
Hampir dua bulan sudah Papanya Aldo tak pulang, semua keluarga tau jika dia sedang tugas ke luar negeri tapi nyatanya tidak.
Sepandai-pandainya tupai melompat ia akan jatuh ke kubangan juga.
Sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga.
Rasa bersalah yang selalu muncul, seakan selalu menghantui hati dan fikiran papa, sebenarnya dia ingin menikmati masa-masa tuanya dengan istri tercinta, Anak dan cucunya, tapi masa lalu yang kembali hadir, membuatnya tak tenang, dia merasa hidup dengan menanggung dosa besar, dia merasa sudah waktunya untuk memperbaiki semua, dia tak ingin meninggal dengan banyak dosa, dan menyisahkan luka bagi orang-orang yang di cintainya.
Masa lalu hadir untuk menjadikan masa depan lebih indah, tapi bagi papa? Dia takut untuk jujur tapi juga dia harus melakukannya, dia tak ingin semua semakin runyam, tapi di satu sisi dalam hatinya dia juga berfikir akan konsekuwensi atas semua tindakannya, tapi ini salahnya dan dia tahu bahwa dia sendiri yang harus memperbaikinya.
Langit tak selamanya cerah, mendung memang pertanda hujan, tapi hujan tak harus datang saat mendung.
"Ma'afkan Papa do" suara papa di ujung telefon.
__ADS_1
"Tapi Papa sekarang ada di mana, pa?" Aldo bertanya penuh selidik tapi jujur dia sangat khawatir akan keberadaan sang papa.
"Papa sehat-sehat saja, tapi papa nggak bisa bilang papa dimana, papa minta ma'af" hanya kata Ma'af dan Ma'af yang mampu papa ucapkan, rasa bersalah pada Aldo dan istrinya tapi dia tak bisa lepas tangan akan masa lalunya yang kelam, dia harus membenahinya.
"Nanti papa akan menjelaskan semuanya, tapi tidak sekarang..!" Papa menutup sambungan telefon Aldo
Sebenarnya Aldo sudah curiga dengan kepergian papanya, karena yang dia tau tak ada urusan bisnis yang mengharuskannya ke luar negeri, tapi Papa bilang ada urusan yang harus di selesaikan
"Ada yang Papa sembunyikan, dan untuk urusan bisnis kenapa harus sampai dua bulan Papa tak juga pulang" Aldo bicara sendiri dalam hati, dia berfikir bahwa mungkin Papanya sedang mengalami banyak masalah, dan berusaha menyembunyikan sesuatu darinya
Pagi-pagi buta setelah sholat subuh Aldo langsung berangkat kerja, tanpa berpamitan dengan siapapun dia pergi seorang diri
Mobil sport warna hitam keluaran terbaru dia kemudikan seorang diri, dia ingin menemui om Vino, sahabat papanya yang sangat akrab,Aldo sudah mengenal om vino sejak dia kenal masih kecil, om vino sangat baik pada Aldo, dia telah menganggap Aldo sepert Anaknya sendiri.
"Om harus menjelaskan pada Aldo tentang semaunya, Aldo bukan anak kecil yang bisa di bohongi dengan muda" Om Vino yang masih memakai piyama berusaha menenangkan Aldo.
__ADS_1
"Kamu terlalu pagi untuk bertamu" Om Vino tersenyum, dia tahu betul watak Aldo, jika dia sudah punya tekad tak akan ada yang mampu menghalanginya.
"Aku yakin om tau yang sebenarnya, dan om tau persis maksud kedatangan Aldo pagi-pagi ke sini" Aldo sedikit memberi penekanana dalam nada bicaranya, dia sedikit menahan emosi.
"Seharusnya kamu tak bertanya pada Om, apa maksud tujuan kamu kesini saja, Om tak tahu" om vino mencoba untuk mengelas tapi Akhirnya dia tak mampu juga untuk membohongi Aldo yang sudah dia sayangi layaknya Anaknya sendiri.
"Om sudah berjanji pada diri om sendiri untuk menyembunyikan semau ini, karena ini masa lalu Papamu yang sangat kelam,. Om tak ingin ada yang tau soal ini" Om vino senyeruput kopi yang di hidangkan pembantunya.
Om vino masih terlihat awet muda, dia selalu olahraga dan makan-makanan yang sehat, Om vino masih masa seperti dahulu, Aldo juga tahu tentang seluruh keluarga Om vino.
"Tapi Aku anaknya, Anak kandungnya, Aku berhak mengetahui segalanya"
"Apa papa sakit om?!" Aldo tak tahu apa yang sebenarnya telah di sembunyikan oleh papanya dan Om Vino, tapi kepergiaan papa dengan sembunyi-sembunyi membuatnya khawatir dan tak dapat berfikir jernih... kenapa papanya dan vino sama-sama menyembunyikan rahasia, apa yang sebenarnya mereka telah sembunyikan Aldo bertanya-tanya dalam hati.
__ADS_1