
Salsa hanya mampu merespon dengan diam curahan hati Ainun, dan ia benar benar Kelu harus menjawab apa dan bagaimana...
Salsa pun lebih memilih memeluk Ainun untuk menangkannya sebelum mengucapkan sesuatu pada Ainun, karena ia sendiri mungkin bila di posisi itu takkan sanggup dan ia sendiri bingung harus menjawab apa dan mengucapkan sesuatu apa untuk menguatkan Ainun.
"Ai, aku turut prihatin, aku benar benar tidak tau, kamu pada akhirnya menjalani pernikahan seperti ini dan mungkin aku hanya bisa menguatkan kamu, tapi sungguh bila aku di posisi ini takkan sanggup bertahan...
Jujur saja aku pun takkan bisa bayangin di posisi seperti itu, yah... kehilangan cinta dan harus menikah tanpa cinta terlebih dengan kontrak.
Bagiku kamu termasuk perempuan yang kuat," ujar Salsa pada Ainun dengan menatap Ainun begitu dalam dan menggemgam tangan Ainun untuk menguatkannya.
"Maaf bila aku tidak ada dan bisa menemanimu saat kamu berada di posisi tersebut saat itu, seharusnya aku bisa menemanimu sebagai sahabatmu... tapi aku benar benar tidak tau keberadaanmu saat itu, terlebih mengetahui kondisimu.
Aku merasa bukan sahabat yang baik untukmu Ai, maafkanku ya bila saat itu aku gak ada dan bisa menemanimu...
Dan jujur aku terkejut, sedih, prihatin melihat keadaanmu seperti ini...Aku mohon Ai, kuatlah, bertahanlah bila kamu tak mampu memintalah di lepaskan, jadilah menjadi perempuan yang kuat dan seperti Ainun yang aku kenal, tidak seperti ini... aku sedih melihat kamu seperti ini, hatiku menangis dan menjerit, Ainun yang ku kenal tidak seperti ini, Ainun yang aku kenal perempuan yang kuat bertahan, bersabar dan selalu membalut lukanya dengan rasa keikhlasan.
Ya aku tau kesabaran dan kekuatan seseorang itu akan ada batasnya mungkin seperti kamu, mungkin ini batasanmu hingga kamu tak lagi sanggup bertahan dan perlahan rasa itu terkikis....Aku mohon kembalilah menjadi Ainun yang aku kenal, kuatlah ku mohon, bertahanlah dan mungkin semuanya masih bisa di perbaiki meski itu tak mudah dan sulit...tapi aku yakin, kamu bisa, ya kecuali kamu tak sanggup lagi bertahan kamu bisa meminta pisah, tapi sungguh perpisahan bukanlah jalan yang terbaik jika memang masih di perbaiki dan beri kesempatan suamimu untuk membuktikannya bila ia benar benar ingin membuktikannya dan memperbaikinya, ya meski itu tidak mudah.
Jika pun kamu ingin memberikannya balasan atas sikapnya selama ini, kamu bisa meminta break sejenak, pulang ke rumah orang tua untuk menenangkan diri kamu untuk kamu mengambil keputusan, dan tidak harus benar benar berpisah karena memang terkadang hati dan perasaan sulit di kontrol dengan baik, bila kita selalu mengikuti hati dan perasaan mungkin kita akan sulit mengambilkan keputusan karena kondisi hati dan perasaan kita selalu berubah ubah bahkan dalam tiap menit dan detiknya apalagi dalam setiap keputusan yang akan kita ambil dan perlu pertimbangan panjang, aku mohon pikirkan lagi keputusanmu dan jangan terburu buru memutuskan saat fikiranmu kacau dan kondisi hatimu sedang tak menentu seperti saat ini karena itu akan menuai penyesalan pada akhirnya, jadi fikirkan lagi...dan jangan terburu buru," ujar Salsa mencoba memberikan pengertian dan nasehat kepada Ainun.
Di sisi lain Salsa tak tega melihat kondisi Ainun dalam pernikahan ini tapi di sisi lain ia tak ingin Ainun berpisah dengan Ahmad Rafiq karena ia tak ingin Ainun mendekati Aldo lagi, dan mengambil hati Aldo ataupun mengusik rumah tangganya sungguh ia tak ingin rumah tangganya goyah terlebih oleh sahabatnya sendiri karena ia takkan bisa dan mengizinkan Aldo membagi hatinya juga cintanya.
"Mungkin yang kamu katakan benar, tapi menjalaninya tidak semudah yang kamu katakan Salsa...." lirih Ainun lemah.
__ADS_1
"Iya aku tau sulit, sangat sulit... tapi apa salahnya mencoba terlebih dahulu? tenangkan dirimu dahulu, pulanglah ke rumah orang tua untuk menenangkan dirimu sebelum kamu mengambil keputusan, jangan terburu-buru bila kamu tak ingin penyesalan menghampirimu," ujar Salsa yang mencoba menasehati Ainun kembali.
"Sungguh Ai, Ahmad Rafiq ia sedih melihatmu keadaan seperti ini, dan ia ingin memperbaikinya...tolong beri ia kesempatan, dia suamimu, keluargamu juga tentunya sedih melihat kondisimu seperti ini... aku aja juga sedih dan rasanya hatiku sakit juga menjerit melihat kondisimu seperti ini Ai," ujar Salsa kembali.
Pembicaraan mereka pun terhenti, saat Ahmad Rafiq dan Aldo kembali.
"Humm sudah berbincangnya?" tanya Salsa.
"Sudah, Ayuk kita pulang... lain kali bisa ke sini, sekarang kita jemput Farah dan Fatah ya di sekolah, mereka sudah menunggumu..." ucap Aldo yang mengajak Salsa untuk pulang.
"Oke, aku pulang dulu ya Ai,...ingat pesanku tadi. Kamu sehat selalu dan yang kuat ya," ujar Salsa sebelum kembali pulang.
"terimakasih..." ucap Ainun lemah.
"Yasudah Assalamualaikum..." ucap Salsa.
"Kami pulang duluan Ahmad, Ainun ...lekas sehat, yang kuat dan jangan terlalu banyak pikiran ya,... Assalamualaikum," ucap Aldo yang berpamitan.
"Waalaikumussalam, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk ke sini,...maaf merepotkan," ujar Ahmad Rafiq.
Salsa dan Aldo pun segera pulang, setelah mereka berpamitan.
"Al, aku gak tega dan kasihan melihat kondisi Ainun, aku benar benar gak menyangka Ainun akan berada dalam kondisi seperti ini pada akhirnya dan selama ini menjalani pernikahan tanpa cinta dan dengan kontrak... sungguh tak bisa ku bayangkan jadi dirinya, yang tak bisa menikah dengan orang yang ia cintai tapi pernikahannya justru berselimut tanpa cinta dan perjanjian di atas kertas atau kontrak saja, mungkin aku takkan sanggup bertahan...pantas saja bila Ainun pada akhirnya seperti ini kondisinya, mungkin ia sudah tak sanggup lagi bertahan dalam pernikahan tersebut dan kesabarannya sudah habis, terlebih katanya saat awal awal Ahmad Rafiq memperlakukannya dengan tidak baik, jadi pantas saja bila pada akhirnya seperti ini, Ainun tersiksa dan batin dalam pernikahan yang ia jalani meski kini Ahmad Rafiq telah menyadari sikapnya, tetap saja bagi Ainun sulit untuk melupakan dan memaafkannya begitu saja karena hatinya sudah terlalu jauh tergores begitu dalam juga sudah terlalu sakit rasanya, begitu katanya..." ucap Salsa kepada Ahmad Rafiq, saat mereka berada dalam mobil.
__ADS_1
"Iya kamu benar, aku juga tak menyangka akan seperti ini pernikahan yang akan di jalani olehnya dan berakhir seperti ini....jujur aku juga prihatin dengannya tapi aku sendiri juga gak bisa berbuat apapun untuk mengubahnya atau membantunya sedikitpun... Dan ya wajar jika Ainun perlu waktu untuk menerimanya kembali, karena hati yang sudah terluka dan tergores membutuhkan waktu untuk memulihkannya, aku hanya bisa bantu doa yang terbaik untuknya, dan pernikahan mereka....semoga Allah memudahkan dan memberikan keutuhan pernikahan mereka, ya mungkin pasti membutuhkan waktu untuk memulainya dari awal, tapi aku yakin Salsa, tak ada yang tak mungkin...bila Allah telah berkendak dan mengizinkannya," ujar Aldo.
"Iya yang kamu katakan benar.....kita hanya bisa bantu mendoakan yang terbaik untuknya dan pernikahan mereka, dan sebenarnya aku tadi sudah mengatakan kepada Ainun supaya jangan terburu buru mengambil keputusan karena supaya bukan penyesalan yang ia dapatkan pada akhirnya... aku sudah meminta Ainun supaya menenangkan dirinya di rumah orang tuanya sebelum ia mengambil keputusan yang besar ini dan menenangkan pikiran bukan berarti harus berpisah ketika hati dan fikiran lelah, kan bisa break sebentar, ya kan Al?"ucap Salsa.
"Huummmm iya kamu benar tidak harus berpisah jika memang masih di perbaiki dan hati bisa menerima kembali, meski butuh waktu tentunya dan selama waktu itu bisa break sejenak menenangkan diri di rumah orang tua masing masing dengan meminta pendapat mereka yang lebih tua dan berpengalaman dari kita tentunya, yang baru memulai menjalani sebuah pernikahan dan bahtera rumah tangga tersebut, aku tadi juga sudah mengatakan hal tersebut kepada Ahmad Rafiq untuk menasehatinya," ucap Aldo.
"Iya kamu benar Al, yups aku setuju... yang kamu katakan benar, yasudah fokus gih nyetirnya...bahaya kalau gak fokus ini jalan raya hehehe," ucap Salsa.
"Iya...okeee aku fokus, ohya mau mampir ke lestoran sebentar? mau makan apa?" tanya Aldo.
"Hummm boleh deh, aku mau kepiting, udang dan jamur pengennya," ucap Salsa.
"Okeeee kita ke lestoran sekarang," ujar Aldo yang mulai fokus menyetir kembali.
"Al, aku mau istirahat ya kalau dah nyampe bangunin," ucap Salsa.
"Okeeee," ucap Aldo.
Dan Salsa pun segera mengistirahatkan dirinya dengan menyadarkan kepalanya ke kursi mobil, dan dan memejamkan matanya.
Begitupun dengan Aldo yang mulai fokus menyetir.
Namun baik Salsa ataupun Aldo, mereka sama sama sibuk dengan pikiran mereka Maasing masing, dan mengingat kembali pembicaraan mereka ketika berada di rumah Ainun.
__ADS_1
Salsa mengingat pembicaraannya dengan Ainun, begitupun Aldo mengingat pembicaraannya dengan Ahmad Rafiq.