
"Yaudah yuk berangkat, keburu telat." ucap Aldo , dan di ikuti oleh Salsa di belakangnya menaiki mobil.
Setelah beberapa menit perjalanan, Aldo memulai pembicaraan kembali.
"Sal, aku sebenarnya ingin cerita dan minta bantuan kamu. Hanya saja aku bingung harus bagaimana mengungkapkannya dan selama ini aku juga gak punya orang terdekat untuk ku bercerita. Dan aku harap jika aku bercerita, kamu bisa menyimpan rahasia ini ya.." ucap Aldo, memohon.
"Humm iya deh, cerita aja.. Mau ngomong dan minta bantuan bagaimana? Aku janji gak akan bercerita ke siapapun dan akan tetap jaga rahasia ini, insya Allah." ucap Salsa.
"Salsa, kamu tau kan Papaku kala itu menghilang dan ternyata dia mencari keberadaan tante Ayu Dan aku ingin membantu Papa mencari Tante Ayu." ucap Aldo.
"Tante Ayu siapa Al ?" tanya Salsa.
"Tante Ayu itu... seseorang yang kala itu pernah terenggut kesuciannya oleh Papaku. Saat Papaku masih remaja saat itu, pergaulan bebas dan kekhilafannya. Kini Papa ku menyesal dan merasa bersalah.
Papaku ingin meminta maaf dan bertanggung jawab, oleh sebab itu Papaku mencari keberadaan tante Ayu dan aku ingin membantunya." ucap Aldo.
"Dan apa yang kamu minta dariku? membantumu mencari keberadaan tante Ayu ?" tanya Salsa.
"Iya, mau kan kamu membantuku mencari keberadaan tante Ayu? karena aku gak mungkin tega membiarkan Papaku seorang diri mencari ke sana ke mari keberadaan tante Ayu. Mungkin dengan lebih banyak yang membantu Papa, kita bisa menemukan keberadaan tante Ayu. Tapi aku mohon tolong jaga rahasia ini ya." ucap Aldo.
"Iya Al, baiklah. Aku takkan menceritakan ke siapapun. dan aku akan membantumu mencari keberadaan tante Ayu ya." ucap Salsa.
"Terus kita harus ke mana dulu dan mulai dari mana untuk mencari tante Ayu? " tanya Salsa kembali.
"Kita ke kantor Papaku dulu ya." ucap Aldo.
"Hemm, okee boleh deh, kita ke kantor Papa." ucap Salsa. Dan Aldo pun segera melajukan mobilnya ke kantor Papanya, Pak Herman.
Hampir perjalanan satu jam mereka sampai di kantor Pak Herman dan mereka pun segera turun memasuki kantor tersebut.
"Papa, sekarang di kantor kah? tidak sedang rapat Pa? jika iya aku mau masuk ke dalam ruangan Papa, ada yang ingin ku bicarakan sama Papa." ucap Aldo.
"Iya Papa ada rapat nanti siang tapi, baiklah masuk saja jika ada yang ingin di bicarakan." ucap Herman, papa Aldo.
"Iya Pa, baiklah aku masuk ya. Makasih Pa." ucap Aldo.
"Yuk Sal, masuk ke ruangan Papa, pumpung meetingnya masih nanti siang." ucap Aldo mengajak Salsa.
"Iya yuk Al." ucap Salsa kemudian mereka segera menuju ruangan pak Herman.
toktoktok ( pintu di ketuk)
"Iya silahkan masuk." ucap pak Herman dari dalam.
"Aldo ? Salsa ? ada apa kok kalian di sini?" tanya Herman heran melihat anaknya juga calon mantunya berada di kantor ini.
"Iya Pa, karena ada yang ingin ku bicarakan sama Papa. Ohya Papa apa kabar ? sehat?" tanya Aldo ke Papanya.
"Alhamdulillah Papa sehat, seperti yang kamu lihat sendiri." ucap Herman.
"Alhamdulillah, kalau Papa sehat sehat aja. Ohya Pa, maaf sebelumnya, ada yang ingin kami bicarakan apa boleh ?" ucap Aldo.
"Ohya mau membicarakan apa Al ? silahkan boleh saja, pumpung rapat Papa masih di mulai nanti siang." ucap Herman.
"Humm ini berhubungan dengan Tante Ayu Pa." ucap Aldo.
"Tante Ayu? Tante Ayu siapa Al ? dan kenapa dengan Tante Ayu?" ucap Herman yang bingung dan pura pura tidak tau karena di hadapan calon menantunya.
"Iya Pa, kami ingin membantu Papa mencari keberadaan tante Ayu, humm apa Papa mengizinkannya ? Salsa akan membantu kita Pa, mencari keberadaan tante Ayu." ucap Aldo.
"Tunggu dulu, jadi Salsa uda tau mengenai Tante Ayu?" tanya Herman.
"Iya Pa, Salsa mau kok membantu kita mencari Tante Ayu. Maaf Pa, aku cerita ini ke Salsa karena aku butuh teman cerita dan seseorang yang membantuku. Terlebih Salsa ini kan calon istriku, juga menantu Papa. Jadi aku yakin dengan bercerita ke Salsa pilihan tepat karena Salsa juga janji takkan menceritakan ke siapapun dan akan membantu kita." ucap Aldo kembali.
"Hemm, baiklah. Papa harap kamu gak salah pilih teman bercerita dalam menceritakan rahasia mu dan pribadimu. Papa harap Salsa bisa memegang janjinya dan tidak berkhianat." ucap Herman kembali, dengan sesekali melirik ke arah Salsa .
"Iya Pa, saya janji akan amanah menjaga rahasia ini . Takkan menceritakan ke siapapun dan akan membantu semaksimal mungkin." ucap Salsa.
"Syukurlah kalau begitu. Papa harap begitu. Terimakasih.." ucap Herman, kembali.
"Ohya Pa, setelah kejadian Tante Ayu itu pas Papa masih remaja di kota itu, apa Papa gak pernah melihat atau bertemu dengannya? atau dengar tanda tanda keberadaannya? " tanya Salsa.
"Enggak, kalau bertemu tentu Papa gak akan kecariaan seperti ini Sal." ucap Herman.
"Iya maaf, kalau boleh tau alamat lengkap terakhir bertemu atau menemukan keberadaan tante Ayu? biar nanti kami atau kita ke sana, mencoba mencari lagi. Bukankah tidak ada proses mengkhianati hasil?" tanya Salsa.
"Iya, nanti Papa kasih tau, sebelumya makasih ya." ucap Herman.
"Ohya, nah waktu istirahat tiba. Papa mau kita membicarakan sebentar tentang ini di restoran ya supaya lebih leluasa. Nanti setelahnya Papa antar kalian sekalian pulang ke rumah makan masakan mamamu bentar setelahnya balik ke kantor lagi." ucap Herman.
"Oooh baiklah , kalau begitu ayo Pa, jika itu keputusan Papa hehe." ucap Aldo.
"Iya, Ayuk..." ucap Aldo yang di ikuti oleh Herman juga Salsa.
\=====================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Penyesalan Herman
Sesampainya di restoran mereka segera memesan beberapa makanan dan minuman sebelum melanjutkan pembicaraan kembali.
"Ohya Papa mau pesan apa? silahkan." ucap Aldo.
"Papa tidak ingin pesan apa apa, karena nanti Papa mau pulang makan masakan mamamu. Kalau Papa pesan sekarang nanti duluan kenyang." ucap Herman.
"Kalian pesan saja dulu, silahkan." ucap Herman kembali, dengan memainkan handphonenya.
"Pa, kita di sini ingin berbicara . Tolong jangan Papa sibuk dengan handphone Papa. " ucap Aldo, yang terlihat kecewa.
"Lagipula Papa bisa pesan jus setidaknya, bila tidak ingin kenyang nantinya." ucap Aldo kembali.
"Okee baiklah, Papa pesan jus, satu saja ya. Maafin Papa Al. Papa salah dan nyesel bikin kamu kecewa. Terimakasih ucapanmu menyadarkan Papa. Bilang aja jika ada uneg uneg mu tentang Papa agar Papa bisa mengubah diri menjadi lebih baik lagi." ucap Herman, penuh sesal.
"Iya Pa, maafin juga bila ucapan Al kasar dan tidak sopan.. Karena Al gak mau Papa seperti itu." ucap Aldo.
"Iya Al, gak Papa justru Papa terimakasih banyak ke kamu." ucap Aldo.
Setelah beberapa menit kemudian, pelayan datang mengantarkan makanan yang mereka pesan.
"Silahkan di nikmati, semoga suka dan betah dengan pelayanan kami. ucap pelayan tersebut.
"Terimakasih kembali." ucap Aldo, Herman juga Salsa bersamaan.
"Kami permisi dulu, bila ada yang kurang bisa panggil kami." ucap pelayan tersebut .
"Iya silahkan." ucap Pak Herman yang kemudian pelayan itu berlalu pergi .
"Ayo di makan dulu saja, nanti kita lanjutkan setelah makanan habis." ucap Herman setelah pelayan itu undur diri.
"Iya Pa, makan sambil berbincang saja. Supaya waktu Papa juga gak terbuang banyak karena kan nanti Papa harus ke rumah dulu, makan baru ke kantor. " ucap Aldo.
"Meski Papa atasannya, tapi rasanya gak etis lah kalau Papa pergi kembali sesuka hati. Karena sebagai pemimpin kita harus menjadi contoh untuk karyawan kita. Jika kita gak menunjukkan contoh baik bagi karyawan kita lalu bagaimana dengan karyawan kita nantinya, begitupun sebaliknya Pa." ucap Aldo.
"Wah Papa kagum denganmu. Oleh sebab itu Papa gak pernah ragu pilih kamu Al." ucap Herman.
"Terimakasih Pa, yaudah yuk kita lanjut makan sama membicarakan tentang hal tadi ." ucap Aldo.
"Iya, jadi Papa mau mengulang bercerita ke kamu ya Sal, bagaimana cerita awal mulanya. Meski Aldo sudah cerita ke kamu tapi Papa sebagai narasumber yang asli mengalaminya ingin menceritakan sendiri tentang hal tersebut." ucap Herman Kembali.
"Iya silahkan Pa. Salsa sangat senang tentunya bisa mendengarkan secara langsung dari Papa mengenai kejadian itu dan tentang Tante Ayu." ucap Salsa.
"Iya terimakasih atas responmu , Papa mulai bercerita ya...." ucap Herman yang mulai bercerita .
"Hemm jadi begitu, Papa benar benar menyesal, merasa bersalah maka dari itu Papa ingin mencari keberadaannya..Papa juga gak tau dia sudah punya anak dari Papa atau belum." ucap Herman sedih, setelah menceritakannya.
"Yaa Allah.." lirih Salsa, hanya kata itu yang bisa Salsa ungkapan.
"Semoga kita bisa mencari keberadaan tante Ayu sebelum terlambat. Semoga tante Ayu masih hidup sehingga Papa bisa meminta maaf kepadanya dan bertanggung jawab. " ucap Salsa.
"Iya Sal,itu kebodohan Papa jaman remaja dan Papa janji takkan mengulangi lagi.
Papa benar benar menyesal dan merasa sangat bersalah. Hari hari Papa selama ini terlebih dahulu pas awal Ayu meninggalkan Papa setelah kejadian itu Papa merasa di hantui rasa bersalah itu terus menerus dan halusinasi akan keberadaan Ayu di sisi Papa." ucap Herman.
"Tapi Sal, untuk bertanggung jawab Papa harus melakukan apa? sementara Papa gak mungkin menikahinya karena sudah ada Mamanya Aldo, istri yang sangat Papa cintai . " ucap Herman.
"Sejujurnya Papa juga bingung,ingin menceritakan ini kepada istri Papa, Ibunya Aldo tapi Papa gak yakin dan ragu yang Papa takutkan dia syok dan akan menjauh dari Papa karena rasa kecewa yang dalam terhadap Papa, suaminya yang ia cintai sudah membohonginya." ucap Herman seakan tau isi hati istrinya.
"Lalu Papa harus bagaimana bercerita atau tidak ya?" tanya Herman Salsa dan Aldo.
"Mungkin untuk sementara waktu jangan dulu Pa, karena bisa jadi ketakutan Papa terjadi. Dan bagaimapun kita harus memberitahukan ke Ibunya Aldo cepat atau lambat akan tau pasti itu. Karena sepandai pandainya kita menutupi akan ketahuan juga. Hanya saja untuk saat ini kita harus benar benar memikirkan bagaimana cara mengatakannya agar ibu Aldo tidak berespon seperti itu, respon yang tidak kita duga dan takutkan." ucap Salsa kembali.
"Iya kamu benar Sal." ucap Herman.
"Saya janji Om , eh Papa...Salsa akan membantu mencarikan keberadaan tante Ayu dan menjaga rahasia ini tetap aman." ucap Salsa kembali.
"Terimakasih Sal, yaudah yuk kalian habiskan makan kalian, Papa mau habiskan minum Papa. jangan bicara dulu, kita habiskan dulu karena supaya Papa bisa mampir ke rumah makan di sana dan segera kembali ke kantor sebelum terlambat. Karena seperti kata Al, Kuta sebagai pemimpin perusahaan akan menjadi contoh bagi lainnya jadi gak bisa sesuka hati." ucap Herman kembali.
"Iya Pa." ucap Salsa dan Aldo. Mereka pun segera makan tanpa banyak bicara.
Setelahnya mereka segera pulang ke rumah..
"Alhamdulillah sudah selesai, kita bayar terus pulang ke rumah ya . Untuk pembicaraan kita bisa lanjutkan di mobil dan lain waktu bila masih belum selesai dan keburu sampai di rumah. Karena Papa juga ngejar waktu supaya bisa tepat waktu ke kantor, karena bagaimanapun Papa harus menjadi contoh bagi mereka, karyawan Papa." ucap Herman.
"Iya Pa, biar Aldo aja yang bayar." ucap Aldo.
"Gak Papa Al, biar Papa aja karena Papa kan yang ajak kalian ke sini jadi biar Papa yang bayar. kita panggil pelayannya ya." ucap Herman.
"Gak usah Pa , langsung aja bayar di kasirnya." ucap Aldo.
"Hemm baiklah..ini uang nya bayarin ya." ucap Herman, dengan memberikan uang tersebut.
"Iya Pa, baiklah terimakasih." ucap Aldo yang segera mengambil uang itu karena tak ingin berdebat dengan Papanya lagi dan segera ke kasir.
"Makasih ya Sal,kamu baik banget . Papa gak salah pilih dan menyesal pilih kami sebagai menantu Papa juga istri dari anak Papa ." ucap Herman.
"Sama sama Pa, saja hanya membantu sebisa saya. Ah, pujian bapak berlebihan nanti saya melayang loh Pak hehehe." ucap Salsa.
"Ah kamu suka merendah gitu Sal." ucap Herman kembali. Dan pembicaraan mereka terhenti dengan kedatangan Aldo yang telah kembali.
__ADS_1
"Yaudah yuk pulang. " ucap Aldo .
"Iya Ayuk. " ucap Salsa dan Herman yang kemudian mengikuti langkah Aldo menuju mobil.
***
Lalu bagaimanakah berhasilkah mereka mencari Tante Ayu?
\==========================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Salsa Nabrak Seseorang
"Yaudah yuk pulang. " ucap Aldo .
"Iya Ayuk. " ucap Salsa dan Herman yang kemudian mengikuti langkah Aldo menuju mobil.
"Ohya maaf, bisa mampir bentar ke supermarket karena ada yang ingin Salsa beli untuk kebutuhan rumah, dapur sama anak anak ada yang habis. Uda bawa uang tadi tapi lupa mau beli. Maaf kalau gak ngerepotin sih Pa, Al." ucap Salsa kembali.
"Oke oke kita ke supermarket nanti." ucap Aldo.
"Iya ke supermarket bentar gak papa Al." ucap Herman.
"Makasih Al, Pa." ucap Salsa. Sedangkan mereka hanya mengangguk.
Sesampainya di supermarket mereka pun segera turun dan memilih..
"Yuk, turun dah sampai." ucap Aldo .
"Kita turun di tempat parkiran dulu Al." ucap Herman.
"Ohya Pa lupa. Aku lajukan ke tempat parkiran dulu ya." ucap Aldo yang segera membelokkan mobilnya mencari tempat parkiran.
"Sudah yuk turun." ucap Aldo sesudah memakirkan mobilnya.
"Iya nah di sini tepat Al, turun yuk.Pilih apa yang kamu butuhkan biar Papa yang bayar." ucap Herman.
" Tapi Pa, Salsa gak enak.. Biar uang Salsa saja Pa. terimakasih Salsa gak enak sama Papa." ucap Salsa.
"Gak papa Sal, ini sebagai tanda terimakasih Papa ke kamu. santai saja." ucap Herman.
"Terimakasih Pa." ucap Salsa yang kemudian turun mengikuti Aldo yang baru saja turun.
Mereka pun segera memasuki supermaket tersebut dan memilih barang yang ingin mereka beli.
"Hemm pilih mana ya." ucap Salsa kepada dirinya sendiri saat sedang memilih.
"Pilih ini, itu..." ucap Salsa berbicara sendiri sambil memilih.
"Aku ke sana dulu ya pengen beli keperluan ku juga." ucap Aldo pada Salsa.
"Iya Al, silahkan." ucap Salsa yang kemudian melanjutkan memilihnya..
Brukkkk , tanpa sengaja Salsa menambrak seseorang hingga baeang pembelajarannya terjatuh.
"Maaf maaf." ucap Salsa segera memunguti barang yang jatuh.
"Kalau jalan bisa lihat lihat kan?" ucap seorang lelaki tersebut, yang sepertinya tidak terima.
"Iya Maaf." ucap Salsa kembali dengan memunguti barangnya dan segera berdiri untuk meninggalkan tempat tersebut.
"Maaf sekali lagi. " ucap Salsa kembali dan segera pergi dari situ, namun baru beberapa langkah ia berjalan tangannya di cekal seseorang lelaki tersebut hingga Salsa melepaskan cekalan tangan tersebut.
"Apaan sih ? Apa apaan ini..lepasin " ucap Salsa yang berusaha melepaskan cekalan tangan tersebut hingga terlepas.
"Jangan kurang ajar ya." ucap Salsa kembali.
"Kamu kalau jalan lihat lihat paham? enak banget tinggal minta maaf saja." ucap lelaki tersebut nyolot, seperti tak terima .
"Kan saya sudah minta maaf gak sengaja, lalu aku harus bagaimana? Santai dong.. " ucap Salsa mencoba menahan emosinya.
"Tanggung jawab." ucap lelaki tersebut.
"Maksudnya?" tanya Salsa bingung maksud lelaki itu .
"Ya tanggung jawab.." ucap lelaki itu, ambigu.
"Iya tanggung jawab seperti apa yang kamu inginkan dan maksud? aku gak paham, bisa jelaskan. Tanggung jawab seperti apa yang harus ku lakukan." ucap Salsa Kembali.
"Menikah denganku Puteri cantik." ucap lelaki tersebut lalu mencoel dagu Salsa, yang membuat Salsa seketika emosi.
"Jangan kurang aj*r ya kamu. Lama lama saya yang di bikin emosi olehmu." ucap Salsa yang tak mampu menahan gejolak emosinya lagi.
"Oooh tenang dong, santai, sabar.. Hahahaha Puteri cantik bisa marah juga ya." ucap lelaki itu lagi , Salsa pun segera berjalan berlawanan arah untuk pergi dari lelaki tersebut tapi karena lelaki tersebut mencekal nya kembali , Salsa pun pada akhirnya menginjak kaki lelaki tersebut dan mendorongnya untuk segera pergi dari tempat itu.
Hampir 15 menit an mereka pun sudah memilih dan berkumpul di tempat tadi..
Setelah mereka berhasil memilih barang yang ingin mereka beli, mereka pun segera kumpul dan membayarnya untuk segera pulang ke rumah.
\=======================
"Yaudah yuk pulang. Sudah beli semua kan?* ucap Herman .
"Iya Pa, sudah yuk ." ucap Aldo yang diikuti oleh Salsa menuju mobil.
"Aaaaaa." teriak Salsa yang hampir saja tertabrak.
"Ya Tuhan, Astagaaa siapa sih gak hati hati." ucap Aldo dan Herman emosi.
Aldo dan Herman pun segera turun menghampiri orang tersebut.
"Eh Lo , kalo jalan hati hati dong .Kalau gak bisa bawa motor ya gak usah bawa.
Kamu bisa bikin orang celaka dengan perbuatan mu tau gak?" ucap Aldo emosi.
"Tenang Al, tapi beneran kamu bisa di tuntut polisi dan saya bisa aja bawa kasus ini ke polisi biar kamu dapat hukuman." ucap Herman.
"Eh, ini bukan jalan kalian ya. Gak usah sok ceramah deh. berisik minggir saya mau lewat." ucap seorang lelaki tersebut dengan mendorong Pak Herman dan Aldo.
Seketika Salsa yang melihat dari dalam mobil emosi dan turun menghampiri orang tersebut.
"Eh Lo, punya sopan santun gak? punya adab gak? sikap Lo sama orang lebih tua kok gitu sih? uda gak ngerasa bersalah dan minta maaf mau nabrak. Kalau mau belajar berkendara anJ kecil seperti mu jangan di sini. Di sini jalan raya tempat orang dewasa, paham? " ucap Salsa, yang semakin membuat laki laki tersebut tersulut emosinya.
"Eh Lo siapa ikut campur? cewek kok ikut campur? masuk sana di dalam mobil daripada Lo panas panas nanti kulit Lo hitam atau tuh bantuin mereka berdiri , masuk ke dalam mobil. Daripada Lo ceramah di depan gue. Lagipula cantik cantik jaga ya mulut Lo, mau gue robek atau ku sumpal dengan ciuman hah?" ucap lelaki tersebut.
"Astaghfirullah, kasar banget ya ucapanmu. Kamu penampilannya seperti orang alim tapi akhlak kamu benar benar berbeda, tidak menunjukkan seperti itu. Penampilan dan akhlakmu sangat jauh berbeda..
Kasian yang nantinya akan jadi pasanganmu. Lagipula saya bukan perempuan yang takut panas matahari ya , saya bukan seperti itu. Saya lebih takut panas api neraka dan saya akan membela kebenaran kalau perlu saya akan bawa kamu ke pihak berwajib supaya kamu paham bagaimana harus tanggung jawab dan tidak lari dari tanggung jawab. Ohya satu lagi jaga ucapanmu. Kamu ini penampilan alim, tapi akhlak dan ucapanmu.. Sungguh miris aku lihatnya, lebih baik kamu sesuaikan akhlak dan penampilanmu itu. Itu saranku supaya kami tidak malu setidaknya jangan buat nama Islam tercoreng karena tingkah dan akhlakmu jauh berbeda." ucap Salsa, yang tak habis fikir dengan lelaki itu akhlak dan penampilannya sangat jauh berbeda. Salsa hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil beristighfar berulangkali melihat hal yang tak bisa ia cerna dan mendebarkan tiap kali lelaki itu berbicara ingin rasanya ia menamparnya tapi Salsa sadar akhlak kita akan menunjukkan kita seperti apa bukan hanya penampilan saja. Dan Salsa gak ingin mencoreng penampilan atau nama Islam karena akhlak dan sikapnya kurang baik terlebih ia seorang perempuan apa pantas bila melakukan hal itu? salsa selalu berfikir sebelum berbuat sesuatu.
Prokprokprok ( tepuk tangan lelaki tersebut)
"Hebat hebat , ku akui kau hebat berani berbicara seperti itu padaku dan ceramah panjang kali lebar. Sayangnya ucapanmu itu bagiku tak lebih angin lalu dan sam*ah" ucap lelaki tersebut kembali.
"Astaghfirullah.. ku benar benar gak habis fikir penampilan mu seperti ini tapi ucapanmu dan sikapmu berulangkali membuat ku harus istighfar." ucap Salsa .
"Hahahaha." tawa lelaki itu lepas setelah mendengar ucapan Salsa.
"Kenapa tertawa? apa yang lucu ? Ohya sepertinya pernah lihat kamu di mana ya.." ucap Salsa mencoba mengingat.
"Hemm di mana ya cantik haha, di toko?" ucap lelaki itu, mencoba mengingatkan Salsa.
"Toko?" ucap Salsa yang masih bingung.
"Iya di toko tadi kita bertemu , dan kamu menabrak seorang lelaki ganteng saat kami membawa belanjaan yang kamu pilih, ah masa' lupa cantik?" ucap lelaki tersebut.
"Ah iya aku ingat , kamu...? pantas saja sama bikin kesal dan jengkel . Gak heran saya." ucap Salsa.
"Gak heran atau masih terheran dengan saya atau penasaran?" ucap lelaki tersebut.
"Gak sama sekali, gak penting.permisi minggir ku mau bantu mereka setelah apa yang kamu lakukan ke mereka." ucap Salsa.
"Tunggu, tunggu tenang.." ucap lelaki itu kembali.
"Apasih minggir gak? " ucap Salsa.
"Iya ya bentar, kita kenalan dulu yok." ucap lelaki itu.
"Gak penting dan aku gak ingin kenalan sama kamu. Gak minat sama sekali. Minggir gak? minggir!! ku mau bantu mereka." ucap Salsa marah.
"Tenang cantik jangan marah marah, baiklah ku beritahu siapa namaku supaya gak kelamaan basa basi ini dan kamu bosan kan kasian kamu juga, dan ku gak tega." ucap lelaki itu lagi.
"Minggir ....!!" ucap Salsa..
"Oke oke perkenalkan saya Ahmad Rafiq anak pengurus pesantren di Jombang. " ucap lelaki tersebut dengan mengulurkan tangannya mengajak Salsa berkenalan.
"Yakin gak mau kenalan denganku?" ucap lelaki tersebut kembali, dengan masih mengulurkan tangannya.
"Gak, gak sama sekali. Gak penting." ucap Salsa dengan menyingkirkan uluran tangan tersebut, Salsa tidak menanggapi uluran tangan tersebut dan sengaja menambrak bagi lelaki tersebut untuk melewatinya. untuk menolong Pak Hery dan Aldo. Hingga lelaki itu murka dengan sikap Salsa.
"Menarik, Akan ku kejar meski ke ujung dunia dan ku buat kamu jatuh cinta padaku. Hemm kamu sangat menarik dan cantik daripada Ainun itu." lirih lelaki tersebut.
"Maksudnya? kamu bicara apa? yang jelas?" ucap Salsa antara bingung dan emosi.
"Kurang aj*r ya kamu. Tunggu pembalasanku . Akan ku buat kamu jatuh cinta dan berlutut padaku. Kamu harus jadi milikku tak peduli kamu sudah bersuami atau belum.Ingat ucapanku itu baik baik. " ucap lelaki itu dengan menarik tangan Salsa kembali yang akan pergi kemudian menghempaskan tangan Salsa dengan kasar dan sengaja menabrak tubuh Salsa untuk meninggalkan tempat tersebut. Kemudian lelaki itu melajukan motornya sangat cepat dan sengaja membuat cipratan lumpur ke baju Salsa.
\===================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Pak Herman
"Arrrrgh siapa sih dia? ngeselin banget.. Astaghfirullah." ucap Salsa yang kemudian menolong Pak Herman dan Aldo.
"Yaa Allah Papa, Al, sini aku tolong kalian. Emang benar benar gila lelaki itu gak waras kali ya, Yaa Allah Astaghfirullah." ucap Salsa kembali dengan menolong pak Herman dan Aldo.
"Kalian gak papa kan?" tanya Salsa kembali.
"Iya gak papa , Tolong bantu kami naik ke mobil. Kami benar benar lemas sekali untuk berjalan gak kuat." ucap Aldo meminta bantuan kepada Salsa.
__ADS_1
"Iya yauda yuk." ucap Salsa saat akan menolong Aldo terlebih dahulu karena ia gak mungkin membantu dua orang sekaligus menuju mobil terlalu berat.
"Sal,tolong papaku aja terlebih dahulu yang uda gak pingsan karena lelaki gila itu." ucap Aldo.
"Iya Al, dia benar benar gila. aku nolong Papamu dulu ya terus kamu, gak papa kan? ohya ini kenapa Papa kok bisa sampai pingsan gitu? " tanya Salsa.
"Papa terbentur dari mobil karena lelaki itu Sal." ucap Aldo.
"Yaa Allah di benturin lelaki itu?" tanya Salsa.
"Iya. Dia uda lari padahal ku pengen banget laporin dia ke polisi." ucap Aldo.
"Aku ingat kok namanya tadi Ahmad Rafiq, dia nyebutin namanya ke aku." ucap Salsa.
"Oke kita harus ingat ingat namanya, Yaudah kita jangan urus lelaki itu dulu ntar bisa nyusul. Kita urus Papa dulu ya bawa ke rumah sakit. harus segera di obati juga beberapa luka di tubuhku. Ohya Sal, lain kali. kalau bertemu dengan lelaki itu gak usah kamu menimpali ucapannya, takutnya kami kenapa napa. Meski kamu berani tetap aja aku takut kamu kenapa napa terlebih mendengar ucapan lelaki itu , ngerii aku." ucap Aldo.
"Ya Al, jadi kita ke rumah sakit dulu? gak pulang dan memberitahu Ibumu? Ya Al, kamu tenang saja. Santai.." ucap Salsa.
"Iya ke rumah sakit dulu, supaya Ibu gak khawatir liat kondisi kami. Kalau bisa jangan sampai Ibu tau karena Ibu mudah cemas khawatir orangnya. Aku gak tega, Papa juga pasti setuju dengan usulku. Sayang papa pingsan karena lelaki itu. Awas aja aku akan buat perhitungan untuk nya." ucap Aldo yang tiba tiba muncul rasa dendam dan amarah itu kepada lelaki tersebut.
"Sabar sabar Al, tenang." ucap Salsa mencoba menenangkan Aldo.
"Yaudah kita bawa Papa ke rumah sakit ya..Aku bawa Papamu ke mobil dulu terus kamu ya." ucap Salsa, dan segera menggotong Papa nya Aldo ke dalam mobil kemudian bergantian dengan membawa Aldo ke dalam mobil.
"Al siapa yang nyetir ? aku aja ya. " ucap Salsa.
"Jangan Kamu Sal, kamu bercanda ya . Kamu ini perempuan. Biar aku aja insya Allah aku gak papa. Aku paham kekhawatiran kamu tapi gak mungkin membiarkan kamu menyetir mobil ini menggantikan aku. Kamu cewek teevih insya Allah aku masih bisa menyetir, kamu jangan khawatir ya." ucap Aldo kembali.
"Tapi Al, ..." ucapan Salsa terputus saat Aldo menempelkan jarinya ke bibir Salsa untuk diam.
"Sssst." ucap Aldo saat menempelkan jarinya ke Salsa.
Untuk sesaat mereka saling berpandang. dan menyelami hati masing masing.
"Al tapi , aku khawatir dengan kondisimu.. gak papa biar aku aja ya." ucap Salsa kembali setelah melepaskan jari Aldo di bibirnya.
"Insya Allah aku gak papa yakin, percaya sama aku. Aku juga gak mungkin membiarkan kamu nyetir sendirian sementara aku yang masih mampu nyetir mau enak enakkan istirahat . Jika seperti itu lelaki macam apa aku Sal." ucap Aldo.
"Gini aja deh, kalau aku capek aku janji akan bilang kamu ya dan gantian nanti kamu yang nyetir, bagaimana?." ucap Aldo kembali.
"Okeee deh Al, terserah kamu saja. Gitu juga boleh." ucap Salsa yang terlihat begitu menyerah dan pasrah terhadap Aldo .
"Kok gitu jawabannya ? kamu marah ke aku ya?" ucap Aldo kembali yang merasa tak puas dengan ucapan Salsa.
"Gak marah, cuman uda y gak papa terserah kamu aja , lakuin apa yang kamu mau." ucap Salsa kembali.
"Marah ya? maaf ya." ucap Aldo.
"Udah lah Al, ku gak ingin membahas ini. Aku gak marah dan tolong segera jalan supaya gak kemalaman sampe rumah dan mama curiga nanti." ucap Salsa.
"Maaf ." ucap Aldo Kembali , hanya kata itu yang bisa ia ucapkan. Dan kemudian melajukan mobilnya kembali.
***
Ternyata dia..Ahmad Rafiq?
Kok gitu ya??
Hemm..Lalu bagaimanakah kisah cinta Antara mereka?
Akankah Salsa atau Ainun yang menjadi jodoh Ahmad Rafiq dan siapa yang akan menjadi jodoh Ferdi?
Siapakah jodoh Ainun dan Salsa?..
Akankah ada seseorang yang bisa mengubah Ahmad Rafiq atau pendampingnya kelak akan tersiksa dengan sikap dan ucapan Ahmad Rafiq? dan siapakah yang ingin menjadi pendampingnya dan akan tetap bertahan bersama dengannya ketika mengetahui dia lelaki seperti apa ?...
\=====================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Sampai di Rumah Sakit
Sesampainya di rumah sakit, mereka segera memanggil perawat dan dokter untuk memeriksa Pak Herman.
"Dok, tolong Papa saya." ucap Aldo menahan tangis melihat kondisi Papanya yang lemah, penuh luka di beberapa bagian tubuhnya karena terdorong juga sedikit darah di kepalanya karena terbentur dan yang sedang pingsan, tidak sadarkan diri.
"Iya Pak, tenang ya . Kami bawa IGD dulu untuk memeriksanya bila butuh penanganan intensif akan kami bawa ke ruang Aiciu..Kami periksa dulu ya pak, bapak harap tenang. Berdoa banyak banyak untuk Papanya." ucap perawat tersebut mencoba menenangkan Aldo .
"Iya Pak, terimakasih." ucap Aldo.
"Iya Al, aku tau perasaanmu tapi kamu harus tetap coba tenang ya dan doakan Papa kamu itu lebih baik." ucap Salsa mencoba menenangkan Aldo .
"Nah bener Pak yang di katakan istri bapak. Kami ke periksa Papanya dulu di ruang IGD ini." ucap perawat tersebut kemudian membawa ke ruang IGD.
"Tenang Al, tenang. Doa banyak banyak untuk Papamu." ucap Salsa menepuk nepuk punggung Aldo tanpa sadar untuk menenangkannya.
"Sal?" ucap Aldo yang menyadarkan apa yang di lakukan Salsa.
"Iya Al? Astaghfirullah maaf , aku lupa. Aku hanya ingin mencoba menangkanmu saja, maaf ya." ucap Salsa kembali.
"Iya gak Papa." ucap Aldo.
"Sal." ucap Aldo kembali memanggil Salsa.
"Iya Al ?" tanya Salsa.
"Ini semua karena lelaki tersebut, aku akan membuat perhitungan untuknya. Awas aja tunggu pembalasanku." ucap Aldo dengan menahan tangis dan emosinya. Meski beberapa bulir demi bulir air mata sudah membasahi pipinya, hanya saja syarat tangis itu tak terdengar karena ia tahan.
Sedangkan Salsa tidak tau harus meresponnya seperti apa, karena ia paham perasaan Aldo saat ini yang sedang di liputi emosi, juga kesedihan yang mendalam karena kondisi Papanya.
Salsa pun memilih diam dalam situasi ini, takut serba salah. Karena berbicara memang mudah tapi bila kita di posisi tersebut belum tentu semudah itu untuk menjalankannya dan setabah itu seperti yang terucap. Sebab itu Salsa milih untuk diam.
Sejujurnya Salsa pun masih sangat kesal dengan lelaki tersebut dan ingin membuat perhitungan untuk lelaki tersebut terlebih setelah apa yang lelaki itu lakukan pada mertuanya, Papa Aldo. Dan ucapannya yang sama sekali tak sopan dan terbilang kasar sekali kepada Salsa seorang perempuan.
Tak seberapa lama dokter dan perawat pun keluar dari ruang IGD setelah memeriksa Pak Herman.. Menghentikan pembicaraan antara Salsa dengan
Aldo.
"Bagaimana dok kondisi Papa saya?" tanya Aldo yang segera berdiri dari tempat tersebut dan menghampiri Dokter.
"Tenang ya Pak. Kondisi Bapaknya bapak saat ini masih belum sadarkan diri , jadi kami akan mengambil tindakan lanjutan untuk membawanya ke ruang Aiciu. Saya harap bapak dan istri bapak banyak berdoa untuk Papanya ya." ucap dokter tersebut kembali.
"Yaa Allah,baik dok tolong lakukan apapun yang terbaik untuk Papa ya, calon mertua saya." ucap Salsa kembali.
"Iya Bu, kami akan mengusahakan yang terbaik. Oh jadi kalian ini belum nikah ? masih akan? maaf perkataan saya tadi." ucap dokter tersebut.
"Terimakasih Pak. Hehehe iya pak gak papa, Iya pak insya Allah, semoga Allah memudahkannya untuk kami." ucap Salsa.
"Aamiin. Semoga Allah memudahkan nya dan lancar ya. Pasangan yang cocok kalian supaya bisa mendukung satu antara lain. Yaudah saya permisi ya. Assalamualaikum." ucap dokter tersebut dan segera berlalu.
"Tenang ya Al, jangan terbawa emosi. Aku paham perasaanmu tapi yang di butuhkan Papamu saat ini doa banyak banyak dari anaknya." ucap Salsa kembali mencoba menangkan Aldo yang terlihat masih menahan emosi juga tangis. Sebenarnya Salsa kasian dengan keadaan saat ini tapi ia tak bisa melakukan apapun kecuali berdoa dan berharap yang terbaik untuk kesembuhan pak Hery agar Aldo tenang kembali dan melihat Also tersenyum bahagia kembali.
\=======================
Tolong Jangan Lupakan Aku - Dokter Datang Tiba-tiba
Tak seberapa begitu lama, dokter keluar dan tergopoh-gopoh membuat lamunan Salsa dan Aldo buyar dan teralihkan.
"Loh dok ke napa?" tanya Aldo.
"Iya Dok, kenapa dengan kondisi Papa saya?" tanya Aldo kembali.
"Iya dok bagaimana kondisi Papa ?" ucap Salsa.
"Papa kalian saat ini kritis kondisinya, mohon doa banyak banyak untuk Papa nya. dan coba tenangkan diri dulu." ucap dokter tersebut .
"Yaudah saya permisi dulu ya mau menangani Papa kalian dan pasien lainnya. " ucap dokter itu kembali dan segera berlalu.
"Iya dok, terimakasih." ucap Aldo kembali saat dokter itu telah pergi.
"Dokternya gak kedengaran, uda gak ada." ucap Salsa kembali dengan sengaja karena ingin melihat Aldo tidak sedih kembali.
"Gak lucu." ucap Aldo kembali dengan ketus.
" Iya maaf, kamu tenangkan diri mu ya ." ucap Salsa kembali, mencoba menenangkan Aldo.
"Mudah banget ya Sal, kamu mulai tadi bilang coba tenangkan dirimu tanpa kamu memikirkan perasaanku. Ohya aku lupa tentu semudah itu kamu berbicara karena bahkan kamu tak pernah merasakan di posisiku." ucap Aldo lebih emosi dan memancing emosi Salsa yang pernah merasakan kehilangan kedua orangtuanya.
"Mudah ? mungkin. Maaf aku hanya ingin membantu mengibur mu. " ucap Salsa yang masih menahan emosinya.
"Menghibur? juga cari waktu dan tempat pas bukan saat ini..Kamu mudah memang berbicara seperti itu karena kamu tak pernah merasakannya di posisiku Sal. " ucap Aldo tanpa memikirkan perasaan Salsa yang mendengarkannya dan seakan lupa bila Salsa pernah kehilangan kedua orangtuanya.
"Aku gak pernah merasakannya? kamu bercanda Al. Bahkan aku tau bagaimana perasaanku kehilangan kedua orang tuaku dan kamu bilang aku tak merasakannya? kamu bercanda padaku? Ah, kamu terlalu berfikir hanya kamu yang merasakannya..Padahal niatku memberikanmu semangat . Aku pernah di posisi mu bahkan di saat usiaku masih belia dan saat itu tak ada orang yang memberikanku semangat kecuali menghujatku bahkan teman yang selalu ada untuk ku , membantuku saat tau aku di penjara, aku bangkrut dia meninggalkanku Al. Aku pernah merasakannya berjuang seorang diri tanpa ada yang menyemangati dan aku mencoba menyemangatimu karena aku gak ingin kamu merasakan yang ku rasakan kesepian, berjuang seorang diri dan lainnya..
Tapi justru respon mu seperti ini? Ah, aku kecewa padamu Al. Terserah kamu lah, aku juga sedih melihat kondisi Papa , aku juga kalut tadi seperti kamu lihat tapi saat itu kami bilang aku suruh tenang dan gak boleh melawan dia? saat kondisi papaku terbaring lemah karena ulahnya? aku juga kalut Al tapi mencoba tenang dan lebih memilih banyak mendoakan Papamu . Karena perasaan kalut tak pernah menyelesaikan masalah, yang ada menambah beban fikirkan. Meski perasaan kalut datang begitu saja tanpa bisa dilakukan cegah. Yaudah aku permisi bila saranku tak pernah kamu respon baik." ucap Salsa yang kemudian berlari pergi dari ruangan tersebut dan meninggalkan Aldo seorang diri. Sebenarnya Salsa tak ingin seperti ini tapi ia jujur sangat kecewa dengan Aldo hingga tak bisa berkata kata dan ingin memberikan pelajaran ke Aldo.
Sedangkan Aldo hanya mampu diam dan tak bisa berkata kata ..
",Arrghhh yaa Allah." lirih Aldo.
Tak seberapa lama dokter keluar,di tengah kekalutannya.
"Dok?." ucap Aldo.
"Iya Pak Aldo, kami ingin berbicara pada bapak mengenai kondisi Papanya dan silahkan masuk saya tunggu di ruangan tersebut." ucap dokter tersebut kepada Aldo yang kemudian Aldo mengikutinya.
"Pak, Alhamdulillah puji syukur kepada Allah kondisi Papanya bapak sudah baikkan dan berhasil melewati masa kritis. Boleh di jenguk dan kemungkinan beberapa jam sudah boleh pulang,tolong beritahu juga ke istri bapak ya" ucap Dokter tersebut
"Bener Dok ? Alhamdulillah syukurlah. Eh iya Sal..?" ucap Aldo yang mencari keberadaan Salsa, tersadar Salsa sudah tak ada di ruangannya.
"Yaudah Pak saya permisi." ucap dokter tersebut kemudian berlalu pergi.
"Sal..kamu di mana? " tanya Aldo berbicara sendiri, menoleh ke sana ke mari mencari keberadaan Salsa.
"Astaghfirullah..aku ingat, maafin aku Sal, aku nyesel.
Yang kamu katakan benar, maaf uda melukai hatimu, maaf." ucap Aldo berbicara pada dirinya sendiri dengan menyesal.
__ADS_1