
Mama putri menyiapkan makanan dan persiapan lain untuk acara tahlil nanti malam buat putri, sementara papa melihat foto-foto dirinya dengan Anak tunggalnya itu, Putri saat masih balita, imut, ada bayi tengkurep yang manis, senyum kearah kamera, ada foto Putri masa Tk saat tersenyum melihatkan gigi depannya yang hitam tapi lucu karena hobinya makan permen dan coklat, ada foto putri menangsi karena terjatuh saat belajar sepeda, ada foto putri disebuah Mall dan tempat-tempat wisata, ada foto putri bersam kakek dan Neneknya, dan semua itu membuat siapapun orang tua didunia ini akan sedih melihat anaknya pergi meninggalkannya untuk selamanya, mendahuluinya.
Kakek dan Nenek putri dari pihak papa dan mama semua sudah meninggal tinggal Nenek dari mamanya Putri tapi beliau pikun sudah tak ingat akan putri, Nenek terpaksa dibawah ke tempat lansia karena keadaan yang tidak memungkinkan, beliau sering marah-marah dan melukai orang-orang disekitar beliau ingat bagaimana kejam dan bringasnya kakek putri memperkakukannya dan mamanya putri
"Pa...Mama mau menemui ibu"
"Tapi ibunya Mama kan g pernah ingat sama Mama, Papa nggak ingin Mama tambah bersedih melihat orang-orang yang Mama cintai menderita"
"Tapi Mama ingin menceritkan semua ini pa, segala gundah Mama, sejak kecil ibu udah tak pernah mengenali Mama, Mama hidup dengan perjuangan Mama sendiri, tapi Mama sangat menyayangi ibu Mama, pa"
__ADS_1
"Mungkin tidak sekarang Ma, Mama dalam kondisi yang nggak baik, kalau Mama mengunjungi ibu sekarang, Papa takut malah mama semakin drop"
"Saat ada masalah Mama akan mengunjungi ibu pa"
" Sekarang kunjungi Allah ma, minta segalanya, apapun itu pada Allah saja, papa tahu Mama anak yang baik, berbakti pada ibunya Mama meski ibu nggak pernah mengenali Mama sebagai anankya"
"Tapi?...pa"
Acara tahlilan berjalan begitu lancar, banyak yang datang untuk mendo'akan putri, Mama putri sesekali masih menangis mengingat anak semata wayangnya yang super manja, tak mau bangun pagi, sekolah pun kadang jarang mandi, semua kelakuan putri diingatkan satu persatu
__ADS_1
"Putriku, sayangaku, semoga Allah kau tenang disana, Mama sangat menyayangi dan mencintaimu tapi Allah tuhan semesta Alam lebih mencintaimu, Mama ingat bagaiman penderitaanmu melawan kanker nak, sebenarnya Mama nggak tega, Mama dari kecil tak punya orang tua, punya Ibu tapi beliau tak mengenali Mama sama sekali, beruntung Mama menikah dengan papa yang kedua orang tuanya begitu baik dengan Mama, Mam sangat mencintaimu Mama nggak ingin penderitaan yang Mama alami kamu merasakannya hingga cinta Mama padamu begitu besar dan sempurna nak" batin Mamanya putri merasa tak berdaya tapi harus ikhlas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like, komen n votenya ya. Agar kami tambah semangat lagi dalam bikin cerita.
Like, kome, apalagi vote dari kalian sangat berarti buat kami. Jadi jangan sampai terlupakan ya 😊.
Oh ya saya ucapkan terima kasih karena kalian sudah bersedia meluangkan waktu kalian untuk membaca novel ini. Semoga kalian gak bosan untuk terus membaca cerita selanjutnya.
__ADS_1