Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 24


__ADS_3

Untuk beberapa saat mereka masih berpelukan, hingga Aldo pun melepaskan pelukan Salsa setelah ia merasa tenang dan siap menghadapi Salsa.


"Terimakasih ya Salsa Istriku yang selalu ada untukku dan menguatkaku, maafkan atas kesalahanku dan kebodohanku ya," ujar Aldo tulus dengan menatap dalam ke arah Salsa karena ia benar benar menyesali kebohongan yang telah ia ciptakan, dan untuk jujur pun rasanya masih sulit baginya.


"Iya Mas, sudah seharusnya kan kita suami istri?" ujar Salsa dengan tersenyum.


"Terimakasih juga Mas dan maafin Salsa ya bila banyak salah sama Mas...," ucap Salsa megenggam tangan Aldo.


"Iya sama sama sayang..." ujar Aldo kembali yang menggemgam tangan Salsa kembali dan memeluknya lagi.


*******


"Alhamdulillah sudah selesai makannya, enak loh masakan Ummi ini sampai habis makan saya dan cepat pulak, hehehe..." ujar Ibu Ayu.


"Iya Alhamdulilah enak loh masakan Ummi ini jadi terobati rasa rindu Ai buat masakan Ummi,...Ai juga makannya cepat, setelah ini Ai mau ke pesantren ya Ummi..." ujar Ainun.


"Hemm baiklah, Ummi izinkan Ai ke pesantren buat ketemu dan nunggu Abah," ujar Umminya.


"Aaaa.... makasih Ummi, tapi Ai bantu ummi dulu ya beres beresin ini," ujar Ainun.


"Tidak usah nak, gak papa... kamu langsung ke Abah saja ya, cuman ini aja, biar Ummi saja ya..." ucap Umminya.


"Tidak perlu nak, biar Ibu Ayu aja yang bantu bereskan, lebih baik kamu segera pergi ke pesantren," ujar Ibu Ayu.


"Begitukah Ummi? apa tak apa apa?" tanya Ainun kepada Umminya.


"Iya nak, tidak apa apa, biar Ummi dan Ibu Ayu saja ya yang bereskan," ujar Umminya.


"Hemm, baiklah Ummi. Terimakasih ya Ummi... Ai berangkat dulu ya Ummi," ucap Ainun.


"Iya nak, hati hati ya," ujar Umminya.


"Iya Ummi... Ai pamit dulu ya," ujar Ainun.


"Iya Ai, hati hati ya... Ohya bentar Ummi bawakan makanan ya buat Abahmu barangkali belum sempat pulang, jadi bisa di makan di sana," ujar Umminya yang segera mempersiapkan makanan untuk suaminya.


"Ooooh okeee deh Ummi," ujar Ainun yang menunggu Umminya mempersiapkan makanan untuk suaminya.


"Ini Ai, nanti bawa ke Abahmu ya," ujar Umminya.


"Okeee Ummi, Ai berangkat dulu ya Ummi.. Assalamualaikum," ujar Ainun yang berpamitan kepada Umminya dan segara Salim kepada Umminya, kemudian Ainun berlalu pergi ke pesantren tersebut.


"Hati hati Ai," ujar Umminya.

__ADS_1


*****


Ainun pun segera ke pesantren tersebut, dan setelah sesampainya di pesantren tersebut, Ainun menunggu kedatangan Abahnya yang mungkin masih mengajar atau rapat di sana.


Dengan menunggu Abahnya, setelah Ainun mengirim pesan ke Abahnya bila ia di pesantren tersebut, Ainun memilih berjalan jalan di sekitar pesantren tersebut menunggu kedatangan Abahnya.


Karena Abahnya belum membalas pesan singkatnya, bisa di pastikan mungkin Abahnya masih sedang sibuk, entah rapat atau mengajar.


Oleh sebab itu Ainun berjalan jalan di sekitar pesantren itu karena ia ingin menikmati suasana di pesantren tersebut yang sudah lama ia tinggalkan dan mengobati rasa rindunya di sana.


Dan mungkin dengan ia berjalan jalan di sana, bisa bertemu Abahnya yang sedang mengajar.


Namun sudah beberapa kelas ia hampiri, dan belum menemukan kedatangan Abahnya juga, hingga Ainun pun lebih memilih menikmati suasana pesantren ini yang sudah ia tinggalkan sejak ia menikah.


Saat melewati salah satu kelas, Ainun melihat Abahnya yang sedang mengajar, hingga Ainun pun memilih berhenti dan memperhatikan Abahnya yang sedang mengajar.


Saat tanpa sengaja abahnya menoleh melihat kehadiran Ainun yang sedang memperhatikannya mengajar, abahnya pun tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Ainun, begitupun dengan Ainun yang melambaikan tangan ke abahnya dan tersenyum.


"Abah..." lirih Ainun saat melihat sosok abahnya yang sedang tersenyum dan melambaikan tangan padanya.


Ainun pun menunjukkan rantangnya dari jauh ke Abahnya, seakan menunjukkan bahwa ia membawa makanan untuk Abahnya.


Abahnya pun megangguk.


"Ai, kamu sudah pulang ya? Masya Allah Abah kangen kamu sekali.. akhirnya kamu pulang juga," ujar Abahnya yang segera memeluk Ainun sebentar.


"Ohya ini makanan dari Ummimu ya untuk Abah?" tanya Abahnya kepada Ainun, setelah melepaskan pelukan dari Ainun.


"Iya Abah, ini dari Ummi untuk Abah.. sebenarnya tadi Ai mau ke sini pas belum makan dan baru datang, tapi kata Ummi gak boleh karena aku baru datang dan capek.. jadi di suruh makan dulu baru ke Abah dan antar makanan ke Abah,, karena kata Ummi kalau Abah belum pulang, berarti masih ada tugas yang harus Abah selesaikan," ujar Ainun, yang mulai bercerita ke Abahnya.


"Oalah, iya Ai yang di katakan Ummimu itu benar karena bila Abah belum bisa pulang, berarti masih ada tugas yang harus Abah selesaikan. Dan kamu boleh saja ke sini tapi tetap perhatikan kesehatanmu dan makan dulu terlebih kamu sepulang dari perjalanan jauh, kasihan kamu juga.. jadi benar yang di katakan ummi itu Ai," ujar Abahnya, mencoba memberikan penjelasan dan pengertian ke Ainun.


"Iya Abah, hehehe..," jawab Ainun.


"Yaudah yuk kita makan bareng makanan ini," ujar Abahnya.


"Hehehe buat Abah aja, soalnya Ai kenyang. Tapi tenang saja Ai tetap temenin Abah kok makan sampai selesai, setelah itu kita pulang bareng Abah, hehehehe," ujar Ainun dengan sedikit tertawa dan tersenyum kepada Abahnya. Abahnya pun mulai memakan makanan dari istrinya.


"Humm enak ya Ai, masakan Ummimu..." ujar Abahnya memuji masakan istrinya.


"Ohya Ai, sepertinya Abah habis makan masih ada yang harus Abah selesaikan, jadi Ai mau lanjut pulang duluan atau nunggu Abah?" tanya Abahnya kembali.


"Hehehe iya Abah masakan ummi emang paling enak... hemm,, Ai nunggu Abah aja deh, sambil menikmati pemandangan di sini, karena Ai juga rindu pesantren ini yang sudah cukup lama Ai tinggalkan semenjak nikah... Dan tadi Ummi emang bilang supaya Abah di bawakan makanan takutnya Abah belum bisa pulang atau agak lama pulangnya kecuali langsung pulang tadi bisa langsung makan di rumah Abah, hehehe..." jawab Ainun.

__ADS_1


"Wah iyakah? haha, iyalah Ummimu benar dan emang tau banget ya sama Abah.. Ummu emang yang paling mengenali Abah hehe, karena yang di katakan Ummimu benar Ai, hehehe... Ohya humm kamu mau nunggu di sini ya? yasudah gak papa kalau kamu mau nunggu di sini untuk mengobati rasa rindumu dengan menikmati suasana di pondok pesantren ini," ujar Abahnya.


"Iya Abah hehehe..." ujar Ainun dengan sedikit tertawa.


"Yasudah Abah mau lanjut makan ya, setelah itu Abah mau ngajar dan rapat bentar..." ujar Abahnya yang segera melanjutkan makannya.


"Iya Abah sayang... silahkan," ujar Ainun dengan sedikit tersenyum dan menunggu Abahnya yang sedang makan.


"Alhamdulillah sudah selesai," ucap Abahnya setelah beberapa menit ia selesai makannya.


"Alhamdulillah sudah habis ya Abah? cepat banget habisnya, hehe suka ya Abah masakan ummi?" tanya Ainun dengan sedikit tersenyum dan tertawa.


"Hehehe iya Ai, Abah suka banget masakan Ummi kamu..." ujar Abahnya dengan sedikit tersenyum.


"Ai juga suka masakan Ummi, bikin rindu... rindu pulang supaya bisa menikmati masakan ummi hehehe..." ujar Ainun dengan sedikit tertawa dan tersenyum.


"Hehehe iya Ai betul, sering seringlah pulang makanya Ai supaya mengobati rasa rindumu terhadap masakan Ummimu hehehe," ujar Abahnya.


"Hehehe iya Abah, insya Allah... Ai juga pengennya gitu Abah, tapi juga namanya sudah menikah, beda lagi Abah untuk mengatur waktunya,.." ujar Ainun kembali.


"Humm, hehe.. iya Ai Abah paham kok, yang terpenting tetap usahakan pulang atau berkunjung walau gak lama dan sebentar.. karena bagaimanapun kamu ini orang tuamu jangan sampai jadi anak yang melupakan orang tuamu ya Ai, ini nasehat untuk Abah juga kamu.. supaya jangan sampai kita melupakan orang tua kita di masa tuanya padahal semenjak kecil, mereka sudah merawat kita dengan tulus dan telaten hingga kita tumbuh dewasa Ai, ya kali pas udah tumbuh dewasa kita lupakan orang tua kita? jadi anak durhaka dong...jangan sampai ya Ai Aamiin.." ujar Abahnya kembali mencoba menasehati Ainun.


"Paham kan Ai?" tanya Abahnya, Ainun pun megangguk sebagai tanda ia memahami apa yang Abahnya sampaikan dan jelaskan.


"Iya Abah, Ai paham..makasih Abah nasehatnya untuk Ai," ujar Ainun kembali, yang tersenyum pada Abahnya dan untuk beberapa saat memeluk Abahnya begitupun Abahnya yang memeluk Ainun kembali , setelah beberapa saat Abahnya pun melepas pelukannya dan berpamitan untuk kembali menyelesaikan urusannya mengajar dan rapat sebentar.


"Ohya Ai, Abah pamit dulu ya, kamu yakin di sini nunggu Abah?" tanya Abahnya.


"Iya Abah insya Allah Ai yakin.. " ujar Ainun yang sudah yakin dengan keputusannya.


"Insya Allah Ai yakin.. karena Ai ingin mengenang kembali masa di pondok dan menikmati suasana di sini dulu Abah, yang sejuk, dan mengobati rasa rindu Ai lihat anak anak belajar gini dengan tekun dan menghafalkan,...jadi ingat Ai dulu," ucap Ainun dengan mencoba menerawang ke masa lalunya.


"Hehehe iya nak, yasudah Abah pamit ngih, hati hati..kalau ada apa apa hubungin Abah ya, Assalamualaikum,"ujar Abahnya dengan menepuk pelan bahu Ainun dengan tersenyum.


"Iya Abah, pasti Ainun kalau butuh akan hubungin Abah, siappp... hehehe, Abah juga hati hati.." jawab Ainun, dan Abahnya pun megangguk setelah mendapatkan persetujuan dari Ainun dan segera berlalu pergi begitu saja.


Setelah kepergian Abahnya... dan untuk menunggu Abahnya, Ainun lebih memilih melihat lihat kembali sekitar dan suasana pesantren tersebut, rasa rindunya benar benar tak bisa Ainun bendung lagi di pesantren tersebut.


Pesantren yang penuh kenangan baginya, pesantren yang di bangun oleh Abahnya hingga ia sendiripun mondok di pesantren tersebut.


Pesantren yang menjadi saksi perjalanannya untuk belajar agama lebih dalam dan menghafal...hingga kini ia seperti ini tumbuh menjadi gadis yang sedikit demi sedikit memahami agama dan sudah banyak hafalan yang ia hafal, meski Ainun rasa ia tetap masih harus terus belajar.


Ketika mengingatnya, tanpa terasa bulir bulir air matanya pun membasahi pipinya dan Ainun mengusapnya secara perlahan, dan meneruskan kembali berkeliling juga melihat di sekitar pesantren tersebut untuk mengenangnya dan menunggu kedatangan abahnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2