Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Jujur


__ADS_3


Jam tiga lebih lima belas menit Aldo sudah bangun, dia memang sudah terbiasa untuk selalu mengerjakan sholat tahajjud, dia merasa begitu tenang.


Selesai sholat dia sembari menunggu adzan subuh, dia ingin membuka berkas-berkas yang harus di tanda tanganinya, banyak sekali mapp yang tersusun rapi di meja kamar tidurnya kini.


Gerimis pagi ini tak membuat semangat Aldo lemah, meski dia merasa kurang tidur tapi hari ini dia harus mengadakan rapat pleno dan tanda tangan surat peresmian apartement barunya


"Pak semua sudah siap" salah satu karyawan menyerahkan berkas.


"Bawalah, Aku sudah percayakan semua ini padamu" Aldo merasa tak khawatir, dia sudah cukup merasa aman, dia bekerja dengan orang-orang jujur.

__ADS_1


"Ini adalah bentuk kerja sama kita semua, tak ada yang boleh merasa lebih berjasa dari yang lain, kita sama..kita adalah Team work, yang tak sangat solid, ini tak akan terwujud secepat ini, jika bukan kita yang mengusahakan bersama" pidato yang Aldo sampaikan di depan semua orang, terkecuali Tukang dan kuli bangunan.


Sikap Aldo yang selalu baik dengan semua orang membuat dia semakin di segani tak hanya oleh para karyawan tapi juga para rekan bisnisnya.


Di acara peresmian tersebut tak hanya orang-orang yang berdasi mewah, atau hanya orang kaya yang menanam investasi yang besar dalam bisnisnya, tapi dengan kerendahan hati dia selalu mengundang Tukang dan para kuli untuk menghadiri peresmian tersebut, baginya ini adalah taeam work, jika tak ada pak tukang dan semua kuli, maka usaha yang dia lakukan bisa berantakan dan tak akab sesuai jalan.


"Terima kasih untuk pada kuli dan pak tukang, dengan kehadiran kaliana yang sudah mau membantu kami untuk membangun dan mewujudkan impian kami, jasa kalian sungguh luar biasa, terima kasih" Aldo bicara penuh ketulusan, karena dia selalu melakukan hal yang sama dan menghargai orang lain, sama sekali tanpa pamrih, pada setiap proyek miliknya.


Andai semua orang bersikap baik pada semua pekerjanya, menghargai mereka, tak memandang mereka rendah, tak hanya menikmati kerja keras mereka tapi jika semua sudah selesai dan beres nama mereka seakan hilang, tak berarti apa-apa,


Aldo sangat faham arti peduli, menghargai, meski dia bergelimang harta sejak kecil, tapi dia tidak manja, dia selalu mandiri, dia tau arti kerja keras sebenarnya, itu salah satu alasan yang menjadikan dia lebih peduli dan menghargai orang lain.

__ADS_1


"Pak Aldo hebat" terdengar suara yang begitu keras dari arah belakang, Aldo tak tahu siapa yang bicara.


"Pak Aldo sungguh luar biasa" suara laki-laki itu tak asing bagi Aldo, tapi dia tak dapat melihat itu siapa, karena ada begitu banyak kerumunan yang menghadiri acara.


Sekitar jam sepuluh semua sudah beres, Aldo ingin segera mencari keberadaan sang papa, perasaan rindu dan khawatir yang sangat besar tak dapat di sembunyikan.


"Aldo Anakku" suara itu terdengar lagi, suara yang sangat Aldo rindukan, dan tentu dia sudah tau siapa pemenangnya.


"Pa...pa..papa, Papa sehat?!" Aldo memeluk sang Papa, ada kerinduan yang luar biasa, tak ingin melepaskan.


"Kemana saja Papa selama ini?!" Aldo tetap ini tau tentang alasan Papanya pergi dari rumah, meninggalkan dirinya, dan sang mama yang begitu merasa kehilangan.

__ADS_1


Aldo sadar apa yang kini dia rasakan itu juga yang selama ini di rasakan Fatah terhadapnya, dia sangat rindu dengan Papanya dan saat bertemu ada kebahagiaan yang begitu luar biasa.



__ADS_2