Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Hotel Milik Aldo


__ADS_3

Setelah sampai di kamar Aldo, Aldo segera memeluk Putri dengan erat.


"Maafkan aku Put, maafkan atas kejadian tadi. Aku janji apapun yang terjadi, aku pasti akan mempertahankan kamu. Kita akan sama sama berjuang. Oh ya gimana jika setelah makan, kita tinggal di hotel aja. Sampai Sofia pergi dari rumah ini. Jika dia sudah pergi, baru kita pulang lagi ke rumah ini." Ucap Aldo, dia ingin menjaga perasaan Putri.


"Baiklah Al, aku nurut aja deh hehe........Aku tau, kamu pasti akan memberikan yang terbaik untukku."


"Sekarang kamu beres beres aja ya. Bawa baju secukupnya aja atau kita beli baju aja di luar. Jadi kita ke hotel, gak perlu bawa baju."


"Emmmmmmmmm aku mau bawa baju deh, Al. Ngapain harus beli jika kita sudah punya. Itu namannya pemborosan Al. Aku gak suka itu."


"Iya sudah, kamu beres beres aja deh. Aku juga mau beres beres nih. Setelah itu, kita langsung turun dan makan lalu kita pergi."


"Oke."


Aldo dan Putri segera menyiapkan baju yang akan di bawa ke hotel. Setelah selesai, mereka segera turun ke bawah untuk makan. Namun ketika sampai di ruang makan, ia melihat Sofia sudah ada di sana.

__ADS_1


"Ngapain kamu di sini?" tanya Aldo.


"Aku lapar Al. Gak bolehkah aku makan di sini?" tanya Sofia sambil melirih tas yang mereka bawa.


"Kamu mau kemana Al. Aku baru aja sampai dan kamu mau pergi gitu aja ninggalin aku." ucap Sofia.


"Aku dan Putri akan nginep di hotel."


"Aku ikut ya?" ucap Sofia.


"Bi, aku gak jadi makan di sini. Aku makan di luar aja sama Putri. Oh ya untuk dua hari ke depaan, aku dan Putri akan nginep di hotel dan saya harap jangan sampai ada orang yang masuk ke kamar saya ataupun kamar Putri terutama ruang kerja saya. JIka ada yang melanggar, langsung usir aja dia dari rumah ini." Ucap Aldo kepada bi Nining.


"Baik, tuan."


"Kalau gitu, saya pergi dulu." Aldo segera membawa Putri ke mobilnya dan merekapun segera pergi menuju hotel yang sebenarnya hotel itu milik Aldo sendiri.

__ADS_1


"Kamu tegas banget ya jadi orang." ucap Putri.


"Put, kita jadi orang emang harus tegas. Misalkan tadi aku gak tegas, bisa bisa dia salah faham dengan sikapku dan mengira aku mau menerima perjodohan ini, itu bisa jadi masalah besar. Dan kenapa aku memilih kita keluar dari rumah itu karena jika kita terus berada di rumah itu maka kamu akan merasa sakit hati. Kita tidak pernah tau  isi hati seseorang Put, gimana jika dia berniat jahat sama kamu karena aku sudah menolak perjodohan ini. Dan gimana jika dia terus mencoba untuk mendekatiku, pasti itu akan membuat kamu jadi sakit hati dan aku gak mau itu terjadi. Sekarang kamu ngerti kan maksudku...cowok itu yang di pegang adalah ucapannya dan aku sudah berjanji kepada kamu dan juga kepada kedua orang tua kamu kalau aku akan bahagiakan kamu dan aku harus bisa menepati janji itu."


"Makasih ya........Aku bersyukur bisa ketemu sama kamu dan aku juga bersyukur kamu bisa mencintaiku dengan begitu tulus."


"Aku juga bersyukur karena kamu sudah bisa membuka hati kamu buat aku dan sekarang sudah bisa mencintaiku dengan tulus. Oh ya nanti sampai hotel, kita langsung makan ya. Kita kan belum makan tadi. Selesai makan kita langsung istirahat aja ya, besok kita kan harus sekolah. Jadi harus bangun pagi. Oh ya aku udah pesen kamar, kamar kamu ada  di sebelah kamarku jadi jika ada apa apa kamu bisa memanggilku."


"Kenapa kita gak satu kamar aja. Aku takut." Ucap Putri.


"Kita gak mungkin tidur satu kamar sebelum kita terikat dengan hubungan yang halal. Aku ingin menjaga kamu, melindungi kamu. Jika kita satu kamar, aku takut aku gak bisa mengendalikan nafsuku. Karena bagaimanapun juga aku adalah laki laki normal. Aku gak mau menyentuh kamu lebih dari pelukan dan ciuman."


"Makasih ya.........Aku terharu mendengarnya."


Tak terasa merekapun sudah sampai di depan hotel. Aldo segera membantu Putri untuk membawakan tasnya. Setelah sampai di kamar 303 Aldo segera masuk bersama Putri lalu memanggil pelayan untuk membawakan makanan. Setelah selesai makan, Aldo pamit untuk tidur di kamar sebelahnya yaitu 302.

__ADS_1


Setelah Aldo keluar dari kamarnya, Putri segera menelvon mamanya dan menanyakan perihal perjodohan Aldo dengan Sofia. Kemaren kata mamanya Putri, Putri di jodohkan sama Aldo lalu kenapa bisa ada Sofia. Itu jadi tanda tanya besar untuk Putri. Setelah hampir satu jam Putri von vonan ma mamanya barulah Putri tau kalau Sofia itu hanya seseorang yang di utus oleh papanya Aldo agar ia tau seberapa besar cintanya Aldo kepada Putri dan kini Putri bisa menilainya sendiri kalau  Aldo benar benar tulus menyayangi dan mencintainnya. Buktinya ia menolak di jodohkan dengan Sofia, padahal Sofia sangat cantik dan aku yakin tak akan ada seseorang yang berani menolaknya tapi Aldo tak sedikitpun melirik Sofia dan Aldo memilih untuk keluar dari rumah itu hanya agar Putri tidak cemburu dan sakit hati. So sweet kan Aldo!


__ADS_2