
Kebiasaan yang tiap hari bertemu dengan Salsa membuatnya semakin bahagia, dia merasakan kebahagiaan yang begitu luar biasa, dia seakan menemukan oase dalam kegersangan hidupnya, dia seperti menemukan mutiara di laut yang dalam, dia tak merasa begitu beruntung menemukan orang yang sangat perhatian dan peduli pada dia.
Apa yang selama ini dia rasakan, kesepian tanpa adanya orang yang mengerti akan kegundahan hatinya, melihat Salsa bicara dengan senyumannya yang tulus, merawatnya dengan penuh perhatian, melayani dia dengan sangat baik itu semua memberi Aldo semangat untuk sembuh.
"Makanan nya di habiskan ya?!" Salsa menyuapi Aldo bubur
Aldo harus makan bubur karena lambungnya yang masih perih jika di beri makanan yang kasar.
Kebanyakan penyakit dan penyebab awal dari suatu penyakit tidak lain memang berasal dari fikiran, banyak penyakit yang faktor awal nya dari proses stress yang membuat beban pada otak, salah satunya penyakit asam lambung, penyakit yang di derita banyak orang, hampir semua orang punya penyakit maag itu berasal dari telat makan dan stress yang dapat menyebabkan asam lambung naik secara drastis.
Salsa tiap hari harus menyuapi Aldo makanan, Salsa ingin Aldo cepat pulih dan segera pulang ke rumahnya, dia sebenarnya tak ingin berada di posisi seperti ini.
Dia yang berusaha pergi dan melupakan semua masa lalu yang selalu menyakiti nya dari dulu, malah kini harus di hadapkan dalam situasi dan kondisi yang membut nya kasihan, Aldo selalu merasa senang jika di suapi makanan oleh Salsa entah itu semua di sengaja Aldo atau tidak, jika Salsa belum sempat menyuapinya makanan, maka Aldo tak akan makan, tapi bagi Salsa tak masalah jika harus menyuapi makanan buat Aldo tiap hari, baginya kesembuhan Aldo lebih penting dari hatinya
Salsa tak dapat memungkiri ada debaran hebat yang masih terasa setiap kali tanpa sengaja dia melihat mata Aldo, mata yang kini terlihat begitu banyak cinta dan harapan untuknya, tapi Salsa sudah sadar diri untuk selalu menjaga hatinya, agar Aldo tak lagi mudah untuk kembali menyakiti hatinya.
semua itu menyebabkan proses penyembuhannya lebih cepat dari yang seharusnya.
"Tolong bantu Aku...sayang!" Aldo meminta bantuan Salsa untuk mengambil air untuk minum, dia merasa sangat haus, dia masih sangat lemah, tenaganya belum bisa pulih sempurna
Sebenarnya Aldo yang masih sakit merasa malu untuk memanggil Salsa dengan sebutan itu, tapi Aldo tak dapat menyembunyi kan perasaan hatinya.
Dari dulu Aldo memang selalu romantis tentu kepada orang yang dia sayang, saat Aldo menyayangi seseorang Aldo sangat mengistimewakan orang tersebut dan kini di hatinya ada nama Salsa orang yang dia sayang
Cinta, sayang, itu adalah sejenis perasaan yang hanya dapat di rasakan, untuk dapat mengetahui kata-kata tersebut kadang kita memang harus mengucapkannya, ucapan yang sekedar di gunakan sebagai simbol bahwa kita mencintai dan menyayangi seseorang, meski cinta dan sayang lebih butuh bukti dari pada hanya sekedar kata-kata manis semata.
"Baik sayang" Aldo kembali mengulang kata itu lagi, dia sengaja ingin memanggil Salsa dengan sebutan yang sangat spesial itu, karena dia jujur berkata dari dalam hatinya, jika sudah ada rasa sayang khusus di hatinya hanya untuk Salsa
__ADS_1
"Apa-apaan si?!" Salsa terlihat salah tingkah, perasaan yang berusaha selalu dia tutupi itu terbuka sendiri.
"Makan saja sendiri" Salsa marah, entah itu pura-pura atau memang jujur itu perasaanya.
Karena sejujurnya Salsa ingin marah-marah dan menumpahkan seluruh kesal dan resah yang ada di hatinya, dia ingin memarahi Aldo habis-habisan tapi dia tak bisa, sekarang Aldo sedang sakit lalu dadi ilmu agama yang di ketahui Salsa jika dalam islam di larang marah, apalagi hanya karena dunia.
"
"Aku mau keluar sebentar"
Salsa keluar dari ruang inap kamar Aldo, dia tak bisa untuk terus menahan getaran hatinya , jika terus menerus di dalam bersama Aldo dia takut hatinya akan kembali terbuka mendengar semua gombalan Aldo.
Di balkon rumah sakit Salsa berkutat dengan fikirannya sendiri, dia ingin membuka hatinya, bisa bahagia bersama Aldo dan Anak-anaknya karena dia juga dapat melihat dari tatapan tak sengaja ada cinta tulus pada sorot mata Aldo, dia tahu jika Aldo sudah membuka hatinya untuk Salsa
Tapi di satu sisi Salsa takut, jika itu hanya sekedar hayalan nya saja, dia takut jika Aldo hanya memanfaatkan dia saja, tanpa benar-benar tulus mencintai dan menyayangi dia, karena dia sadar dia siapa.
"Allah tolong Aku"
"Mama....papa...andai kalian berdua ada di sini" Kata-kata Salsa dan kata ribuan orang di dunia, saat kita merana, sedih, terluka tanpa adanya orang tua hanya kata-kata itu yang akan terucap, seakan kata-kata sakti, tapi sebenarnya bukan, kata-kata malah membuat kita down, seakan tak mampu dan tak ikhlas menerima kenyataan.
Rindu pada orang tua itu hal yang wajar, apalagi pada orang tua yang sudah meninggalkan kita untuk selamnya, relakan mereka, selalu rindukan mereka, ingat mereka dalam do'a bukan tangisan dan air mata menghadapi cobaan hidup kita.
Jika ada masalah lari lah pada Allah SWT dia adalah penentu kebahagian mu, banyak-banyak mengingat-Nya, karena hanya dengan mengingat Allah SWT hati menjadi tenang.
Air mata Salsa tak berhenti menentes, dia merasa seorang diri, dia rindu kedua orang tuanya, dia menangis seraya membaca istighfar dan sholawat.
Istighfar dan sholawat adalah do'a yang paling mudah di ingat dan di lakukan oleh umat islam, keduanya sangat mujarab, dapat menenangkan jiwa, menghilangkan resa, membuka jalan keluar, pemberi rizqi tapi sayangnya banyak yang lupa melafadz kan keduanya.
Dua kalimat tersebut seperti pedang bagi umat islam, dia pegangan yang paling kokoh, mari biasakan diri untuk selalu mengingat Allah SWT dengan sering-sering dan banyak-banyak membaca istighfar dan sholawat.
__ADS_1
Lama Salsa menangis dia tak sadar jika Aldo menantinya di dalam, dengan tertatih-tatih Aldo berjalan ke luar, meski Aldo merasakan kepalanya masih sangat berat untuk sekedar bangun dari tempat tidur, tapi Aldo memaksa dirinya keluar, dia sangat khawatir akan keadaan Salsa yang lama tak kunjung kembali ke kamar dia di rawat.
"Apakah dia marah Aku memanggilnya dengan sebutan sayang tadi, hingga dia lupa Aku ada di sini. Apakah dia sudah pergi meninggalkan Aku?!" Aldo bicara sendiri dan mencoba meraih pintu.
"Apakah tak kesempatan untukku untuk menyembuhkan semua lukamu, tak adakah kesempatan bagiku untuk membahagiakanmu karena selama ini aku orang yang sangat bodoh, yang tanpa sengaja ternyata sering menyakitimu, tolong ma'afkan Aku" Aldo tertartihh-tatih keluar kamar, dia mencari Salsa, Aldo melihat Salsa menangis, tangisan Salsa itu sedikit - banyak telah menjadi bagian dari kisah hidup Aldo.
"Ma'afkan Aku" Aldo kembali mengulang kata-katanya.
"Kau tak salah, ini hanya ujian hidup kita" Salsa tersenyum, mengusap air mata dan deritanya seakan ikut terhapus juga.
Wanita itu bisa di katakan makhluk yang lemah tapi unik, jika ada masalah, maka banyak dari mereka akan menangis, dan meraung-raung, tapi jika tangis itu hilang, seakan semua beban hidup mereka ikut menghilang.
Salsa mengajak Aldo masuk ke dalam kamar nya.
Salsa tak pernah bisa melihat Aldo menderita, dia selalu rela berkorban untuk Aldo, meski Aldo tanpa sengaja malah menyakitinya.
"Apakah kita bisa memulai semuanya dari awal?!" Aldo masih terus mencoba.
"Baiklah" jawaban singkat Salsa yang seakan memberi spirit baru bagi Aldo.
Lembaran baru itu kini mulai mereka buka, dan
Aldo merasa begitu sangat bahagia, sampai dia lupa, jika masih ada selang infus di tangannya.
Kesempatan ke dua, ke tiga, ke empat, ke lima, ke enam, akan selalu ada , mereka punya masa lalu masing-masing, mereka pernah merasakan masa lalunya berbeda-beda keadaan, tapi mereka berniat jika di masa depan mereka bisa berjalan bersama.
Anak-anak Aldo, Farah dan Fatah adalah salah satu tujuan mereka untuk menikah.
Salsa dan Aldo berharap, kelak mereka menjadi kekuarga yang harmonis. Sakinah, Mawadah dan Warohmah.
__ADS_1