
Di perjalanan, Aldo merasa ada yang janggal. Entah kenapa ia merasa kalau Ivan seperti menaruh hati pada Putri. Ingin rasanya ia menanyakannya akan siapa Ivan sebenarnya tapi ia takut kalau Putri akan marah padanya. Tapi setelah berfikir panjang lebar, ia pun memilih untuk bertanya dari pada ia menyimpan rasa curiga.
"Put, aku boleh nanya gak?"
"Ia Al, boleh. Mau nanya apa?"
"Kamu tau gak bahwa dalam menjalin sebuah hubungan ada tiga pilar penting yang harus ditanamkan setiap pasangan yaitu percaya, keterbukaan, dan kejujuran. Tiga pilar tersebut menjadi pilar yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah hubungan. Kepercayaan akan apa yang dilakukan pasangan amatlah perlu untuk terciptanya suasana hubungan yang harmonis dan jauh dari prasangka buruk yang belum tentu kebenarannya. Kemudian sikap keterbukaan antar pasangan perlu dan mutlak diperlukan. Dengan sikap keterbukaan maka kita dan pasangan kita tau apa problem atau masalah yang kita dan pasangan kita alami, apa kekurangan kita, dan lain sebagainya. Dan yang terakhir adalah sikap kejujuran yang nampaknya gampang dalam sebuah hubungan, namun dalam sebuah hubungan sulit untuk dilakukan.
Tiga pilar yang aku sebutkan tadi sebenarnya yang menurut aku paling penting adalah kejujuran. Bagaimana sebuah hubungan bisa memiliki kepercayaan dan keterbukaan bila pasangan atau malah kita sendiri tidak bisa jujur dalam hubungan kita? Menurut orang tuaku, kejujuran adalah modal utama dalam hidup. Bila kita tengok masalah kejujuran dari segi hubungan pacaran atau suami-istri kita akan melihat betapa mahalnya harga untuk sebuah kejujuran.
Bila aku bertanya, apakah anda sudah jujur dalam memulai hubungan dengan pasangan anda? Jika jawaban anda iya, apakah anda sebelum memutuskan untuk berhubungan dengan pasangan anda, anda mencari tau keburukan dan dari keburukan itu apakah anda menerima pasangan anda? Bukan bermaksud menjadi pakar cinta disini, namun saya mencoba kembali memutar opini di dalam otak anda mengenai awal mula anda berhubungan dengan pasangan anda. Banyak kasus yang masuk ke dapur kasus psikologi mengenai percintaan saya tentang pasangan yang putus karena di tengah jalan ada keburukan dari pasangan yang sebelumnya tidak diketahui. Kalau masih dalam status hubungan pacaran mungkin tidak akan banyak menimbulkan masalah, bila sudah memasuki jenjang pernikahan? Tentu ini akan menjadi lebih rumit dari yang kita lihat.
Ada sebuah kalimat yang saya sukai “Hubungan yang dimulai dengan kebohongan akan berahir dengan menyakitkan”. Kalimat tersebut sebenarnya sudah mengajarkan kepada kita bahwa bohong itu tidak baik dalam sebuah hubungan. Bohong untuk kebaikan tidak berlaku dalam urusan percintaan. Kejujuran jauh lebih baik meskipun itu sakit dan membuat orang yang kita cintai pergi dari kita.
Cinta itu menerima kekurangan bukan kelebihan dari pasangan, serta cinta merupakan perekat yang merekatkan dua keluarga yang berbeda sehingga tidak boleh ada kemunafikan dan kebohongan didalamnya. Apapun kekurangan dan kelebihan dari pasangan dan keluarganya harus kita dan keluarga kita terima. Tidak boleh kita saja yang menerima kekurangan pasangan kita, tapi keluarga harus juga menerima kekurangan pasangan kita. Dalam ajaran agama Islam dan ajaran adat-adat yang berkembang di Indonesia dikenal adanya pertemuan keluarga sebelum diadakannya pernikahan guna nantinya kedua keluarga tersebut tidak pernah menyesal dan mengeluh mengenai kekurangan dari pasangan yang akan menikah.
Harga yang harus dibayar untuk sebuah kejujuran dalam sebuah hubungan memang beragam namun yang jelas mahal dan sangat tidak menguntungkan bagi kita. Secara hitung-hitungan nominal saja, harga yang harus dibayar untuk putusnya hubungan bisa diatas Rp.50.000. Mengapa? Simple alasan saya, dalam pacaran kita perlu pulsa paling tidak untuk komunikasi, BBM, dan lain-lainnya yang saya taksir lebih dari Rp. 50.000 totalnya. Belum lagi bila sudah sampai menikah, berapa biaya untuk melakukan pernikahan itu? Tentu mahal toh? Itu dari hitung-hitungan financial, belum lagi bila kita lihat dari harga social. Hubungan kita dan pasangan kita bisa hancur dan bisa memutuskan tali silaturrahmi diantara keduanya, bahkan bisa menjadi kedua keluarga. Kemudian image jelek kita di masyarakat juga bisa menjadi jelek bila masalah ini sampai muncul ke permukaan.
Tidak ada salahnya bagi kita berbohong karena itu pilihan. Namun lebih baik bila kita serius dengan pasangan kita kenapa tidak jujur saja? Jujur itu murah harganya, bahkan anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk melakukannya. Kejujuran hanya butuh keberanian anda untuk menyatakan yang sebenarnya ke semua orang. Memang tidak mudah, namun saya yakin bila kita melakukan kejujuran secara continue, kita akan terbiasa lidah kita akan kaku dalam mengatakan kebohongan. Layaknya melakukan keburukan, kebaikan perlu dilakukan terus menerus agar menjadi kebiasaan kita."
__ADS_1
"Aduh al, ngomong ke intinya aja deh. Soalnya kalo kamu ngomong panjang lebar gitu, aku makin gak ngerti deh."
"Oke, intinya aku ingin kamu jujur sama aku."
"Jujur perihal apa?"
"Ivan siapanya kamu. Soalnya tadi aku lihat ia seperti menyembunyikan sesuatu dan tatapan dia ke kamu itu beda, bukan seperti tatapan teman atau sahabat tapi seperti rasa cinta."
"Owallah, kamu mau nanya itu toh. Sebenarnya dulu sebelum aku sekolah di sini, aku kan pernah sekolah di bandung tuh. Nah pas awal awal mos, aku kenal sama Ivan. Nah sejak saat itu aku aku mulai dekat sama dia hingga akhir pertengahan tahun atau lebih tepatnya 6 bulan setelah kami kenal, aku dan dia memutuskan untuk menjalin hubungan. Tapi karena aku sama papa di suruh pindah ke sini akhirnya mau gak mau aku dan dia mengakhirinya tapi bukan berarti aku dan dia udah gak cinta lagi, hanya saja aku gak mau hubungan yang LDR yaitu hubungan jarak jauh, aku takut kalau aku atau dia itu gak kuat dengan hubungan seperti itu. Jadi kami memilih untuk putus saja, jadi jika seumpama aku di sini menemukan orang lain yang lebih baik sama dia, aku bisa langsung menjalin hubungan tanpa adanya rasa menghianati begitupun sebaliknya. Jika seumpama di sana Ivan memiliki cewek lain, ya aku harus terima karena aku dan dia sudah gak ada ikatan pacaran lagi. Kini aku sama dia sepakaat untuk jadi teman saja dan nyatanya kami maksudku aku dan dia emang lebih cocok jadi teman atau sahabat."
"Terus perasaan kamu ke dia gimana sekarang?"
"Maksudmu dag dig dug gimana?"
"Ya berdebar debar gitu. Masak gak ngerti sih. Emang kamu gak merasakann tah pas deket sama aku?"
"Gak tuh." Ucap Aldo berbohong karena dia ingin menggoda Putri.
"Jahat amet sih, itu tandannya kamu gak cinta sama aku." Ucap Putri cemberut.
__ADS_1
"Cih cemberut, ia ia aku ngaku, aku merasakan debar debar cinta saat sama kamu." Imbuh Aldo sambil tersenyum.
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Aldo. Aldo segera turun dari mobil dan membukakan Pintu buat Putri lalu menggendongnya sampai di ruang tamu.
"Kamu kayaknya tambah berat deh."
"Iya tah. Perasaanku sama aja kog."
"Itu kan perasaaanmu, nyatanya kamu tambah gendut. Coba deh kamu timbang."
"Males ah."
"Kenapa?"
"Toh walaupun aku gendut. Kamu tetep cinta kog sama aku."
"Hhahahah iya kamu benar. Walaupun nantinya kamu gendut dan jelek. Aku tetep cinta kog." Ucap Aldo sambil memeluk Putri dan mencium pipinya dengan lembut.
__ADS_1