Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Nama Masjid


__ADS_3


Setiap hari manusia punya cerita berbeda dari hidupnya, ada hari yang membuat hidupnya merasa sedih, bersalah, menyesal, ada hari dimana manusia merasa bahagia, merasa beruntung, seakan tak ada manusia yang lebih berhak bahagia dari kita, ada hari dimana paling kelam, merasa dunia tak adil, masalah seakan tiada henti, merasa paling ter dzolimi di dunia ini. padahal sebenarnya Allah membuat skenario khusus pada kita, sebagai manusia, kita adalah pemeran utama dalam hidup kita, ada masa-masa bahagia, sedih, kecewa, ada masa-masa menyenangkan dan penuh suka, tapi Allah adalah sutradanya dan pembuat ide cerita.


Kita sebagai manusia di beri Allah akal dan fikiran, pergunakan akal dan fikiran kita sebaik mungkin, kekolah hal-hal yang membuat kita resah gelisa, menjadi sesuatau yang membuat bahagia, balik cara berfikir, saat kita berfikir postive, energi negative pergi, fikiran jernih, otomatis bahagia, menentuka renacana ke depan lebih ter arah.


Awali hari dengan sesautu yang baru, tatap hari ini dengan penuh kegembiraan, kebahagiaan, senyuman, buang semua hal negative syukuri dan jalani hari ini dengan semangat baru dan hati yang baru.


Masa lalu tak bisa untuk kita lupakan, ia akan selalu ada dalam hati dan fikiran kita, masa lalu kelam, masa lalu bahagia mereka berhak kita kenang...masa lalu kelam, memberi kita pelajaran untuk lebih berhati-hati, untuk lebih baik lagi. Masa lalu bahagia, dia juga lebih berhak kita kenang, sebagai tanda bahwa kita harus lebih banyak bersyukur.


Setelah hampir sembilan bulan lebih lima belas hari, masjid yang di bangun Aldo telah selesai, penggarapannya memang lebih cepat dari yang di rencanakan, karena dari faktor keuangan berjalan lancar , Arsitek dan para pekerja sangat rajin karena Aldo memberi mereka gaji yang lebih besar dari gaji yang mereka peroleh dari proyek lain, serta para warga yang sangat antusias membantu, agar pembangunan masjid segera selesai.


Tiap hari para warga sekitar selalu berbondong-bondong membantu proses pembangunan masjid mereka, selain mereka di kenal sebagai warga yang taat beribadah, mereka juga pekerja keras, mereka sebagian besar adalah petani.


Petani adalah provesi yang belum begitu menjanjikan di negeri kita ini, indonesia adalah negara Agraris tapi petaninya miskin dan hidupnya miris.


Mereka akan bergilir membantu, semua sudah di buat piket, tiap hari berbeda orang yang membantu, karena mereka juga butuh makan, mereka harus bekerja.


"Apa Nama yanga akan kau berikan pada Masjid yang kau bangun, Nak?!" Pertanyaan KH.Munzir pada Aldo saat peletakan batu pertama tempo hari.

__ADS_1


"Entahlah yai, Aku sangat awan akan masalah ini Aku tak mengerti sama sekali" Aldo canggung, menjawab pertanyaan pak yai dengan keraguan, menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Ada baiknya pemberian Nama sesuai yang kau inginkan, cita-citakan, apa yang kita ucapkan adalah do'a, begitupun pemberian nama pada sesuatu, ia adalah pengharapan, doa terbaik, harapan yang indah


"Mungkin ada baiknya, jika Pak Yai saja yang membuatkan, Aku sudah sangat percaya dengan semua yang keluar dari ucapan pak yai" Aldo tertunduk, berusaha untuk menyerahkan pemberian nama pada sang kyai, dan berharap yang terbaik


"Tak ada manusia baik,Allah yang mentakdirkan dia baik, jangan kau gantungkan hidupmu pada orang lain, sungguh itu kerugian, gantungkan hidupmu hanya pada pemilik raga, penentu takdir, serahkan hidupmu hanya pada Allah SWT" Pak.Yai menasihati Aldo serta meenepuk-nepuk pundaknya yang kekar.


Tak ada yang pantas dijadikan patokan dalam hidup, manusia hanya makluk yang kadang bisa berubah fikiran, harga hanya titipan yang bisa di ambil Allah seketika, umur juga tak menjamin.


Banyak kasus terjadi di masyarajat saat dia jaya, uang berlimpah, semua ada, orang lain akan mendekat, bahkan menganggap saudara, tapi saat menderita, hanya sebagian kecil yanga akan mendekat, bahkan sebagian besar menjauh, menganggap tak kenal.


"Tapi pak yai, sungguh saya sangat awan akan hal ini, tolong Pak Yai saja yang memberi nama, Apapun itu saya ikhlas, insya Allah itu adalah pilihan dari Allah SWT" Aldo kembali menunduk.


Sedikit banyak Pak yai Munzir tau akan kisah hidup Aldo, Aldo pengusaha sukses, dari kecil sudah punya sifat pekerja keras, melakukan apapun dengan serius dan fokus, saat dia melakukan apapun semua dikerjakan dengan totalitas, begitupun saat mencintai seseorang, dia sangat setia, berbuat apapun demi orang yang di cintainya.


"Baiklah...insyaAllah ini yang terbaik, nama adalah bentuk do'a dan pengharapan, berdo'a yang terbaik, Aku memberi nama Masjid AL-MAKHBUBI, bagaiman kamu setuju"


"Setuju saja pak yai, meski Aku tak tahu menahu, tentang Arti nama itu, Aku percaya saja pada pak yai" senyum Aldo mengembang, entah mengapa nama itu terdengar begitu indah, dan sungguh Aldo sama sekali tak mengerti arti dan maksud dari kata tersebut.

__ADS_1


Masjid AL-MAKHBUBI.


Masyarakata sekitar bersuka hati melihat masjid yang lebih luas, lebih megah dari masjid mereka dahulu, dulu masjid sudah terlihat kusam, tak bisa renovasi, sebenarnya dalam hati mereka ingin sekali memperbaiki masjid mereka, tapi mereka hanya petani miskin yang tak punya penghasilan lain selain bertani.


Kini keinginan daj harapan mereka terwujud, Allah SWT mengirimkan donatur kaya raya, baik hati yang ikhlas membatu mereka mewujudkan cita-cita mereka selama ini.


"Tidak ada yang dapat kami lakukan, tidak ada yang dapat kami berikan untuk Bapak Aldo dan semua yang telah mewujudkan cita-cita kami, kami hanya mampu memberikan do'a terbaik, semoga apa yang Bapak lakukan, dicatat Allah SWT sebagai amal jariyah, bermanfaat tidak hanya di dunia tapi juga bermanfaat di akhirat" ucap salah satu warga, menangis terharu serta memeluk Aldo sebagai saudara seiman, bentuk rasa syukurnya.


"Kami tak pernah bermimpi masjid kami akan semegah dan seluas ini, dulu kami bermimpi sebatas mengecat, atau memperbaiki jika ada atap masjid yang bocor, sungguh kami tak pernaj berfikir rumah ibadah kami, rumah Allah akan di bangun dengan semegah ini, di desa kami yang penduduknya miskin, pak....kami sungguh-sungguh berterima kasih ,pak" ucap warga yang lain.


"Saya juga berterima kasih pak, niat saya dapat diterima dengan baik di sini, insya Allah saya berbuat ikhlas karena Allah, ini adalah jariyah saya, yang saya hadiahkan untuk istri saya Almarhum, dia meninggalkannya saya dan dua Anak yang masih kecil, saya sangat mencintainya tapi Allah SWT lebih sayang dia, Allah telah mengambilnya dan pembangunan masjid ini amal jariyah, yang saya hadiahkan untuk dia, saya juga sangat berterimah kasih kepada semua warga, semoga ini bermanfa'at"


Didalam hati pak yai berkata insyaAllah nama masjid ini cocok dan sesuai dengan apa yang diharapkan, semoga semua lebih baik lagi dalam segala hal.


Biarlah Allah yang mencatat seluruh amal kita, bukan manusia, lakukan apapum ikhlas karena Allah SWT, tak ada guna kita mendapat penghargaan, rasa hormat, bentuk terima kasih atau apapun itu dari orang lain, yang kedudukannya sama dengan kit, sama-sama manusia biasa, sungguh itu tiada guna yang berguna hanya jika Allah SWT menyayangi kita, mari berbuat apapun karena Allah SWT karena itu jauh lebih baik dan bermanfa'at bagi kita, bukan hanya bermanfa'at di dunia tapi juga bermanfa'at untuk akhirat kita.



__ADS_1


__ADS_2