah bertindak tanpa sepengetahuan kamu. Papa janji, hal seperti ini tidak akan terulang lagi. Papa akan segera bicara dengan papanya Sofia agar membatalkan pernikahan ini. Tapi papa mohon, biarkan Sofia tidur di rumah kamu dulu karena dia gak punya siapa siapa di sana. Apalagi dia datang ke rumahmu karena papa yang nyuruh. Nanti papa akan menyuruh tantemu untuk menjemput Sofia. Maafkan papa." ucap papanya Aldo, dalam hati ia merasa bahagia karena semuanya berjalan lancar sesuai apa yang ia rencanakan bersama Hermawan, papanya Putri.


"Baiklah, Al akan memberikan izin dia tinggal di rumah Al tapi hanya untuk dua hari saja. Lebih dari itu, jangan salahkan Al jika Al mengusirnya."


"Baiklah, dalam dua hari ini. Papa pastikan tante sulis sudah ada di sana menjemput Sofia." Ucap Sanjaya. Al tak menjawabnya, ia segera memutuskan sambungannya.


"Kamu boleh nginep di rumahku tapi hanya dua hari karena setelah itu tante sulis akan menjemputmu untuk membawamu pulang ke negaramu. Oh ya papa akan segera membatalkan perjodohan ini secepat mungkin. Dan untuk sementara waktu, kamu tidur di ruang tamu." Ucap Al kepada Sofia, Sofia hanya menunduk dan gak berani untuk menjawab perkatan Aldo sedangkan Aldo segera membawa Putri naik ke lantai atas karena ia tak ingin ada salah faham di antara mereka. Aldo sangat menyayangi dan mencintai Putri, ia tak ingin Putri cemburu dan salah faham kepadanya. Ia juga tak ingin Sofia sampai menyakiti Putri karna Aldo menolak perjodohan ini. Aldo harus bisa waspada. Untuk itulah, ia akan bersikap tegas.

__ADS_1


__ADS_2