
Di dalam Rumah mewah bak istana, lantai marmer yang selalu mengkilat, tak akan ada kotoran sedikitpun disana, ada taman luas di depannya, garasi mewah yang menampung hingga lima mobil, dan tiga motor.
Apa yang Aldo miliki sekarang adalah hasil kerja kerasnya, dia yang giat, rajin bekerja dan tak gampang menyerah, dia telah sukses memiliki segalanya, bisa mendapat apa yang dia mau dan inginkan, ingin jalan-jalan kapan pun, di manapun, pergi ke tempat wisata dalalm negerti ,atau ke luar negeri sekalipun semua sangat mudah bagi Aldo.
Di usia yang baru memasuki tiga puluh satu tahun, usia yang masih mudah bagi pria, tapi dia sudah memiliki segalanya, bisnis di mana, hotel, restourant semua dia punya, dan semua berkembang pesat.
Dalam sesuatau yang terlihat sempurna pasti ada lubang hitam yang mengangah, tak selamanya senyum pertanda bahagia, bisa jadi senyum adalah bungkus untuk menyembunyikan luka.
Kamis malam jum'at adalah salah satu hari yang sangat istimewah, sebisa mungkin dia selalu takziyah ke makam Almh. Putri, disana dia selalu menumpahkan segala perasaan dan gundah yang sedang dia rasakan, air mata, derita dan masalah dia curahkan seolah ada putri di depannya.
***Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikit pun kubayangkan
Kau akan pergi tinggalkanku sendiri
Begitu sulit kubayangkan
Begitu sakit kurasakan
Kau akan pergi tinggalkanku sendiri
Di bawah batu nisan kini
Kau telah sandarkan
__ADS_1
Kasih sayang kamu begitu dalam
Sungguh 'ku tak sanggup ini terjadi
Karena 'ku sangat cinta
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan, kasih
Satu jam saja 'ku telah bisa
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja 'ku telah bisa
Sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
__ADS_1
Di nantiku
Inilah saat terakhirku melihat***…
"Assalamu'alaikum kamu juga di sini, Nak?!" Di perjalanan pulang Aldo bertemu dengan Mamanya Putri.
"Wa'alaikum salam,..Ma, tumben sendirian aja"Aldo membalas salam sambil melihat sekeliling, mencari orang yang mungkin ada untuk menenamani Mama mertuanya Itu.
"Iya sendirian aja, Papa masih ada tugas" Mama menepuk pundak Aldo dan berlalu meninggalkan Aldo.
Kematian tak akan pernah dapat memutus tali hubungan, baik hubungan darah atau hubungan pernikahan, kematian hanya sedikit dari bagian proses perjalanan kehidupan, karena sebenarnya kematian bukan akhir dari segalanya, setalah kematian akan ada dunia lain lagi, yaitu dunia akhirat, dunia yang kekal, yang sebenarnya kehidupan.
Jasad boleh terpisah tapi hati dan cinta akan selalu tumbuh subur sempurna, cinta tulus yang tak akan putus hanya karena beda dunia,.
Melihat Ibu mertuanya Takziyah sendirian, Aldo tak sanggup dan tak tega jika harus meninggalkan mertuanya sendirian, dia rela menunggu sang mertua untuk di ajak pulang sama-sama, meski dia tau Jika Mama mertuanya itu berkunjung ke makam Putri tak akan sebentar, pasti memakan waktu yang sangat lama, tapi Aldo masih setia untuk tetap menunggunya.
"Kamu harus melanjutkan hidupmu, Nak" Mama Putri menasihati menantunya.
Mamanya Putri adalah wanita yang bijak, dia bukan wanita egois, yang selalu menyalahkan orang lain, Dia tau bahwa Aldo sangat mencintai Putri, tapi dia juga tau bahwa Aldo berhak bahagia, dan cucu-cucunya pun punya hak lebih untuk merasakan kasih sayang seorang ibu, mereka semua berhak melanjutkan dan merasakan hidup normal, layaknya manusia yang lain, Aldo berhak menikah lagi dan cucu-cucunya dapat merasakan punya orang tua lengkap, itu yang dia harapakan.
"Entahlah...Ma" mendengar ucapan mAma Aldo tak dapat menjawab lebih, dia hanya mampu menarik nafas yang terasa begitu berat, seakan menunjukkan ada beban yang begitu berat dia rasakan.
Mata adalah saksi hidup bagaimana besarnya cinta Aldo untuk putri tunggalnya, Cinta tulus itu sudah benar-benar di buktikan oleh Aldo, sejak awal tak ada keraguan sedikitpun untuk memasraha kan dan menyerahkan Putri menjadi istri Aldo, laki-laki yang punya hati setulus malaikat dalam merawat dan membahagiakan Putri, kini Anaknya sudah tenang di dalam kubur, dan saatnya Aldo membuka cerita baru di hidupnya.
Masa lalu memang tak bisa untuk di lupakan, kadang memang kita sendiri yang ingin tetap mempertahankan, masa lalu berhak di kenang, dia pantas mendapat ruang khusus untuk selalu di ingat dan di kenang, tapi masa lalu bukan pembatas untuk memperoleh masa depan yang cerah dan jadi keinginan semau orang, semua orang berhak mengenang masa lalunya tapi semua orang lebih berhak mendapat kebahagiaan di masa depannya. Begitupun Aldo.
__ADS_1