
Sedangkan di tempat lain Ainun dan Abahnya berencana ke rumah Ahmad Rafiq. Ainun dan Abahnya pun segera mengendarai mobil mereka menuju rumah Ahmad Rafiq. Namun tiba tiba saja ada seorang ibu yang seperti orang gila berjalan di tengah jalan raya dan tidak melihat juga peduli bila ada kendaraan yang lewat . Sehingga hampir saja Ainun dan Abahnya menabrak seorang ibu ibu tersebut.
"Yaa Tuhan Abah, siapa perempuan itu ya ? kok tidak melihat jalan ya? seperti orang yang tak waras dia Abah. Apa dia orang gila ya? bagaimana jika kita turun saja dan menolong ibu itu, yuk Abah." ucap Ainun yang akan turun dari mobilnya bersama Abahnya.
"Eh, tapi Abah dia kan seperti orang gila ya, seperti tak waras gitu bagaimana jika dia akan menyakiti kita ? Ainun takut Abah. Biasanya kan sering orang gila seperti itu Abah. Bagaimana Abah kita jadi turun atau tidak ?" tanya Ainun..
"Hummm. . Jangan begitu Ai, kita punya kewajiban tetap harus menolongnya. Bagaimanapun keadaan orang tersebut. Kita kan di perintahkan menolong sesama bukan ? kenapa justru Ai mau menolong seseorang kok jadi pilih pilih begini sih?" tanya Abahnya.
"Humm begitu ya Abah, iya maafin Ainun Abah. Maksud Ainun bukan begitu , Ainun hanya takut orang itu akan menyakiti kita . Karena sering Ainun temui orang gila seperti itu." ucap Ainun.
"Tenang saja nak, insya Allah gak papa . Yuk kita turun dan tolong ibu tadi ya ." ucap Abahnya.
"Iya Abah , yuk." ucap Ainun yang segera turun dari mobilnya begitupun dengan Abahnya dan mereka pun segera menolong ibu tersebut.
"Bu, ibu gak papa ?" Ainun yang masih menjaga jarak dengan ibu itu karena takut.
"Bu, ibu gak papa kan? yuk saya bantu." ucap Abahnya
"Ai , sini bantu Abah nolong dia." ucap Abahnya kepada Ainun dan Ainun pun segera menghampiri Abahnya untuk membantu ibu tersebut.
"Ibu gak papa kan? maafin kami ya ." ucap Ainun.
"Loh anakku, anakku ...?" ucap ibu tersebut yang segera memeluk Ainun dan Ainun pun yang sedang terkejut juga ketakutan secara reflek melepaskan pelukan ibu tadi .
"Apaan apaan sih Bu. Lepas saya bukan anak ibu." ucap Ainun kembali saat ibu itu berusaha memeluk Ainun kembali dan Ainun pun segera mendorong ibu itu karena dia sangat takut dan risih .
"Ai, kamu apa apaan? tidak boleh seperti itu. Ayoo minta maaf dan tolong ibu itu." ucap Abahnya.
" Tapi Abah Ai takut ..Ibu itu..." ucap Ainun .
"Ai, kamu pahami dong keadaannya. Mungkin saja ia pernah kehilangan anaknya oleh sebab itu dia mengira kamu anaknya, dan mungkin karena kehilangan anaknya dia seperti ini. Jadi Abah minta tolong, tolong jangan seperti ini Ai. Apa kamu gak kasihan dengannya?" tanya Abahnya.
"Astaghfirullah Yaa Allah, maafin Ai yaa Allah. Maafin Ai ya Abah." ucap Ainun yang menyesal dan tanpa sadar bulir bulir air mata membasahi pipi.
"Iya Abah, Ainun akan bantu ibu ini. Yang Abah katakan benar dan mungkin benar ibu itu teringat anaknya yang mungkin sudah meninggal atau bagaimana dan mungkin karena kehilangan anaknya untuk selamanya, ibu ini berakhir gila." ucap Ainun.
"Iya Ai, yuk kita bantu ibu ini. " ucap Abahnya. Dan Ainun juga Abahnya pun segera membantu ibu tadi untuk bangun dan berdiri kembali.
"Ai, minta maaf padanya." ucap Abahnya mencoba mengingatkan Ainun kembali.
"Iya Abah." ucap Ainun kepada Abahnya.
"Bu , Ainun minta maaf ya sudah mendorong ibu karena Ainun takut bila ibu akan menyakiti Ainun. Sekali lagi Ainun minta maaf, Ainun benar benar menyesal. Dan Ainun turut berdukacita." ucap Ainun Kepada ibu tadi.
"Anakku, anakku.." ucap ibu tadi yang ketakutan dan berusaha menjauh dari Ainun. Yang membuat Ainun menangis tanpa sadar dan benar benar menyesal karena perbuatannya, Seperti ini .
"Ainun benar benar meminta maaf, maaf dan tolong jangan takut sama Ainun Bu. Jangan takut sama Ainun Seperti ini. Ainun mohon dan tolong maafin Ainun." ucap Ainun yang kembali menangis karena ia benar benar menyesal dan entah mengapa ia merasakan hatinya sangat sakit saat ibu itu menjauhinya.
"Yaudah coba Papa yang mendekatinya. Kamu tunggu saja di sini ya. Jangan mendekatinya dulu, dia seperti masih trauma denganmu . Kamu lihat sendiri kan akibat perbuatanmu. Tapi yasudahlah walau Abah sedikit kecewa denganmu ." ucap Abahnya yang segera mendekat dan menolong ibu tersebut.
"Ibu, ibu gak papa kan? biar saya bantu ya." ucap Abahnya. Dan ibu itu pun masih berusaha menjauhi Abahnya Ainun. Tapi Abahnya Ainun terus berusaha mendekati dan merayu ibu itu agar tidak takut kepadanya.
"Ayo Bu, biar saya bantu. " ucap Abahnya.
"Ibu tenang saja, jangan takut saya bukan orang jahat. Saya hanya ingin membantu ibu, ibu jangan takut ya." ucap Abahnya lagi hingga ibu itu mau di dekati oleh Abah Ainun. Dan Abah Ainun pun segera menolong dan membantu Ibu itu untuk bangun dan berdiri kembali.
Setelah berdiri, Abah Ainun pun segera membawa ibu itu kedalam mobilnya.
Dan Ainun pun mendekati ibu itu, di rasa ibu itu telah cukup tenang. Namun ibu itu justru semakin menjauhinya dan ketakutan. Hingga Ainun pun memilih menjauh kembali walau rasa kecewa tak mampu ia elakkan.
\=======================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Menolong Ibu Ibu
"Ai, sabar ya. Untuk saat ini Abah minta jangan terlalu mendekat ke ibu ini. Nunggu dia tenang dulu sepertinya dia masih trauma dan ketakutan denganmu." ucap Abahnya.
"Iya Abah, Ai benar benar menyesal. Abah biar ibu ini duduk di belakang, Ainun yang menemaninya. Karena yang di takutkan bila duduk di depan tanpa sabuk pengaman karena ia tak memakainya atau yang di takutkan ibu ini akan mencoba memegangi setir yang Abah kendarai dan memecah fokus Abah lebih baik ibu ini duduk di belakang bersamaku saja ya Abah." ucap Ainun.
"Iya juga sih nak, yang kamu katakan benar tapi kalau duduk bersamamu yang di takutkan ibu itu akan menjauh karena dia kan masih trauma denganmu." ucap Abahnya.
"Iya juga sih. Yang Abah katakan benar ." ucap Ainun.
"Maaf ya nak, Saran Abah. Kamu ke rumah nak Ahmad Rafiq nya sendiri ya. Gak papa kan gak Abah antar ? kamu bisa naik taxi, nanti Abah kasih uangnya. Dan tolong sampaikan maaf Abah kepadanya ya kalau Abah gak bisa datang lagi untuk menjenguknya. Walau Abah pengen. Tapi gak papa setidaknya kamu sudah mewakili Abah." ucap Ainun.
"Hemm oke deh Abah kalau itu yang terbaik..Yang Abah katakan juga benar, sebenarnya itu juga ketakutan Ai juga bila ibu itu akan menjauhi Ai bila kami duduk bersama. Karena sepertinya ibu itu juga masih trauma dan ketakutan dengan Ai. " ucap Ainun.
"Oke deh Abah , mungkin benar lebih baik Ai naik taxi aja ya dan Ai akan katakan pada Abahnya Ahmad Rafiq perminta maafan Abah . Tentunya akan Ai sampaikan permohonan maaf dan salam Abah untuk Abahnya Ahmad Rafiq. Abah tenang saja ya. Yasudah Ai pamit naik taxi dulu ya , Abah." ucap Ainun kembali segera salim pada Abahnya.
"Iya nak hati hati. Maafin Abah ya. Ini uangnya. Sekali lagi maafin Abah ya dan terimakasih nak. ucap Abahnya segera memberikan uang tersebut kepada Ainun agar naik taxi.
Abahnya Ainun pun segera melajukan mobilnya, setelahnya Ainun pun segera mencari taxi untuk menuju ke rumah Ahmad Rafiq.
"Bu, kalau boleh tau nama ibu siapa? ibu ke rumah saya atau pesantren saya dulu ya, ibu bisa isrtihat di sana. Ada istri saya juga dan banyak anak anak di sana , pasti ibu akan sedikit terhibur nantinya di sana." ucap Papanya Ainun.
"Saya Ayu, nama saya Ayu tapi saya uda gak se ayu dulu karena makhota kesucian saya pernah terenggut oleh seseorang dan saya kehilangan anak saya hahahaha, hiks huhuhu." lontaran ibu tersebut yang kacau rancau , tertawa sekaligus menangis dalam waktu bersamaan. Papanya Ainun pun sedikit ragu untuk membawa ibu itu pulang ke rumahnya tapi ia juga tak tega dan tak mungkin membiarkannya terlantar di jalan raya seperti ini terlebih ia tadi yang tak sengaja menabrak ibu itu. Bukankah memang seharusnya ia menolongnya?? ....
"Namanya Ayu se Ayu dirinya sebenarnya..tapi sayang,, hemm kasian juga perempuan ini, nasibnya malang sekali.
Siapa yang tega telah membuat ia seperti ini? merenggut kesuciannya dan membuat ia kehilangan anaknya?? semoga ia segera kembali pulih dan dapat mengungkapkan kebenaran ini. lirih Papanya Ainun.
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya...
Like, jika kalian suka sama ceritanya...
Komen jika kalian ada kritik dan saran buat aku...
Vote jika kalian bersedia....
\====================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Pertemuan Aldo dan Ainun
"Alhamdulillah sudah habis. Ini enak banget Masakanmu, humm setelah ini mungkin kamu pamit ya. Tenang saja Abah, kami akan sering ke sini kok untuk menengok Abah." ucap Salsa kepada Abahnya Ahmad Rafiq.
"Terimakasih ya nak. Iya sering sering ya ke sini agar Abah gak merasa kesepian. Karena anak bapak Ahmad ini sering ngajar di pesantren atau anak anak yang gak mampu di taman yang biasanya tempat belajar mereka. Jujur Abah sering merasa kesepian di sini sendirian. Sedih sebenarnya di hari tua Abah harus seorang diri. Tapi bagaimana lagi, Abah juga ingat kewajiban dan amanah yang sudah tak bisa Abah kerjakan dan serahkan ke anak bapak ini Ahmad Rafiq. Jujur di sisi lain Abah juga senang , anak Abah Ahmad Rafiq bisa meneruskan perjuangan Abah untuk mengajar dan memajukan pendidikan agama pesantren ini. Ya begitulah nak, ada sedih juga senangnyaaa." ucap Abahnya Ahmad Rafiq.
"Iya Abah, Salsa paham. Salsa janji akan sering sering ke sini kok Abah. Salsa hanya bisa doakan yang terbaik untuk Abah juga Ahmad Rafiq ." ucap Salsa yang tanpa sadar memegang tangan Abahnya Ahmad Rafiq. Dan tanpa sadar pembicaraan Salsa yang berjanji akan sering ke sini membuat Aldo cemburu.
"Humm, yasudah kami pamit dulu ya.Ayuk Salsa karena Farah dan Fatah pasti nunggu kita , kita kan sudah janji akan ajak mereka jalan jalan dan ke bioskop." ucap Aldo menghentikan pembicaraan mereka.
"Iya.. tapi jalan jalan ? bioskop? maksudnya? kapan?" tanya Salsa yang bingung.
"Iya maaf aku tadi lupa bilang sama kamu yuk." ucap Aldo.
"Humm, baiklah." ucap Salsa yang mulai mengerti arti tatapan mata Aldo.
"Yasudah Salsa pamit dulu ya. Abah sehat sehat di sini, jaga diri Abah. Salsa janji akan sering ke sini." ucap Salsa.
"Makasih ya nak." ucap Abah Ahmad Rafiq .
"Iya Abah , sama sama. Kami pamit dulu ya. Ahmad Rafiq, kami pamit dulu ya." ucap Salsa.
"Bro kami pamit dulu ya . Abah sehat sehat selalu ya, kami pamit dulu ya Abah. Mungkin lain kali atau sesekali kami akan ke sini menjenguk Abah lagi. Semoga nanti ketika kita ke sini , Abah sudah baikkan ya." ucap Aldo.
"Iya benar itu, kami harap ketika ke sini lagi . Abah sehat sehat aja ya." ucap Salsa.
"Hati hati ya nak. Makasih Salsa , Aldo . Abah menantikan kedatangan kalian kembali." ucap Abahnya.
"Iya, makasih ya. Kalian hati hati ya. Aku sama Abah menanti kedatangan kalian kembali ya. Kami tunggu kedatangan kalian." ucap Ahmad Rafiq.
"Iya itu pasti Abah, Ahmad Rafiq." ucap Salsa juga Aldo yang segera mencium tangan Abah Ahmad Rafiq untuk pulang.
Mereka pun segera pamit pulang...
"Ainun..." lirih Ahmad Rafiq saat melihat Ainun menghampiri mereka.
"Nak Ainun.." ucap Abahnya.
"Ohya tunggu kalian jangan pulang dulu ya. Biar Abah kenalkan dengan Ainun, calon mantu Abah." ucap Abahnya dengan bangga.
__ADS_1
"Iya Abah, Salsa tau karena Salsa mendapatkan alamat rumah ini dari Ainun. Ainun sahabat Salsa Abah. " ucap Salsa.
"Masya Allah iyakah nak? jadi Salsa ini sahabat Ainun , calon mantu Abah ?" tanya Abahnya Ahmad Rafiq.
"Ainun??" ucap Aldo bingung sekaligus Kelu dan bertanya tanya apakah Ainun seseorang yang pernah ia sukai ??
"Salsa ? Aldo ?" ucap Ainun , yang membuat Aldo terkejut dan semakin yakin bila Ainun sahabat Salsa orang yang sama dengan seseorang yang pernah ia sukai.
Begitupun dengan Salsa juga cukup terkejut bila Ainun mengenali Aldo.
"Aldo, Salsa kok kalian di sini dan apa kalian saling mengenal ?" tanya Ainun kepada Salsa juga Aldo.
"Ohya Aldo, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. Bisa ?" tanya Ainun kepada Aldo .
Sedangkan Salsa pun di buat bingung sendiri bila Ainun dan Aldo saling mengenal. Benarkah mereka saling mengenal?? sebenarnya mereka ada hubungan apa? " pertanyaan itu muncul berungkali dalam fikirannya.
\=======================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Perbincangan Aldo dengan Papanya
5 jam kemudian...
Setelah Papanya pulang dari kantor, Aldo pun mulai membuka pembicaraan dengan Papanya mengenai Ahmad Rafiq yang ingin bertemu dengannya.
"Pa, humm maaf apa bisa kita bicara sebentar, sebelum Papa beristirahat ?" tanya Aldo ke Papanya.
"Boleh, bisa banget. Karena Papa masih mau duduk cari angin dulu di sini. Mau bicara apa Al ? " tanya Papanya.
"Iya Pa, makasih ya atas waktunya. Aldo tadi sama Salsa bertemu dengan Ahmad Rafiq Pa, lelaki yang kala itu sempat bikin Papa celaka." ucap Aldo kepada Papanya.
"Apa ? kalian bertemu dengannya lagi ? kalian gak papa kan ? Salsa bagaimana keadaannya?" tanya Papanya yang lekas berdiri karena terkejut mendengar perkataan Aldo.
"Papa, duduk dulu ya. Tenang, Insya Allah kami gak papa. Papa jangan khawatir ya. Bukan ini yang ku maksud , Jadi Papa tenang dulu. Nanti aku lanjutkan pembicaraan ini. Papa juga pasti akan tidak menyangka dan terkejut kembali tapi terkejutnya dengan rasa kebahagiaan tentunya. Silahkan duduk lagi Pa." ucap Aldo.
"Humm, baiklah nak. Astaghfirullah, maafin Papa ya. Tapi apa yang ingin kamu bicarakan sebenarnya? dan dia kenapa? lalu bagaimana bisa kalian bertemu dengannya lagi?" tanya Papanya yang segera duduk kembali dan mencoba tenang juga menahan emosinya.
"Jadi..tadi Al, di ajak Salsa ke rumah Ahmad Rafiq terus..." ucap Aldo terhenti karena Papanya memotong pembicaraan mereka.
"Apa Al ?" tanya Papanya.
"Iya jadi Salsa pernah bertemu lelaki itu dan berbicara padaku, hingga aku meminta Salsa agar aku dan Ahmad Rafiq bisa bertemu. Salsa pun setuju dan kami merencanakan pertemuan itu. Awalnya aku pun tak ingin berurusan dan bertemu dengannya.. Tapi Salsa mencoba berbicara padaku dan menyadarkan ku bila yang ku lakukan ini salah sehingga aku mau bertemu dengannya. Tapi giliran Salsa yang gak ingin berurusan dengannya hehehe..Salsa , Salsa ada ada saja. " ucap Aldo dengan menggeleng geleng kan kepalanya.
"Ya hingga kami merencanakan agar bisa bertemu dengan Ahmad Rafiq kembali. Salsa pun menemui Ahmad Rafiq kembali , mencari tau tentangnya dari Ainun. Ainun sahabat Salsa sekaligus calon mantu Ahmad Rafiq. Dan ketika sudah bertemu dengan Ahmad Rafiq, Salsa pun bikin janji dengan Ahmad Rafiq agar bisa bertemu denganku nantinya dan kami merencanakan pertemuan itu kembali. Ya hingga tadi sore tepatnya aku bertemu dengannya ke rumahnya bersama Salsa dan bertemu Abahnya yang sedang sakit. Kami sudah saling memaafkan. Dan dia juga meminta maaf kepada Papa setelah meminta maaf kepadaku. Ahmad Rafiq pun ingin bertemu dengan Papa juga untuk meminta maaf secara langsung dengan Papa dan melihat keadaan Papa. Ia juga berjanji akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Oleh sebab itu aku pun menyetujuinya dan mengatakan akan berbicara pada Papa untuk merencanakan pertemuan Papa dengannya, bagaimana Pa? terkadang kita memang gak boleh menilai dengan mudahnya. Mungkin saat itu dia sedang di landa emosi sebab itu Ahmad Rafiq Seperti itu. Karena Salsa melihat sendiri ia juga mengajar anak anak kurang mampu selain mengajar pesantren, juga merawat Abahnya yang sedang sakit dengan telaten , juga memasakannya. Menurutku Masya Allah banget, Aku yang selama ini uda salah menilai. Akupun benar benar menyesal. Papa mau kan bertemu dengannya dan memaafkannya?" tanya Aldo ke Papanya.
"Masya Allah, lalu bagaimana keadaan Abahnya sekarang ? iyap kita memang tidak boleh mudah menilai dan Papa sebenarnya sudah memaafkannya dan sama sekali tidak benci padanya. Karena Papa paham anak muda seperti kalian terkadang mudah tersulut emosi, karena Papa dulu lebih Parah dari kalian . Dan bagi Papa gak masalah karena yang terpenting yang terluka bukan orang yang Papa sayang. Kalau Papa sendiri masih tidak masalah terlebih itu luka kecil kan? hanya saja Papa syok tadi dan takutnya kalian kenapa napa atau dia melakukan sesuatu berbahaya yang mencelakakan kalian
Tapi Alhamdulillah kalau tidak seperti itu dan Alhamdulillah juga jika kalian saling menyadari kesalahan masing masing dan saling memaafkan. Syukur Alhamdulillah.." ucap Papanya.
"Alhamdulillah keadaannya sudah agak baikkan Abah katanya. Mungkin sebelumya keadaannya tidak seperti itu. Alhamdulillah dia sudah bisa duduk dan mulai berdiri asal ada yang menuntunnya atau memaki tongkat dan kursi roda. Tapi menurut Aldo keadaannya seperti itu cukup memprihatinkan sih Pa. Kita doakan saja ya Pa semoga keadaannya segera membaik ,lekas sehat dan baik baik saja Pa. Insya Allah lain kali kamu juga ingin menjenguknya kembali, semoga nanti saat kami menjeguknya kembali, beliau sudah sehat dan selalu baik baik saja. Aamiin.ucap Aldo.
"Ohya bagaimana apa Papa mau bertemu dengannya? jika ia nanti biar Aldo atur pertemuan Papa dengannya." ucap Aldo.
"Baiklah, Okee Papa mau kok bertemu dengannya. Atur saja waktunya, nanti kalau Papa libur atau kantor Papa tak ada meeting. Bisalah Papa nanti bertemu dengannya." ucap pak Herman.
"Okeee Pa, nanti Aldo atur waktu pertemuan Papa dengannya. Semoga bisa di segerakan ya Papa bertemu dengannya." ucap Aldo .
"Okeee Al atur aja ya waktunya. Papa capek seharian kerja, ingin istirahat sama Ibumu dulu ya. Papa permisi dulu ya mau ke kamar." ucap Pak Herman yang kemudian berlalu ke kamarnya.
"Iya Pa, silahkan istirahat. Insya Allah nanti Al atur pertemuan Papa dengannya." ucap Aldo.
***
Ibu Ayu sudah di temukan..
Dan Ainun pun bertemu kembali dengan Aldo bersamaan dengan adanya Salsa yang hadir bersama mereka.
Akankah Ainun mengungkapkan perasaannya?
Lalu bagaimanakah dengan Salsa dan Aldo ??
Lalu bagaimanakah kelanjutannya? .....
\=====================
Mereka pun segera pamit pulang...
"Ainun..." lirih Ahmad Rafiq saat melihat Ainun menghampiri mereka.
"Nak Ainun.." ucap Abahnya.
"Ohya tunggu kalian jangan pulang dulu ya. Biar Abah kenalkan dengan Ainun, calon mantu Abah." ucap Abahnya dengan bangga.
"Iya Abah, Salsa tau karena Salsa mendapatkan alamat rumah ini dari Ainun. Ainun sahabat Salsa Abah. " ucap Salsa.
"Masya Allah iyakah nak? jadi Salsa ini sahabat Ainun , calon mantu Abah ?" tanya Abahnya Ahmad Rafiq.
"Ainun??" ucap Aldo bingung sekaligus Kelu dan bertanya tanya apakah Ainun seseorang yang pernah ia sukai ??
"Salsa? Aldo ?" ucap Ainun , yang membuat Aldo terkejut dan semakin yakin bila Ainun sahabat Salsa orang yang sama dengan seseorang yang pernah ia sukai.
Begitupun dengan Salsa juga cukup terkejut bila Ainun mengenali Aldo.
"Aldo, Salsa kok kalian di sini dan apa kalian saling mengenal ?" tanya Ainun kepada Salsa juga Aldo.
"Ohya Aldo, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. Bisa ?" tanya Ainun kepada Aldo .
Sedangkan Salsa pun di buat bingung sendiri bila Ainun dan Aldo saling mengenal. Benarkah mereka saling mengenal?? sebenarnya mereka ada hubungan apa? " pertanyaan itu muncul berungkali dalam fikirannya.
"Al..." panggil Ainun.
"Aldo..." panggilnya kembali.
"Eh iya Ainun ??" ucap Aldo bingung dan terkejut dari lamunannya. Begitupun Salsa yang terkejut dari lamunannya saat Ainun memanggil nama Aldo.
"Aldo, maaf apa bisa kita bicara ?" ucap Ainun kembali.
"Bicara ? bicara apa? iya silahkan." ucap Aldo.
"Bisa kita bicara berdua saja, Al ?" tanya Ainun kembali.
Sedangkan Aldo hanya mampu melirik Salsa dalam diam, seakan meminta persetujuan Salsa, sedangkan Salsa hanya mampu mengangguk sebagai jawaban, karena tak ada yang bisa ia lakukan kecuali menyetujuinya dan membiarkan dirinya dalam kebingungan. Kemudian Aldo pun berlalu bersama Ainun untuk saling berbicara.
"Nak, Abah permisi masuk ke dalam dulu ya, gak papa kan kamu di sini sendirian nunggu mereka?" tanya Abahnya Ahmad Rafiq.
"Iya, Abah gak papa. Silahkan, Abah istirahat saja ." ucap Ainun dengan tersenyum.
"Makasih ya nak, Abah masuk duluan ya ke kamar . Ohya biar Abah minta Ahmad Rafiq menemani kamu ya di sini." ucap Abahnya.
"Ehmmm, tidak usah Abah, gak papa. Gak papa Salsa sendirian di sini, Salsa akan menunggu mereka. Mungkin bentar lagi mereka kembali." ucap Salsa.
"Gak papa nak, biar kamu gak sendirian ya. Abah panggilkan Ahmad Rafiq dulu. Dia sepertinya sedang mengaji di musholla." ucap Abahnya.
"Tidak usah ya Abah, terlebih Ahmad Rafiq sedang mengaji. Salsa tidak ingin meganggu Ahmad Rafiq yang sedang mengaji Abah. Percayalah Salsa tidak apa apa dan akan baik baik saja sendirian di sini, Abah jangan khawatir ya.
Dan biarkan Aa' Ahmad Rafiq melanjutkan mengajinya." ucap Salsa berusaha tersenyum meyakinkan Abahnya Ahmad Rafiq.
Setelah Kepergian Aldo dan Ainun, Salsa pun menumpahkan sesak yang ia rasakan. Salsa membiarkan bulir bulir air mata membasahi pipinya.
"Hiks, Yaa Allah mengapa sesakit ini ? sebenarnya mereka ada hubungan apa? hiks .." lirih Ainun bersamaan tangisnya yang tak mampu ia rendam kembali.
"Salsa, kamu tenang ya, jangan terlalu berfikir macam macam. Mungkin mereka hanya teman dan sedang membicarakan sesuatu tentang pertemanan mereka, jadi Kamu coba tenang ya." ucap Ahmad Rafiq, yang tiba tiba saja berada di sampingnya Salsa.
"Aa' Ahmad Rafiq, kamu kok bisa di sini? sejak kapan?" tanya Salsa.
"Aa' , mungkin kamu gak paham perasaanku. Aku ini perempuan melihat calonku bersama sahabatku yang sedekat itu dan mereka ingin membicarakan sesuatu hanya berdua saja tanpa ada aku bersama mereka. Kenapa? jika bukan sesuatu yang privasi atau rahasia kenapa harus berbicara berdua saja ? mengapa aku gak boleh mendengarkan pembicaraan mereka dan tidak di ikut sertakan dalam pembicaraan mereka? kenapa coba ?? Sakit hatiku kak, sakit..
Bukankah seharusnya kamu paham bagaimana hatimu saat ini ? melihat calonmu bersama lelaki lain ? lelaki yang baru saja menjadi temanmu ?
apakah kamu tidak sakit hati ? apakah kamu tidak cemburu dan terluka dengan sikap mereka berdua seperti itu ? Atau mungkin memang tidak, karena kita berbeda, kamu lelaki yang seringkali cara berfikir nya memakai akal sedangkan aku perempuan yang seringkali menggunakan perasaan, apakah benar begitu ? sehingga kamu terlihat biasa saja dan bisa bicara seperti ini. Tolong jawab aku ." ucap Salsa.
"Iya aku minta maaf sebelumnya. Tapi aku paham perasaanmu saat ini, sedih dan hancur tentu saja. Oleh sebab itu aku di sini menemanimu dan menghentikan baca Al Quran ku. Ya tadi tidak sengaja aku mendengar pembicaraan kamu dan Abahku. Dan sebenarnya aku bingung haruskah aku melanjutkan baca Al Quranku atau menemani kamu di sini ?? Aku benar benar galau saat tadi. Tapi aku tidak tega denganmu dan tak mungkin aku membiarkan kamu sendirian di sini.
__ADS_1
Tak mungkin aku membiarkan melihat seorang perempuan sendirian di sini terlebih hatinya sedang kacau saat ini, sungguh jika aku membiarkannya aku akan menjadi lelaki terjahat dan tak punya hati. "ucap Ahmad Rafiq.
"Salsa, jika kamu tanya, apakah aku tidak cemburu dan sakit hati melihat mereka berdua seperti itu, jujur saja tidak ...
Karena aku sejak awal tidak pernah mencintai dan menaruh hati kepada Ainun. Tapi jika Ainun sudah menikah denganku dan dia tetap bermudah mudahan dengan lelaki seperti itu walau Aldo teman atau sahabatnya dan walau aku belum ada perasaan dengannya, tetap saja aku tentu akan marah besar padanya karena ia sudah tidak menghargai aku sebagai suaminya dan menjatuhkan aku sebagai sosok suami yang harus ia hormati. Dan aku pastikan itu tidak akan benar benar terjadi, karena aku tidak ingin menikah dengannya dan aku tidak ingin pernikahan ini terjadi.
Ya berhubung kami belum menikah dan aku belum mempunyai rasa dengan Ainun tidak mencintainya hingga detik ini. Tentu saja aku tak bisa marah dengannya, karena tak ada alasanku untuk marah dengannya, karena aku pernah mengatakan padanya aku tidak peduli apapun tentangnya dan aku memang tidak peduli tentangnya karena itu bukan urusanku. Aku tidak ingin mau tau dan terlalu ikut masuk lebih jauh ke dalam masalahnya,
kamu paham kan ?" ucap Ahmad Rafiq. Dalam seketika Salsa pun cukup terkejut mendengar pernyataan yang di ucapkan oleh Ahmad Rafiq.
"Astaghfirullah,, Jika kamu tidak mencintainya , lalu mengapa kamu melanjutkan pernikahan ini ? kenapa kamu tidak membatalkannya Bukankah itu pada akhirnya menyakiti perasaan kalian berdua ? menyakiti perasaanmu dan Ainun ?? Dan maaf kalau boleh tau , mengapa kamu tidak mencintainya ? apakah memang karena belum tumbuh rasa cinta di antara kalian ? atau ada nama lain di hatimu ? yang kini sedang bertahta di hatimu ? Tolong jawab pertanyaaku ini. " tanya Salsa yang menghadap ke arah Ahmad Rafiq.
\================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Ahmad Rafiq dan Salsa
"Hummm, bukankah aku sudah pernah bilang padamu ? dan Ainun pun sudah pernah mengatakannya padamu kan? Jika kami tidak saling mencintai dan kami di jodohkan dalam rencana pernikahan ini, Kami melakukan dan menyetujui pernikahan ini karena kami tidak ingin mengecewakan orang tua kami .
Ainun sudah tau semenjak awal, bila aku tidak mencintainya , begitupun aku telah mengetahui Ainun tak mencintaiku meski pada awalnya ku kira Ainun menyimpan perasaan denganku, ternyata aku salah. Ya syukurlah karena jika tidak itu akan rumit dan membuatku semakin pusing juga bingung tentunya. Ya aku sangat bersyukur Ainun tak ada menyimpan rasa denganku sehingga aku tak perlu merasa bersalah bila tanpa sengaja aku menyakitinya karena ia pun semenjak awal telah mengetahui tentang hal ini, tentang perasaanku yang takkan mencintainya begitupun denganku yang telah mengetahui semenjak awal jika Ainun tak mencintaiku juga. Jadi aku rasa tak akan ada yang merasa tersakiti, karena kita sama sama tak saling mempunyai perasaan. Bukankah seseorang akan terakiti bila ia mempunyai rasa cinta itu ? sehingga ia seringkali terluka atau tersakit oleh cinta dan orang yang ia cintai.
Dan aku juga tidak tau mengapa semenjak awal hingga detik ini aku belum bisa mencintai Ainun, begitupun dengan Ainun yang hingga detik ini belum bisa mencintaiku. Dan aku baru tau , mendengar pernyataan Ainun saat itu, saat ia bersamamu tanpa sengaja aku mendengar Ainun mengungkapkan perasaannya jika ia telah menyimpan perasaan dengan seorang lelaki. Dan ntah siapa lelaki itu yang berhasil mengambil hati Ainun, mungkinkah ia teman lama Ainun ? karena yang aku tau Ainun tidak mudah dekat seorang terlebih seorang lelaki. Meski saat itu tidak menutup kemungkinan bila banyak laki laki yang mungkin juga mendekatinya. Dan ya kamu benar mungkin karena kami di jodohkan jadi perasaan cinta itu belum tumbuh di antara kita mungkin juga karena memang sudah ada nama lain yang kini bertatah di hatiku. Cintaku padanya akan ku pastikan tidak akan pernah berubah,
insya Allah. Karena aku sangat mencintainya meski ia tidak menyadari kehadiranku. Bila melihat ia terluka dan menangis sungguh hatiku juga menangis dan ingin merengkuh nya. Tapi bila melihatnya bahagia sungguh aku bahagia, Salsa. Bukankah ini yang di namakan cinta ??" ucap Ahmad Rafiq.
"Begitu ya, ya mungkin benar kalian sudah saling mengetahui perasaan masing masing bila kalian tidak saling mencintai. Mungkin Ainun tau bila kamu tidak mencintainya begitupun dengannya juga mengetahui bila kamu tidak mencintainya tapi tetap saja untuk apa pernikahan itu terjadi bila tanpa di sertai rasa cinta itu sendiri ?? lalu bisakah membangun bahtera rumah tangga itu ? dan bagaimanakah tentang keluarga kecil yang akan di bangun nantinya? Mungkin untuk waktu yang hanya sementara, ya memang tidak mengapa tidak saling mencintainya terlebih saat ini kalian belum menikah. Tentu kalian belum benar benar merasakannya, apa yang aku katakan dan apa yang aku maksud ini.
Tapi pernikahan bukan hanya tentang kalian saja dalam bahtera rumah tangga itu sendiri, akan ada dua keluarga kalian dan anak kalian yang mungkin akan kecewa dan terluka bila mengetahui kenyataan ini. Kenyataan bila anaknya dan orang tuanya tidak saling mencintai dan ntah akan di bawa ke mana pernikahan itu sendiri.
Aku harap kalian berfikir kembali sebelum melanjutkan pernikahan kalian. Karena pernikahan bukan sebuah permainan atau pengorbanan sesaat, tapi lebih dari itu . Dan kalian mungkin akan benar benar paham juga mdngerti yang aku sampaikan bila kalian merasakannya sendiri. Aku harap kamu memikirkan ulang tentang hal ini, apa yang aku sampaikan." ucap Salsa.
"Ohya satu lagi, jadi benar karena di jodohkan kalian belum bisa mencintai ? dan mungkin lebih tepatnya sudah ada nama lain di hatimu ? yang kini bertatah di hatimu ? ... Baiklah , aku takkan menghakimi karena sebuah perasaan cinta itu datang secara alami tanpa sebuah paksakan.
Tapi bolehkah aku bertanya ? Ya meski aku tau kalian tetap melangsungkan pernikahan ini karena tak ingin membuat orang tua kalian kecewa. Tapi jika memang sudah ada nama perempuan lain di hatimu, kenapa kamu tak menyatakan saja perasaanmu padanya? atau ia sudah mengetahui perasaanmu ? sehingga dengan begitu kamu tidak perlu bukan , menikah dengan seorang perempuan yang tidak kamu cintai. Kamu bisa kok memberikan pengertian pelan pelan ke Abahmu , mungkin Abahmu akan paham bila untuk apa terjadi sebuah pernikahan tanpa cinta. Tentu setiap orang tua ingin anaknya bahagia dalam pernikahannya.
Mungkin memang sekarang Abahmu menjodohkanmu karena Abahmu menganggap hanya Ainun perempuan yang terbaik untuk mendampingimu tapi mungkin bila kamu terus berusaha dan mau menjelaskan ke Abahmu tentu saja Abahmu akan paham bila masih ada perempuan yang baik untuk mendampingimu, ya kamu hanya harus sedikit berusaha lagi untuk meyakinkan Abahmu dan aku yakin pada akhirnya hati Abahmu akan luluh juga.
Dan Aku juga akan membantu Ainun mencari sosok yang ia cintai. Karena bagaimanapun aku tidak ingin sahabatku menikah tanpa rasa cinta , aku juga tidak ingin ia akan tersakiti dalam pernikahannya atau kalian akan saling menyakiti tanpa sengaja.
Bukankah bila aku bisa membantunya menemukan seseorang yang Ai cintai, dengan begitu Ai bisa menikah dengan sosok itu dan begitupun denganmu bisa menikah dengan sosok yang kamu cintai. Bukankah itu tentunya indah dan kalian tak perlu takut akan saling melukai atau menyakiti tanpa sengaja ?? Yah walau menemukan sosok lelaki itu aku pun belum mengetahuinya karena hingga kini Ainun belum menceritakan detailnya padaku mengenai sosok itu.
Tapi aku akan berusaha membantunya sebisaku dan aku harap kalian bisa menemukan sosok yang kalian cintai sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan ini , semoga kalian juga bisa meyakinkan para orang tua kalian masing sebel pernikahan itu terjadi ya agar tak ada yang tersakiti nantinya. Bila kamu benar benar mencintainya, perjuangkan perempuan itu. Karena lelaki yang berani ialah bukan hanya sekedar mampu mengungkapkan perasaannya atau mencintai dalam diam tapi lelaki yang bisa menghalalkannya setelah ia mengungkapkan perasaannya. Yasudah mungkin hanya ini yang bisa aku sampaikan. Aku mau permisi dulu ya, aku mau ke sana dan ingin tau sebenarnya apa yang Ainun dan Aldo bicarakan. Kenapa lama sekali.. Sudah dulu ya, Kita bisa melanjutkan pembicaraan kita nanti atau gak sampai di sini saja dan coba pahami dengan baik apa yang aku sampaikan padamu. Assalamualaikum.." ucap Salsa yang mengakhiri pembicaraannya dan segera menghampiri Ainun juga Aldo...
"Salsa, tunggu.. Salsa kita nunggu di sini aja dulu." ucap Ahmad Rafiq yang kemudian mengejar sosok Salsa .
"Salsa...." panggil Ahmad Rafiq kembali .
Salsa pun berhenti tepat di belakang Aldo dan Ainun.
Salsa mencoba mendengarkan apa yang mereka katakan tanpa sengaja .
\=====================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Hati Salsa Hancur
"Al, maaf tapi hanya kamu laki laki yang aku damba untuk menjadi penggenap agamaku. Hanya kamu laki laki yang aku harap bisa menjadi imamku. Dan hanya kamu yang hingga detik masih aku cintai dan rasa itu tak berubah sedikitpun. Siang dan malam aku selalu berdoa agar kita bisa bertemu kembali dan di satukan dalam pernikahan ini, walau saat itu aku tidak tau apa itu akan benar benar terjadi atau tidak. Tapi aku selalu berharap terlebih aku mengetahui aku akan segera di jodohkan oleh Abahku. Sungguh aku tak mungkin bisa menikah dan melanjutkan pernikahan ini, pernikahan tanpa cinta. Akan di bawa ke mana bahtera rumah tangga tersebut Al ?? tolong jawab aku.." ucap Ainun.
"Aku sama sekali tidak mencintai lelaki yang Abahku jodohkan denganku karena aku mencintai kamu. Bukan lelaki itu. Aku berharap kamu lah kelak seseorang yang bisa mendampingiku dalam suka ataupun duka, seseorang yang mampu menghibueku dan menenangkanku saat amarah itu menguasaiku. Seseorang yang selalu membuat ku percaya, akan tetap selalu mencintaiku seperti aku yang tak pernah berhenti mencintainya. Ya sebesar rasa cintaku kepadanya, ku harap sebesar itu pula ia mencintai aku. Seperti sebesar rasa cintaku padamu, aku harap kamu juga mencintaiku dengan rasa yang sama. Aku dulu pernah melihat tatapanmu padaku itu tatapan cinta, ya itu dulu..dan kini aku tidak tau tapi aku harap tatapan itu masih sama, tatapan cinta yang selalu aku rindukan. Bila kini tatapan itu mulai terkikis karena kita tak kunjung pernah bertemu atau bersama, itu wajar bagiku. Tapi aku harap perasaan itu bisa tumbuh kembali dan bila kini sudah ada nama lain di hatimu, aku harap kamu mau meninggalkannya untukku.
Aku mohon Al, aku sakit Al, aku sebenarnya sakit dan aku membutuhkan kamu di sisiku menemaniku , membangun rumah tangga bersamaku hingga di saat akhirku. Aku sangat mencintaimu Al dan aku sangat berharap kita bisa membangun bahtera rumah tangga itu bersama." ucap Ainun kembali, yang tanpa sadar pembicaraan mereka di dengar oleh Salsa dan Ahmad Rafiq.
Pembicaraan mereka membuat hati Salsa hancur seketika..
Salsa pun segera berlalu meninggalkan tempat itu, sungguh ia tak sanggup lagi mendengar pembicaraan mereka lebih jauh. Terlalu sakit rasanya mengetahui sahabatnya dan lelaki yang ia cintai jika mereka saling pernah mencintai sebelum hadir dirinya dan kini sahabatnya meminta cinta itu kembali untuk dirinya. Sanggupkah Salsa bertahan dengan semua ini ? akankah Salsa melanjutkan pernikahan ini atau membatalkannya dan mencoba mengikhlaskan lelaki yang ia cintai untuk sahabatnya ?? lalu bagaimana dengan orang tua mereka bila mengetahuinya ??
Dan apakah Ahmad Rafiq tetap melanjutkan pernikahan dengan Ainun atau membatalkannya dengan membicarakan kepada Abahnya dengan segala skuensi yang akan ia terima.
"Salsa, tunggu. Aku tau perasaanmu saat ini hancur pastinya, tapi aku harap kamu bisa tenang dan tidak sekacau ini.. aku mohon. Aku tidak ingin melihat kamu menangis seperti ini, aku ikut sedih rasanya.
Jika itu yang terbaik, ikhlaskan mereka agar perasaanmu tidak terluka lebih jauh lagi. Aku mohon Salsa, bisa jadi yang kita benci sesungguhnya itu yang terbaik untuk kita. Dan bisa jadi sesuatu yang kita sukai sebenarnya itu tidak baik untuk kita.
Aku harap kamu bisa paham dari ayat yang aku maksud ini, takdir Allah selalu indah, Allah Maha adil dan tidak pernah salah menempatkan takdir bagi setiap hambanya, percayalah." ucap Ahmad Rafiq, mencoba menasehati dan menenangkan Salsa.
"Al, stop. Tolong pergi dari sini. Aku ingin sendiri menenangkan perasaanku. Aku tidak ingin ada orang lain di sampingku saat ini dan aku sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun dulu. Aku harap kamu paham." ucap Salsa.
"Humm, maaf baiklah silahkan tenangkan dirimu. Aku paham kamu butuh waktu untuk menerima kenyataan dan mencerna tentang apa yang baru saja kamu dengar. Yasudah aku permisi masuk ke dalam dulu ya, jangan banyak ngelamun nanti kemasukan, dan jangan kebanyakan menangis nanti hilang cantiknya, hehehe" ucap Ahmad Rafiq yang kemudian segera akan berlalu meninggalkan tempat tersebut.
\=========================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Cinta Yang Sangat Rumit
"Tunggu..tunggu. Sebentar saja aku ingin berbicara denganmu." ucap Salsa.
"Humm baiklah, mau berbicara apa ya ?" ucap Ahmad Rafiq yang Kemudian berbalik dengan dirinya yang masih bingung maksud dari Salsa memanggilnya.
"Al, mungkin mudah saja bagimu berbicara seperti itu, Ya yang kamu sampaikan benar memang. Tapi sayangnya untuk menerima apa yang kamu lontarkan tidak semudah itu karena hatiku ini sudah terlanjur terluka sangat dalam. Terkadang hati dan akal seringkali beradu dan tidak sejalan, bukankah begitu ? dan saat ini akal ku berusaha menerima apa yang kamu sampaikan, tentang kebenaran yang kamu sampaikan. Tapi ntah kenapa rasanya hatiku sulit menerimanya, mungkin karena hatiku sudah terlanjur terluka dan Kecewa sangat dalam pada mereka.
Mungkin memang betul, mudah saja kamu berbicara seperti itu, karena kamu tidak benar benar merasakannya.Kamu tidak pernah mencintai seseorang sedalam itu atau mungkin melihat orang yang kamu cintai juga pernah mencintai yang lain dan sahabatmu sendiri berusaha merebut seseorang itu darimu. Bagaimana Al rasanya? perasaanku ini ? Aku hancur dan kecewa dengan mereka, aku bisa saja mencoba mengikhlaskannya tapi aku tak bisa membohongi perasaanku sepenuhnya. Aku tidak tau apa aku bisa melanjutkan pernikahan ku dengan mereka tapi jika tidak tentu aku akan membuat Abahku kecewa padaku dan mungkin akan banyak hati yang terluka nantinya. Bukan hanya Abahku, tapi Papanya Aldo, Farah, Fatah, Abahmu dan Abahnya Ainun juga bila pernikahan ini terjadi karena bukankah kedua orang tua mereka atau kita tidak pernah merencanakan pernikahan seperti ini ? Ya meski aku tau mungkin untuk Farah dan Fatah masih muda baginya untuk mencintai Ainun karena Ainun mirip sekali dengan Puteri mama mereka. Jujur saja aku juga bingung harus apa dan bagaimana..
Aku bingung harus memilih siapa dan apakah aku harus mengorbankan perasaanku ?
merelakan seseorang yang ku cintai dengan yang lain ? atau tetap bertahan dan bersanding dengan lelaki yang juga menyimpan nama perempuan lain di hatinya selain aku ? meski mungkin benar perasaan lelaki itu dengan perempuan tersebut telah memudar tapi bisa saja kan tumbuh kembali ? terlebih mereka pernah saling mencintai dan wajah Ainun sangat mirip dengan Puteri, bukankah itu akan semakin mempermudah semuanya ?
mempermudah mereka untuk saling mencintai ?? bukankah begitu ?? " ucap Salsa kembali.
"Salsa, bukan aku tidak pernah merasakan yang kamu rasakan. Bahkan jauh lebih menyakitkan dari yang kamu rasakan.
Perasaanmu masih berbalas dan aku yakin sebenarnya Aldo tidak mencintai Ainun , mungkin dulu iya mereka pernah mempunyai perasaan tapi dulu dan mungkin kini perasaan itu telah pudar seperti apa yang kamu dengar tadi. Kamu hanya perlu percaya padanya dan coba beri ia kesempatan kembali bahwa hanya kamu perempuan yang ia cintai dan yang bertahta di hatinya." ucap Ahmad Rafiq, mencoba menghibur Salsa dengan kata kata yang ia sampaikan walau hatinya sendiri menahan perih.
"Salsa, aku pernah mencintai seseorang sangat dalam bahkan saat itu kami hampir saja menikah tapi Qadurullah, Allah berkata lain seseorang yang ku cintai dan yang sebentar lagi akan bersanding denganmu di pelaminan telah kembali kepada Allah. meninggalkanku dengan cara yang paling indah namun menyisakan luka begitu dalam untukku.
Ya dia meninggalkan dengan menyisakan rasa cinta itu dan membuatku selalu terbayang bayang Sosoknya hingga kini , dan membuatku sulit melupakannya. Hingga setelah kepergiannya aku menutup pintu hatiku untuk mencintai perempuan manapun karena aku tidak ingin terluka kembali dengan luka yang sama.
Hingga waktu terus berjalan, hari terus berlalu, minggu berganti Minggu, bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun aku masih tak mampu melupakan sosoknya dan seringkali menangis bila mengingat tentangnya. Dan aku pun masih menutup diriku untuk menerima cinta dari yang lain saat itu karena penilaian cinta bagiku saat itu tidak seindah seperti yang di bayangkan atau di katakan. Nyatanya seringkali cinta itu berakhir luka. " ucap Ahmad Rafiq berhenti sejenak untuk menghirup udara, karena ia merasakan udara di sekitarnya terasa sesak.
"Hingga Abah saat itu mengatakan ingin menjodohkanku karena Abah tidak ingin melihat aku yang tidak bisa move on. Melihat aku yang terus menerus menangis dan seperti terkurung dalam arus waktu dimensi saat itu, tentang kenangan masa lalu.
Pada awalnya aku juga tidak menyetujui perjodohan ini, terlebih aku juga belum mengenal sosoknya. Tapi Abah terus meminta dan memohon tapi aku masih sangat egois saat itu , yang hanya memikirkan kebahagiaanku saja dan tetap menolaknya. Hingga Abahku saat itu sakit dan harus menginap di rumah sakit, dokter berbicara padaku bila Abah tensi darahnya sangat tinggi sehingga Abah tidak boleh setress dan untuk kesembuhan Abah sebaiknya aku menuruti perkataan Abah dan fokus dengan kesehatan Abah hingga aku menyetujui permintaan Abah karena aku tak ingin membuatnya sakit dan melihat kondisinya semakin drop.
Aku tak ingin melihat keadaan Abahmu seperti itu. Ya hingga aku menyetujui permintaan Abahku Untuk menikahi Ainun perempuan yang tidak pernah bisa aku cintai hingga detik ini walau aku sudah mencoba berusaha mencintainya. Tapi jujur saja sulit hingga kini, lalu aku bisa apa? terlebih setelah aku bertemu seorang perempuan yang ntah mengapa selalu membuat sudut hatiku bergetar dan tak menentu. Mungkin untuk pertama kalinya aku merasakan cinta kembali setelah sekian lama. Tapi sayangnya tak ada yang bisa ku lakukan kecuali tetap melanjutkan perjohanku ini dan mencoba mengikhlaskan perempuan yang ku cintai yang mungkin akan bersanding dengan lelaki lain dan itu bukan denganku . Karena aku juga tak ingin mengambil resiko bila Abahku tau tentu akan sangat kecewa dan bersedih, mungkin saja setelahnya kondisinya drop karena rasa keterkejutannya. Tapi aku juga masih belum benar benar rela harus mengikhlaskan dan melihat seseorang yang ku cintai bersanding dengan lelaki lain.
Jujur saja aku tidak tau takdir cinta ini akan di bawa ke mana.
Tapi jujur saja, setidaknya meski kami tidak dapat bersama di pelaminan. Aku ingin menyatakan perasaanku yang sebenarnya padanya Salsa, bahwa aku sangat mencintainya." ucap Ahmad Rafiq, yang tanpa sadar membuat Ainun merasakan getaran berbeda di hatinya, yang ia sendiri tak mengerti mengapa bisa seperti ini ?? .
"Salsa, apakah kamu tidak ingin tau siapa seseorang yang ku cintai hingga detik ini dan bagiku melihatnya bahagia lebih dari cukup. Dan bila ia bersedih, akupun bersedih." ucap Ahmad Rafiq.
"Iya, siapa seseorang itu ? apakah aku mengenalnya?" tanya Salsa.
"Ya, Seseorang yang sangat aku cintai tapi ia mencintai lelaki lain dan sebentar lagi ia akan bersanding dengan lelaki lain. Dan orang itu..Kamu Salsa, kamu seseorang yang ku cintai itu. " ucap Ahmad Rafiq, yang membuat Salsa terkejut pada akhirnya.
"Hahahaha jangan bercanda.. Kamu lucu deh, tapi bercandamu benar benar tidak lucu.
Hahahaha kamu bisa aja lagipula mana mungkin kamu mencintaiku sedangkan kita baru mengenal kan ? Hahahaha kamu bisa saja ." ucap Salsa, mencoba tertawa menghilangkan rasa keterkejutannya dan rasa canggung di antara mereka.
"Hemmm, sudah aku duga mana mungkin kamu percaya." ucap Ahmad Rafiq dengan tersenyum, yang tanpa sadar senyumnya benar benar membuat Salsa jatuh cinta.
"Aku benar benar mencintaimu Salsa, aku tidak berbohong atau sekedar bercanda.
Lagipula aku hanya mengungkapkan perasaanku saja, tidak lebih. Aku tidak berharap kamu membalas perasaanku atau membatalkan perjodohanmu. Untuk apa ? . karena bagiku melihat orang yang ku cintai bersedih , aku juga bersedih dan melihat orang yang ku cintai bahagia , aku juga bahagia jadi tak mungkin aku merenggut kebahagiaan dan cintanya. Mungkin kamu butuh waktu untuk mencerna yang aku ucapkan, silahkan bila pun kamu ingin melupakannya dan menganggap Seperti tidak ada apa apa antara kita, sebelum ungkapkan yang tadi bicarakan padamu." ucap Ahmad Rafiq.
"Salsa ?" ucap Aldo.
"Ahmad Rafiq ?" ucap Ainun..
"Kamu mencintai Salsa Aa' ?" tanya Ainun Kembali. Sedangkan Salsa pergi begitu saja meninggalkan tempat itu dan meninggalkan mereka.
Karena saat ini hatinya sedang kacau .
__ADS_1
"Mengapa cinta harus serumit ini untukku ?" lirih Salsa dengan tangis yang tak mampu ia tahan lagi, karena hatinya begitu sesak. Terlebih melihat kedatangan Aldo bersama Salsa dan pernyataan cinta Ahmad Rafiq yang semakin membuat semuanya ruyam dan rumit.