Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 36


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah Salsa, Ahmad Rafiq pun segera ke pesantren, setelahnya ia kembali pulang.


Sesampainya di rumah, Ahmad Rafiq di buat terkejut saat melihat rumah yang bersih, meski saat pagi sebelum ke sana sudah ia bersihkan, namun rasanya siang ini lebih bersih dari sebelumnya.


Ahmad Rafiq pun segera melihat Abahnya yang ternyata sedang beristirahat begitupun Ainun Karena ia melihat kamar Ainun yang terkunci.


Ahmad Rafiq yakin bila mungkin Ainun yang telah membersihkan dan membereskan, karena tidak mungkin rasanya setelah makan, Abahnya yang membereskan semuanya sementara Abahnya sendiri tak kuat untuk berjalan.


Tanpa sadar ia tersenyum sendiri, karena Ainun yang mendengarkan ucapannya walau seperti seakan tak peduli.


Ahmad Rafiq pun memilih ke kamarnya untuk beristirahat, setelah ia membersihkan dirinya.


********


Beberapa minggu kemudian Aldo dan Salsa berencana ke rumah Ainun.


Aldo merasa hari ini ada waktu senggang, dan ia ingin segera berbicara kepada Ahmad Rafiq juga mengajak Salsa menjenguk Ainun.


"Al hari ini jadi kan ke rumah Ainun?" tanya Salsa.


"Iya jadi... karena ada hal yang ingin segera ku bicarakan dengan Aldo juga mempertemukanmu dengan Ainun, Yasudah ayuk...kita segera bersiap terus pergi ke sana karena kebetulan aku kerjanya masuk siang" ucap Aldo.


"Iya Al... aku bersiap dulu ya," ucap Salsa yang segera ke kamarnya untuk bersiap.


Begitu dengan Aldo yang segera bersiap.


Setelah selesai bersiap, mereka pun segera pergi ke rumah Ainun.


"Sudah selesai? ayuk kita segera pergi," ucap Aldo.


"Iya okeee, Ayuk...." ucap Salsa.


Hampir perjalanan 1 jam, mereka pun sampai di rumah Ainun.


*******


"Assalamualaikum..." Salsa dan Aldo pun mengucapkan salam, sesampainya mereka di rumah Ainun.


Ahmad Rafiq yang membukakan kedatangan mereka terkejut,


"Iya silahkan masuk," Ahmad Rafiq mempersilahkan mereka masuk.


"Ainun apa kabar Al?" tanya Salsa.


"Alhamdulillaah, kamu bisa lihat sendiri bagaimana kondisinya, ayoook...." Ahmad Rafiq pun mempersilahkan Salsa dan Aldo untuk menemui Ainun.


Sesampainya di ruang tersebut, mereka melihat Ainun yang tengah melamun menghadap jendela, Salsa ataupun Aldo pun merasa tak tega saat melihatnya.


"Al, yaa Allah itu keadaan Ainun saat ini?" tanya Salsa.

__ADS_1


"Iya, begitulah..." jawab Ahmad Rafiq sedih.


"Aku ke Ainun dulu ya, bolehkan?" tanya Salsa kembali.


"Iya silahkan," ucap Ahmad Rafiq, sedangkan Aldo hanya mengangguk.


Salsa pun segera menghampiri Ainun.


"Ai...." panggil Salsa pelan menahan tangisnya.


"Ainun...Ai," ucap Salsa kembali, menghampiri Ainun dan menggemgam tangan Ainun yang terlihat lemah dan melamun.


"Yaa Allah Ai, kamu kenapa?" tanya Salsa lemah.


Salsa pun segera memeluk Ainun karena ia sendiri tak sanggup menahan tangisnya.


Sedangkan Aldo meminta waktu agar ia segera berbicara berdua dengan Ahmad Rafiq.


"Itu... keadaan Ainun saat ini?" tanya Aldo yang terbata, karena ia sendiri terkejut melihat keadaan Ainun dan ia tak tega melihat keadaan Ainun seperti ini.


"Iya .... seperti itulah keadaan Ainun," ucap Ahmad Rafiq lemah.


"Kasian ya ....aku ikut prihatin," ucap Aldo lemah, karena tak tega.


"Ya seperti itulah,...ohya bagaimana apa kita bisa bicara sekarang?" tanya Ahmad Rafiq.


"Hemm, baiklah ayok, biar Salsa menemani Ainun," ucap Aldo.


"Iya, aku minta maaf..." ucap Aldo.


"Yasudah, yuk kita bicara..." ucap Aldo kembali.


"Okee, bicara di luar saja," ucap Ahmad Rafiq yang segera mengajak Aldo untuk keluar, sedangkan Aldo mengangguk tanda setuju.


"Hummm... apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Aldo.


"Soal Ainun, tapi kita rilex dulu saja, aku buatkan kamu dan Salsa minum dulu ya," ucap Ahmad Rafiq.


"Hemm baiklah, tapi seharusnya kamu tak perlu repot-repot," ucap Aldo.


"Tidak repot kok, aku buatkan dulu ya," ucap Ahmad Rafiq yang segera berlalu membuatkan minum untuk mereka.


Aldo pun meresponnya dengan mengangguk dan ia kembali ke dalam ingin melihat Salsa dan Ainun.


Jujur rasanya hatinya begitu sakit dan berdosa melihat keadaan Ainun seperti ini, sementara ia selama ini terlalu egois.


Aldo sendiri bertanya tanya apa yang menyebabkan Ainun hingga keadaannya seperti ini, sungguh rasanya ia tak bisa menahan tangisnya saat melihat keadaan Ainun seperti ini.


Mungkinkah masih berhubungan dengan dirinya? jika ia sungguh ia akan merasa sangat merasa bersalah.

__ADS_1


Aldo bisa melihat dengan jelas bagaimana Salsa berusaha mengajak Ainun untuk berbicara.


"Al, ...." panggil Ahmad Rafiq.


"Hemmm, sudah bikinnya?" tanya Aldo yang sedikit terkejut.


"Iya sudah, bukankah persahabatan mereka membuat siapapun terharu? lalu kenapa kamu tega mau memisahkan mereka karena keegoisanmu?" tanya Ahmad Rafiq.


Sedangkan Aldo hanya mampu menunduk dan terdiam.


"Hemm yasudah kita bicara di luar, sekalian minum teh ini yang sudah ku buatkan," Ahmad Rafiq pun menaruh teh yang telah di buatkan untuk Ainun dan Salsa di meja pojok tersebut, ia pun membawa teh untuk dirinya dan Aldo, setelahnya ia mengajak Aldo untuk berbicara di depan.


Aldo pun mengikuti langkah Ahmad Rafiq.


"Hummm.. silahkan, minum," ucap Ahmad Rafiq.


"Iya..." ujar Aldo yang segera meminum teh tersebut, sedikit demi sedikit.


"Al, apa kamu tau... sudah cukup lama kondisi Ainun seperti itu, jujur sedih, gak mudah rasanya menerima dan menghadapi kondisi seperti ini, melihat orang yang aku sayang dan cintai dalam keadaan ini," ucap Ahmad Rafiq yang menjeda ucapannya untuk sejenak.


"Dan...apa kamu tau? Ainun seperti ini karenamu.... hingga aku sempat berfikir untuk meminta kamu, menjadi temannya kembali agar kondisinya pulih, karena selama ini yang ia harapkan adalah kamu, kamu yang masih ia cintai dan bukan saya. Jujur saja rasanya sedih dan hatiku begitu sakit.... tapi aku bisa apa?.... " ucap Aldo kembali.


Aldo pun terdiam setelah mendengar penuturan dari Ahmad Rafiq.


Belum hilang keterkejutan Aldo, Ahmad Rafiq pun memulai berbicara kembali.


"Dan ... mungkin ini salah saya juga, karena ia yang selama ini menikahi orang yang tak ia cintai, pernikahan tanpa cinta, baik aku ataupun Ainun kami sama sama tak ada yang saling cinta ... terlebih aku menjanjikan pernikahan kontrak dengannya dan selama ini aku tak pernah bersikap baik padanya selama pernikahan itu, ya baru baru aja aku sadar dan ingin memulai kembali dari awal untuk memperbaikinya, tapi sepertinya uda cukup terlambat karena kewarasan Ainun terenggut, dan di fikirannya juga dunianya hanya kamu dan hanya denganmu ia bisa memulai pernikahan bahagia dengan cinta, ya mungkin di sini aku juga salah karena akulah yang memulainya merasa tak di cintai dan pernikahan seperti tiada arti, pernikahan janji suci sakral yang seharusnya menjadi hal yang di dambakan bagi setiap pasangan terlebih seorang perempuan, tapi sayangnya pernikahan ini bukan pernikahan impian baik untukku ataupun Ainun, ya begitulah pernikahan kita selama ini... dan kini jujur aku bingung bagaimana cara membuat Ainun bisa kembali untuk memulai semuanya dari awal, memperbaiki pernikahan yang retak ini bersamaku dan agar kewarasannya kembali, tapi sulit rasanya karena kondisinya saat ini seperti ini ... dan lelah jujur lelah berjuang seorang diri meyakinkannya, untuk membuatnya jatuh cinta dengan kondisinya sekarang terlebih di fikirannya hanya kamu dan kamu ...ia pun seakan tak mengingatku lagi." ucap Ahmad Rafiq lemah, yang membuat Aldo terdiam dan kelu harus berucap apa...


Karena jujur ia tak menyangka bila selama ini Ainun menjalankan pernikahan kontrak tanpa cinta tersebut dan bukan tak menutup kemungkinan hingga berakhir kondisi Ainun seperti ini.


******


"Ai, kamu kenapa?" tanya Salsa kembali, dengan pelan, karena ia sendiri tak ingin memaksa Ainun untuk bercerita yang akan membuatnya makin tertekan walau ia sendiri juga penasaran dan tersiksa melihat kondisi Ainun seperti ini.


"Salsa, selama ini aku menjalani pernikahan tanpa cinta, pernikahan atas kontrak, mana mungkin ada kebahagiaan dalam pernikahan itu, berulangkali aku mencoba menjalaninya tapi tetap saja hatiku sakit hingga aku benar benar tak sanggup lagi bertahan lebih jauh dengan pernikahan ini, .... sudah cukup aku tak bisa menjalani pernikahan dengan orang yang aku cinta pada akhirnya aku harus merasakan menikah tanpa cinta dan dengan kontrak, pernikahan seperti apa yang di harapkan? haruskah bertahan dengan pernikahan seperti ini? aku pernah mencoba bertahan karena tak ingin bercerai bahkan menerima sikap tak baiknya padaku, namun entah mengapa semakin lama aku merasa tersiksa dan tak sanggup lagi bertahan dengan pernikahan kontrak tanpa cinta ini terlebih dengan sikap tak baiknya padaku. Meski kini ia sudah mulai bersikap baik padaku dan membatalkan surat kontrak tersebut, namun entah mengapa rasanya sulit untuk menerimanya, karena hatiku terlalu sakit rasanya dan begitu sesak, aku pun berfikir bahwa pernikahan yang membawa bahagia ya pernikahan dengan cinta bukan tanpa cinta terlebih dengan kontrak. Bukankah begitu Salsa? kalau kamu sendiri di posisi ini akan menyerah atau bertahan?" ucap Ainun lemah, yang membuat Salsa terdiam dan kelu, ia benar benar bingung harus menjawab apa dan bagaimana ucapan Ainun.


Sungguh ia tak menyangka bila Ainun sahabatnya sendiri, yang selama ini pula tak pernah cerita kepadanya, kini ia mulai memberanikan diri untuk bercerita, mungkin Karena terpengaruh kondisinya saat ini, batin Salsa.


Dan mungkin sesak yang ia rasa, dan rasa sabar tersebut sudah cukup penuh di hatinya hingga ia tak lagi sanggup menyimpannya seorang diri lagi.


Sungguh Salsa prihatin, sedih dan miris mendengar kisah cinta dan bahtera rumah tangga yang harus Ainun jalani.


Ia berharap semoga bahtera rumah tangga yang ia jalani dengan Aldo tidak seperti itu.


Meski di benaknya sejenak bertanya tanya, mungkinkah seseorang yang di cintai Ainun itu suaminya? bila ia pun sedih dan merasa bersalah tapi sungguh ia pun tak pernah meminta takdir seperti ini karena ini takdir yang harus ia ataupun mereka jalani dengan porsinya masing masing.


Sungguh ia pun tak tega melihat sahabatnya sedih dan keadaannya seperti ini, andai Ainun bisa lebih mengikhlaskan cintanya dan Ahmad Rafiq bisa mencintainya sepenuhnya dan menunjukkan cinta itu, memulai pernikahan dengan cinta mungkin keadaannya takkan seperti ini, sayangnya semua ini sudah terjadi.


Tapi bagi Salsa tak ada yang terlambat, masih bisa di perbaiki.

__ADS_1


Ia berencana sebelum pulang ingin berbincang dengan Ahmad Rafiq untuk membicarakan hal ini agar memperbaikinya dan tak menyerah membuktikan pada Ainun hingga mencintainya agar Ainun pun kondisinya pulih karena merasa di cintai di dalam pernikahan ataupun bahtera rumah tangga yang sedang ia jalani.


__ADS_2