
Saat manusia berada di posisi yang sama dengan orang lain dia akan dapat merasakan apa yang orang lain rasakan
Apa yang di rasakan dan di alami si kembar Farah dan Fatah sama dengan apa yang di alami dan di rasakan Salsa, itu yang mau tak mau membuat mereka dekat satu sama lain.
Empati itu di ciptakan Allah, rasa saling mengasihi, seakan meraskan posisi kita seperti orang tersebut.
Banyak orang lupa untuk selalu mendahulukan empati, jika seorang teman datang kepadamu membawa kabar akan kesedihannya jangan kau sok-sok'an menasihati seakan kau yang paling benar, dan apa yang di lakukan temanku adalah suatu kesalahan besar, tapi jika kau ada di situasi tersebut rangkul lah dia, rasakan lukanya, rasakan perihnya, seakan kau dapat merasakan luka dan sakit yang temanmu rasakan, peluk dia, beri semangat, dia datang dengan kesedihan yang mendalam, berharap saat dia pulang membawa kebahagiaan, spirit baru dalam menjalani tantangan di kehidupannya yang akan datang.
Jadilah pribadi yang menyenangkan, yang selalu berusaha memberi dengan penuh ketulusan.
"Tante Salsa kenapa kok baik banget si sama Fatah dan Farah" Fatah yang duduk di samping Aldo yang sedang asyik maka buah pir kesukaanya.
__ADS_1
"Ya iyalah..kan Tante baik hati" Salsa menjawab dengan candaan, tapi dalam hatinya dia ingin bilang 'karena tante sangat sayang padamu'
"Kemarin kok manggil Tante salsa dengan sebutan 'Ibu' .." Farah biacar polos, dia minta bermanja-manja duduk di atas pangkuan Salsa.
"Uhuk..huk..huk" Aldo tersendak mendengar kata-kata yang di ucapkan Farah, namun ada sedikit senyum malu di bibirnya.
"Kan Tante bilang, sebutan 'Ibu' itu spesial, kata itu hanya bisa di pakai orang yang spesial" Salsa selalu bisa menjawab pertanyaan dua Anak di depannya yang terkenal sangat kritis, tapi dia selalu bisa menjawab dengan bahasa Anak kecil yang sangat mudah mereka pahami.
"Tante kan spesial" Farah yang biasanya hanya diam mendengarkan dengan manis, kali ini pun ikutan kritis seperti Fatah.
"Ibu Farah dan Fatah cuma satu, yaitu Almh. Ibu Putri" Salsa memang jujur, dan dia juga sudah tak berharap akan bisa menjadi ibu sambung bagi Fatah dan Farah..
Mereka berempat duduk bersama di Taman umum kota, Taman begitu ramai, orang bersantai menikmati Akhir pekan, kebanyakan dari mereka datang dengan kelurga mereka masing-masing...Aldo terlihat santai memakai kaos jersey club kesayangannya yaitu Real madrid, dan celana jins pendek, kaca mata hitam, namun terlihat begitu tampan dan tak mengurangi kegagahannya sama sekali, Salsa memakai gamis warna silver senada dengan hijab yang membuatnya nampak begitu cantik meski di balut dengan kesederhanaan, dan dua bocah bocah yang begitu menggemaskan dengan kaos dan jins yang mirip.
__ADS_1
Jika orang-orang yang di Taman kota melihat mereka, maka mereka terlihat seakan begitu akrab dan bahagia, karena orang-orang itu tak tahu tentang siapa mereka sebenarnya. Punya hubungan apa mereka sebenarnya? pasti semua orang akan mengira, bahwa mereka ada keluarga harmonis dan berencana, mereka punya Anak yang lengkap, satu anak cowok yang gantenga dan satu lagi Anak cewek yang sangat cantik.
"Tante jahat" mendengar jawaban Salsa yang seolah tak ingin menjadi ibu sambungnya membuat Farah berlari cepat meninggalkan Aldodan Fatah yang juga kaget dengan jawaban Salsa.
Suasana yang tadinya begitu hangat buyar seketika, tiada lagi harapan dan keceriaan bersama-sama lagi, seakan semuanya hancur berantakan tak tersisah.
"Kamu tega banget sal" Aldo melihat wanita yang mulai membuatnya nyaman itu dengan penuh kekecewaan.
Semua meninggalkan Salsa seorang diri di Taman, dia merasa benar-benar tak punya siapa-siapa lagi, dia kembali sendirian, sebenarnya dia begitu senang dengan sebutan 'Ibu' yang di ucapakan Farah ataupun Fatah, dia begitu sangat menyayangi si kembar Farah dan Fatah, kasih sayang itu tulus tak ternilai berapapun juga, kasih sayang dari hatinya yang terdalam.
Salsa pernah sangat berharap, akan bisa menjadi ibu sambung mereka, pelengkap mereka, yang selalu ada untuk mereka, tapi bagi Salsa harapannya itu di anggapnya terlalu tinggi, karena Salsa tahu Aldo tak bisa memberikan hatinya untuk Salsa.
__ADS_1