
Aldo berusaha untuk menjadi Anak yang selalu berbakti pada orang tuanya. Aldo menyayangi kedua orang tuanya, dia tak dapat memilih harus memilih yang mana.
Bagi Aldo mamanya berhak tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia tak dapat membayangkan bagaimana reaksi Mama atas ini semua, Aldo yakin jika Mamanya tahu dia akan syok, dia tak ingin semua itu terjadi.
Tapi jika diam saja, dia merasa lebih bersalah, harus menyimpan semua Rahasia dan membohongi sang Mama.
Dia ingin Papa dan Mamanya selalu bersama, tak ada orang lain di antara mereka.
"Assalamu'alaikum" Aldo dan Papanya mengucap salam berbarengan.
"Wa'alaikum salam, siapa?!" Bik Inah yang lagi memasak di dapur pergi membukakan pintu, tanpa dia ketahui, jika yang mengucap salam
"Lho kok Bapak?!" Bik Inah terharu, melihat tuannya telah kembali.
__ADS_1
"Ya Allah pak..." Bik inah berlari mencari Mama yang sedang ada di kamar.
"Papa kemana saja" Mama yang masih memakai mukenah, melihat Papa dia langsung berlari masuk ke pelukan Papa.
Rindu yang Mama rasakan begitu besar, dalam hidupnya hanya papa laki-laki yang di cintainya untuk selamanya.
"Papa begitu tega membaut Mama sedih dan khawatir"
"Papa minta ma'af ya..Ma?!" Papa mengelus-elus lembut rambut Mama serta mencium kening Mama berkali-kali.
Kemanapun Papa pergi dia selalu punya kebiasaan untuk mencium kening Mama, saat Papa tak ada, itu adalah salah satu kenangan yang membuat Mama begitu rindu
"Papa minta ma'af"
"Iya"
__ADS_1
Begitulah wanita, seakan dia punya ribuan kekuatan untuk mema'afkan semua kesalah orang lain padanya, dia rela berkorban,
Mulut dapat mema'afkan tapi kadang di dalam hati berbeda, mulut dapat dengan mudah memberi kata ma'af, tapi luka dan goresan kecewa di dalam hati tak ada yang tahu.
Kepercayaan seorang wanita kepada suaminya, bukan karena wanita lemah, tak bisa hidup tanpa kerja keras suami, bukan tapi karena menghargai suaminya, dan menjaga perasaan Anak-anaknya, wanita sering mengalah, menganggap semua masalah akan pergi dengan sendirinya, bagi mereka semua fikirkan dengan perasaan dan hati, yang kadang logika sudah tak berarti, wanita begitu muda mema'afkan , sungguh bukan karena mereka lemah, atau mempunyai hati yang baik layaknya malaikat, tapi mereka hanya ingin menjaga, agar semua berjalan baik-baik saja, meski sebenarnya ada luka menganga di hatinya, namun dia tak mau merasakannya.
Mempertahankan rumah tangga bukan hanya tugas seorang istri, tapi dari banyak kasus yang terjadi posisi istri selalu di remehkan, dan tak di hargai, banyak suami yang melupakan kewajibannya, tapi selalu meminta hak nya.
"Ya Allah...entah kenapa Aku merasa suamiku telah berubah" Mama merasa ada sesuatu yang di rahasiakan Papa, hatinya tak dapat di bohongi, wanita punya kekutan yang luar biasa dari perasaanya yang kuat.
Meski semua terlihat biasa-biasa saja, tapi Mama dapat merasakan ada yang Papa sembunyikan, dua bulan lebih Mama di bohongi jika Papa pergi ke luar negeri untuk pekerjaan, tapi kenyatannya dia mencari keberadaan cinta pertamanya, meski niat mencari hanya untuk minta ma'af dan ingin bertanggung jawab jika cinta pertamanya memiliki Anak dari hasil hubungan yang tak sengaja mereka lakukan. Papa dan Aldo sama-sama di posisi sulit, mereka terpaksa membohongi Mama, dan tentu saja mau tidak mau semua itu akan jadi bumerang suatu hari nanti, namun Aldo yakin Mama wanita yang cerdas, yang selalu berfikir dan tidak grusa-grusu mengambil keputusan.
Wanita berhak tau apapun rahasia suaminya, tapi suami lebih sering membohongi istrinya dengan alasan klise "semua demi kebaikan". Banyak suami berfikir cetek dan menganggap Istrinya begitu membutuhkan dirinya, sehingga dia tak penting untuk mengetahui semua masalah hidupnya, pemikiran yang sangat salah dan keliru.
Hubungan suami istri adalah partner, saling melengkapi, saling memahami, saling menghargai, tapi banyak kasus hanya pihak istri yang rela mengalah, demi Anak?.
__ADS_1
Semua istri berhak bahagia, jangan mau selalu di bohongi suami. Sebagai seorang istri wanita harus kuat mampu berdiri di atas kakinya sendiri, harusnya para suami sadar jika istri tidak bekerja lalu itu di buat senjata bahwa semua yang dia makan dari suami? Tidak mereka tak kerja karena memang memberi nafkah adalah kewajiban suami, bukan dengan alasan itu para suami berhak merendahkan para istri.