
Saat semua berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, saat semau keinginan dan hayalan terasa begitu mudah untuk di raih dan di dapatkan, saat semua mimpi terasa sudah menjadi nyata, sungguh manusia biasa pasti akan tetap merasa kurang dan kurang.
Rasa syukur yang terkadang masih kita lupakan, syukur atas semua nikmat yang sudah Allah SWT berikan, bukan hanya sebatas nikmat harta tapi ada nikmat yang jauh lebih nikmat dan ber faidah, rasa syukur atas nikmat iman, islam dan Ihsan ada nikmat lain yang sering sering manusia lupa adalah nikmat sehat, terlihat remeh dan jangan di syukuri tapi itu adalah salah satu nikmat yang sangat berharga.
Hidup akan selalu berputar, kadang manusia harus merasakan nikmat di atas tapi kadang manusia juga mau tak mau harus merasakan nikmat di bawah.
Semua orang berburu nikmat kekayaan, banyak dari mereka mungkin tak tahu atau sekedar lupa, bahwa semua kekayaan yang dia punya akan di minta pertanggung jawaban semua.
"Pak...ma'af...malam-malam kami menghubungi Bapak Aldo" Aldo yang baru tidur sekitar jam dua belas tiga puluh malam, di kejutkan denga suara telefon dari Susi karyawan di restaurant.
"Ini baru jam tiga pagi kurang lima belas menit, sus..."Aldo yang masih sangat mengantuk dan merasa sangat lelah.
__ADS_1
"Ma'af...pak" Suara susi terdengar sedikit takut tapi ada ketegangan juga di dalam suaranya.
"Iya...ada apa?" Aldo memang terbiasa bangun jam tiga pagi, untuk sholat Tahajjud, tapi karena dia tidur terlalu malam dia merasa masih sangat mengantuk.
"Restourant milik Bapak Aldo kebakaran, pak" Susi bertambah panik.
"Lalu apa ada yang terluka?!" Mata Aldo membulat sempurna, seakan tiada rasa kantuk sama sekali, rasa kantik yang tadi begitu menguasai dirinya, langsung hilang seketika saat mendengar kabar restourant yang telah lama di rintis nya dengan kucuran keringat dan semangat yang besar, serta dengan usaha yang keras, tak ada kata pantang menyerah harus mengalami kebakaran hebat. semua hayalan dan harapan tentang Restaurant nya yang ia ingin kembangkan lebih luas dan berkembang lagi seakan hangus seketika.
"Apa ada karyawan yang mengalami kecelakaan?!"Aldo bertanya penuh empati dan rasa bersalah..
"Wati meninggal pak" Suara susi begitu sedih, dia terdengar begitu kehilangan.
"Innalillahi wainna ilai hir Rojiun. " Tanpa sengaja sadar Aldo juga merasakan kesedihan yang mendalam, dia memang sudah menganggap seluruh karyawannya seperti keluarnya sendiri.
__ADS_1
Aldo membangun semua bisnisnya dengan sistem kekeluargaan yang sangat solid, apa yang mereka kerjakan harus dia di lakukan dengan kerja sama team, bukan sendiri-sendiri tapi di kerjakan bersama-sama, itu yang membuat mereka selalu seperti keluarga, merasakan apa yang lainnya rasakan.
Jika dalam tubuh ada kesatuan, bagian tubuh yang satu menyangga bagian tubuh yang lain, begitu lah partner, dalam hubungan apapun sistem kerja sama adalah bagian yang paling penting, para anggota harus meninggalkan ego masing-masing, tidak boleh ada yang merasa lebih unggul dari yang lainnya, semua harus menjadi satu kesatuan yang kuat, yang tak bisa dengan mudah untuk di tumbangkan oleh orang lain.
"Baik saya akan ke sana"
Susi menelefon saat semua sudah padan, saat terjadi kebakaran, susi pandai langsung menghubungi anggota petugas kebakaran, api sudah padam Aldo sudah dapat bernafas lagi, meski harus ada yang jadi korban.
Berita semua sudah padam, namun tak ada harta yang bisa di selamatkan, dan mereka kehilangan seorang teman dan sahabat baik, wati namanya, bagi Aldo harta masih bisa di cari, yang dia khawatirkan malah tentang nasib para pekerjanya.
Aldo sedikit agak tenang mendengar api sudah padam, tapi dia juga sangat ingin tau, apa yang sebenarnya penyebab kebakaran Restouran itu bisa terjadi? tapi apa yang terjadi tak membuatnya down, tapi dia malah semakin rajin dan taat beribadah. Kebakaran meninggalkan
puing-puing harapan yang sudah hangus terbakar.
__ADS_1