
Dirumah papa Putri masih mengingat memori indah bersama anak yang terkasihnya, anak yang paling ia tungguh-tungguh.
Putri lahir dalam usia pernikahan yang ke-sembilan tahun, sudah banyak cara ditempuh oleh papa dan mama putri untuk mendapatkan anak, dari kedokteran, alternatif hingga ke psikolog semau dilakukan demi mendapat keturunan, dan Allah baru mempercayakn seorang anak ketika usia pernikahan menginjak usia sembilan tahun
Kebahagiaan tak terkira mendapatkan anak yang telah dinanti sekian lama.
Putri tunbuh jadi anak yang penurut, cantik, terbukti sejak sd dia pindak sekolah hampir 11 kali, di SMP pindah sekolah sampai 4kali dan SMA pindah sekolah sampai 6kali, putri tak pernah membantah meski papanya kasihan tapi apalah daya semua demi pekerjaaan
"Anakku, pertama hatiku, tananglah-tenanglah kau disana, Papa akan selalu mencintai, mengenangmu, mengingatmu dalam setiap doa"
Masalah itu membuat kita semakin kuat, tahan banting, membuat kita lebih dewasa berfikir jauh kedepan
Kepergian Putri seperti menghilangkan cahaya dalam hidup Aldo, papa nya Aldo, mamanya Aldo, dan tentu kedua orang tua putri, tapi kini merek sadar ada tiga makhkuk kecil yang meminta kasih sayang mereka.
Papa dan Mama putri dirumah dengan penuh kesedihan dan kenangan akan putri anak tercintanya, tapi fikirannnta juga ada di rumah sakit tempat ketiga cucunya masih ada disana, mereka terpaksa masih berada di rumah sakit karena kondisi mereka yang belum pulih ditambah salah satu dari ketiganya sekarang dikabarkan kritis
"Allah cobaan apa lagi ini, aku sudah kehilangan Anakku, apa kau juga akan menganmbil cucuku, padahal dia belum mampu memandang dunia, Allah Aku tau Aku banyak salah, sering lupa pada-Mu, kini kau tegur Aku tidak hanya sekali, tapi bertubi-tubi, Allah sekarang Aku mohon kuatkan Aku Allah, mohon kuatkan" tetes-tetes air mata papa putri tak terbendung saat sholat tahajjud, memohon ampun dan kekuatan menghadapi semua cobaan ini
__ADS_1
Saat ada masalah tempat paling nyaman dan aman adalah mengaduh kepada Allah, tuhan yang kekal maha diatas maha, yang selalu mendengar keluh kesah kita, yang akan memberikan kita jalan keluar dari setiap masalah.
Dirumah sakit Aldo ketiduran,menunggu ketiga buah hatinya dan rasa letih yang begitu hebat dia tak sadar tidur dengan posisi duduk di lantai, seorang Aldo pengusaha kaya raya, memililik segalanya tidur dilantai tanpa ada rasa risih atau maluh, rela menunggu ketiga anaknya yang keadaan dan kesehatnnya masih belum bisa dinyatkan normal
"Ini nggak di kasih nama sekarang anaknya pak, ma'af bukan mendahului kehendak takdir tapi kami mohon ketiganya diberi nama agar kalau terjadi apa-apa kita bisa tanggap memberi tahu keluarga" ucapan seorang perawat cantik, langsing tinggi semampai itu sangat sopan dan halus tapi tidak di telinga Aldo, ucapan perawat itu seakan membuat darahnya mendidih dan ingin memukulnya jiwa keganasannya muncul seketika demi ketiga anaknya, niat perawat baik tapi Aldo tak dapat menerima semua dengan jernih beruntung ada Papanya Aldo disana, Aldo tak sampai memukul perawat tersebut
"Udah Aldo tenang, dia bermaksud baik, dia hanya ingin melaksanakan tugasnya, beri nama ketiga anakmu, kita berharap yang terbaik pada ketiganya tapi kita tidak tahu takdir apalagi yang Allah rencanakan buat kita semua, kamu harus yaqin semua ini takdir yang harus dijalani, semua ini yang terbaik bagi kita semua"
"Tapi pa...Aldo sudah kehilangan Putri, bunda mereka, apa Aldo harus kehilangan mereka juga??"
"Kita tak pernah tau arah hidup kita, Allah maha mengetahui yang baik bagi kita, kadang yang kita anggap baik, malah itu sebenarnya buruk bagi kita, pun sebaliknya...apa yang kita rasa buruk bagi kita tapi sebenarnya baik dan bermanfaat bagi kita, mari berfikir positive, khusnuddhon dengan Allah, jangan ada prasangka buruk pada Allah"
"Anak pertama laki-laki Aku beri nama: Fatih hasan, anak kedua perempuan Aku beri nama: Farah hasan dan yang terakhir anak ketigaku laki-laki Aku beri Nama: Fatah hasan"
"Ini sekalian kami buatkan Akta ya pak, mohon diisin formulir dan berkas-berkas yang terlampir dengan cermat dan seksama, tolong diteliti ya pak, terimah kasih" ucap perawar dengan sedikit ketakutan karena Aldo marah-marah tak jelas tadi
" Kok pakek hasan pak, bukan nama bapak atau keluarga besar dari pihak Ibunya atau Ayahnya?"
__ADS_1
"Iya....hasan artinya bagus, Aku ingin mereka jadi manusia yang bagus dalam bidang apapun, ahli dalam kebaikan"
" Baiklah pak, kami akan mengurusnya dengan cepat, maaf jika ada sedukit kesalah fahaman tadi"
"Makasih ya mbak maaf sebelumnya tadi, Aku memang kalut mbak, Aku capek mengurusi proses pemakanan istri tercintaku untuk selamanya, dan Aku baru tidur selam 1 jam lantas mendapat kabar anak-anakku kondisinya belum bisa dikatakan dalam keadaan normal, tentu siapapun akan syok" Aldo menjelaskan pang lebar pada perawat agar tidak terjadi kesalah fahaman, ia juga sedikit sungkan pada semua yang ada disana, dokter dan semua perawat pasti sudah berusaha semaksimal mungkin demi anak-anaknya Aldo
Aldo tak bisa tidur lagi padahal matanya baru terlelap selama satu jam, Papanya menyuruhnya untuk istirahat tapi Aldo menolak
"Tidurlah kita gantian, semua insya Allah akan baik-baik saja"
Aldo berusaha memejamkan mata tapi hati dan fikirannya kalut tak bisa berfikir jernih, tak bisa santai dan tidur nyenyak dia masih memikirkan ketiga anaknya semoga akan ada kabar baik
"Pak...maaf anak yang bernama Fatih kritis, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tolong bantuan Bapak Aldo selaku orang tua dari Anak Fatih untuk banyak-banyak berdoa, semoga masa-masa kritis Anak Fatih bisa kembali normal"
Papanya Aldo menangis terisak mendengar penuturan perawat sedang mamanya Aldo yang baru datang karena harus berganti baju untuk menjaga cucu-cucunya seketika terbujung kaku tak bisa berkata apa-apa lagi
"Aku kira saat kita sudah ikhlas merelarakan Almh, Putri ibu mereka wafat, ketiga anak ini anak segera pulih"
__ADS_1
"Maaf pak, anak Fatih dinyatkan meninggal dunia, paru-paru Anak fatih terlalu banyak kemasukan air ketuban, kami sudah berusaha semampu dan semaksimal kami, tapi Allah punya rencana lain"
Dokter berusia 45 tahun yang mengetahui segalanya tentang kehamilan putri