Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 39


__ADS_3

Setelah kepergian Aldo dan Salsa, Ahmad Rafiq mendekati Ainun untuk mengajaknya beristirahat di dalam.


"Ai, masuk yuk ... istirahat...." ajak Ahmad Rafiq.


Sedangkan Ainun hanya merespon dengan menganggukan kepalanya tanda setuju,


"Loh, tamunya sudah pulang?" tanya Abahnya.


"Iya Abah ... Abah kok tadi gak ikut menemui tamunya Abah?" tanya Aldo.


"Hehehe iya, Abah tadi kurang enak badan jadi Abah lebih memilih istrirahat," ucap Abahnya.


"Ya Tuhan...iya Abah, gak papa. Lalu keadaan Abah sekarang bagaimana?" tanya Ahmad Rafiq kepada Abahnya.


"Alhamdulillah, keadaan Abah sudah baikkan dan enakkan...jangan cemas, dan khawatir ya.. Abah gak papa kok, Abah sehat, baik baik saja," ucap Abahnya, berusaha menenangkan hati anaknya yang sedang cemas mengenai kondisinya.


"Alhamdulillah syukurlah kalau Abah sudah agak baikkan dan sehat... karena kami akan sangat sedih bila Abah sakit.


Karena tak ada yang kami inginkan kecuali melihat Abah sehat dan baik baik saja," ujar Ahmad Rafiq.


"Begitupun Abah, tak ada yang Abah harapkan, kecuali melihat kondisi kamu sehat dan baik baik saja, juga pernikahan kalian bahagia, dan mampu menjalani keutuhan bahtera rumah tangga ini," ucap Abahnya, yang seakan mencubit hatinya tanpa sadar.


"Hehehe insya Allah Abah, doakan saja... Allah tau apa yang terbaik untuk kami," ucap Ahmad Rafiq.


"Iya tentu, siang malam..Abah selalu doakan keutuhan rumah tangga kamu, agar selalu baik baik saja dan bahagia selalu," ucap Abahnya.

__ADS_1


"Iya Abah ...." ucap Ahmad Rafiq.


"Yaudah Abah, aku mau anter Ainun istirahat dulu ya Abah, Abah juga ya istirahat... jaga kondisi kesehatan dan kondisi Abah, jangan terlalu banyak pikiran," ujar Ahmad Rafiq, mencoba mengingat Abahnya.


"Iya...kamu juga dan Ainun istrimu ini, ohya kamu mau istirahat? terus kalau Abah lapar gimana? gak ada makanan loh di meja makan Abah lihat tadi," ucap Abahnya.


"Hehehe iya ya Abah, yaudah biar Ahmad Rafiq belikan ya... bentar Ahmad anter Ai, ke dalam dulu ya Abah untuk istirahat..." ujar Ahmad Rafiq.


"Okeeelah, Abah juga mau ke dalam isrtihat," ujar Abahnya yang segera masuk ke dalam.


Ahmad Rafiq pun segera mengantar Ainun ke dalam untuk beristirahat, setelahnya ia pun pergi keluar untuk mencari makan siang dan malam untuk mereka.


*****


Pikiran Ainun pun melayang, teringat pembicaraannya dengan Salsa tadi.


Entah mengapa, di sisi lain ia merasa Salsa begitu peduli terhadapnya tapi di sisi lain Salsa begitu tidak menginginkan perceraiannya dengan Ahmad Rafiq walau ia sendiri tersiksa dengan pernikahan ini, mungkinkah Salsa takut bila dirinya mendekati Aldo kembali dan menjadi orang ketiga di bahtera rumah tangga mereka?


Bagi Ainun, jika pun ia harus berpisah dari Ahmad Rafiq, ia takkan mungkin mendekati Aldo dan merebut Aldo untuk menghancurkan rumah tangga sahabatnya, karena baginya ia akan sangat berdosa dan bersalah bila benar benar melakukan hal tersebut.


Entah mengapa, meski Ahmad Rafiq telah meminta maaf kepadanya dan ingin memperbaikinya, rasanya ia masih sulit untuk menerimanya dan memaafkan begitu saja.


Jika pun dirinya sudah memaafkan Ahmad Rafiq, tetap saja ia tak mungkin kembali lagi dan harus merasakan luka yang sama, sungguh bukanlah hal yang ia inginkan sama sekali dan takkan pernah ia ulangi lagi jika dulu ia pernah terjatuh dalam keadaan tersebut.


Melihat Aldo seperti seakan peduli ketika akan pulang tadi, entah Ainun merasa Aldo menunjukkan sikap seperti itu bukan benar benar peduli padanya, tapi tak lebih hanya sekedar basa basi saja.

__ADS_1


Dan sikap Aldo tadi benar benar membuatnya merasakan hatinya begitu nyeri, seandainya dari awal ia memperingati dirinya dan tak mengharapkan Aldo kembali mungkin hatinya takkan seterluka dan senyeri seperti saat ini.


Entah mengapa ketika pernikahan ini berjalan cukup lama, ia justru menginginkan perpisahan dan tak sanggup lagi rasanya bertahan lebih jauh lagi.


Padahal selama ini ia sudah cukup bertahan sangat jauh.


Mengapa Ahmad Rafiq menyadari saat dirinya sudah tak percaya cinta lagi dan tak mempercayainya, bahkan saat dirinya ingin menyerah dengan bahtera rumah tangga yang sedang mereka jalani, dalam pernikahan tersebut.


Namun Ahmad Rafiq datang dan meminta ia agar mengizinkan menerimanya kembali dan memberikan kesempatan lagi, sungguh baginya itu pilihan yang sulit untuk ia putuskan.


Dan entah mengapa hatinya pun seakan menolak keputusan tersebut.


Berulangkali Ainun menghembuskan nafasnya beberapa kali, untuk menenangkan dirinya.


Ainun pun lebih memilih menidurkan dirinya dengan menunggu kedatangan Ahmad Rafiq kembali.


Namun meski matanya sudah berusaha ia pejamkan, namun hatinya benar benar tak menentu saat ini hingga tanpa sadar bulir bulir air matanya lolos begitu saja, membasahi pipinya.


Ainun membiarkan begitu saja bulir bulir air mata itu membasahi pipinya, hingga beberapa menit kemudian ia mendengar suara motor Ahmad Rafiq yang menandakan telah kembali pulang, Ainun pun segera menghapusnya bulir bulir air mata itu.


Karena Ainun tak ingin Ahmad Rafiq tau bila ia sedang menangis, dan terlihat lemah seperti ini.


Ainun pun segera ke kamar mandi untuk cuci muka agar tak ada yang tau bila ia habis menangis, setelahnya Ainun berusaha tersenyum tipis untuk menutupi kesedihannya.


Sebenarnya Ainun sendiri masih mengingat jelas perbincangannya dengan Salsa, bila Ahmad Rafiq berusaha menunjukkan cintanya tersebut, namun entah mengapa Ainun tak bisa mempercayai, jika pun benar, ia belum tentu bisa membalas perasaan Ahmad Rafiq padanya.

__ADS_1


__ADS_2