Tolong Jangan Lupakan Aku

Tolong Jangan Lupakan Aku
Episode Terbaru 35


__ADS_3

Ahmad Rafiq pun segera mengajak Aldo berbicara sebentar karena ia benar benar gak tega melihat Salsa sedih karena keegoisan Aldo.


"Humm ada apa bro bawa aku ke sini? aku buru buru harus bekerja, bukankah tadi aku sudah bilang bila ada yang ingin di obrolkan nanti saja ya," ujar Aldo yang melepaskan cengkraman Ahmad Rafiq dan segera berbalik.


"Tunggu sebentar... bukan soal itu, tapi soal Salsa yang sedang sedih karena keegoisan kamu," ujar Ahmad Rafiq yang membuat Aldo berhenti dan berbalik.


"Apa maksudmu? aku egois? Salsa istriku dan aku tau yang terbaik untuknya," ucap Aldo yang tak terima.


"Iya memang benar, Salsa Istri kamu, tapi menurutku kamu terlalu egois bahkan sangat egois... dengan tak mengizinkan Salsa bertemu Ainun, sahabatnya sendiri yang sedang sakit. Kau ini kenapa? kasian Salsa sedih, jangan pisahkan persahabatan mereka bila kamu benar benar tak menyukai Ainun atau ada masalah dengannya," tegas Ahmad Rafiq kembali.


"Ooooh soal itu, kamu tau apa? masalah yang terjadi di antara kami? seharusnya kamu berterimakasih dan bersyukur aku melarang Salsa bertemu Ainun, bahkan mungkin seharusnya mereka tak pernah bertemu dan pertemuan itu tak pernah terjadi karena ini untuk keutuhan rumah tangga kita masing masing," tegas Aldo.


"Bersyukur? dengan melihat kau membuat Salsa orang yang ku cintai sedih dan memisahkan persahabatan mereka? apa yang harus ku syukuri?! kamu terlalu egois, Aldo !!" tegas Ahmad Rafiq kembali.


"Aku yang terlalu egois atau kamu yang terlalu bodoh Ahmad Rafiq?!" Aldo pun mulai tersulut emosi.


"Maksud kamu apa? kamu mengatai aku bodoh?!" ucap Aldo tak terima.


"Iya... bagaimana tidak, kamu selama ini sudah di bohongin Ainun, dia tidak pernah mencintaimu..." ucap Aldo yang membuat Ahmad Rafiq terdiam untuk beberapa saat.


"Maksud apa? Ya aku tau...tapi Ainun tidak pernah membohongiku karena dari awal ia sudah mengatakan hal itu padaku," ucap Ahmad Rafiq pelan.


"Hemmm jadi kamu tau, apa berarti kamu juga tau, bila Ainun masih mencintaiku meski ia sudah menikah denganmu? baiklah berarti gak ada yang Ainun tutupi atau berbohong darimu ya... okeeelah," ucap Aldo kembali.


"Hah, maksud apa? kenapa kamu mengatakan hal tersebut, sejak tadi?!" Ahmad Rafiq pun tak lagi bisa menahan amarahnya.


"Jadi kamu tidak tau tentang hal itu? berarti selama ini Ainun berbohong padamu, dan ada yang ia sembunyikan darimu termasuk perasaannya padaku ataupun padamu," ucap Aldo kembali, yang menyulut emosi Ahmad Rafiq.


"Ainun tidak pernah berbohong padaku, ku tegaskan sekali lagi. Aku tau ia masih ada rasa denganmu, tapi kita sudah berkomitmen berusaha saling mencintai dan aku akan berusaha juga pastikan Ainun akan mencintaiku, tapi yang aku heran kenapa sejak tadi kamu membahas hal ini? apa pantas? sekalipun aku sebagai suaminya tau, aku rasa ini sama sekali tak pantas kau ucapkan sedangkan kau bukan siapa siapanya Ainun.


Kalau boleh tau, apa Ainun ada cerita tentang hal ini padamu sehingga sejak tadi kau membahas hal ini? tapi rasanya kok gak mungkin ya..." ujar Ahmad Rafiq.


"Hummm oke berarti kamu tau dan mengakui hal itu, baguslah.. humm oke aku minta maaf bila ucapanku tak seharusnya aku ucapkan padaku, tapi sepertinya kamu perlu tau tentang sikap istrimu agar kamu tak menyalahkanku dalam mengambil keputusan ini...." ucap Aldo.


"Ah iya kamu bilang tidak mungkin... lalu tak ingatkah kau saat dia mengatakan dulu di rumahmu tentang perasaannya padaku? yang kala itu kalian mau menikah begitupun aku dengan Salsa, saat itu ada Salsa juga di sana... dan kau lebih peduli terhadap Salsa, apakah kamu lupa?" tanya Aldo.


"Ya aku ingat ... tapi itu saat kami belum menikah, rasanya tidak mungkin dia mengulangi kesalahan yang sama saat telah menikah denganku dan kita sama sama sudah menikah, tak mungkin juga ia tega menyakiti hati Salsa sahabatnya sedangkan ia sangat menyayangi Salsa. Mungkin mencintai dalam diam, bukan mengungkapkan," jawab Ahmad Rafiq.


"Tidak mungkin ya... hahahaha, kamu terlalu bodoh atau lugu sih? tapi itu kenyataannya," ujar Aldo.


"Maksud kamu?" tanya Ahmad Rafiq.


Saat Aldo ingin menjawab pertanyaan Ahmad Rafiq, handphonenya berbunyi, dan ia pun segera mengangkatnya.


Setelah berbincang dengan seseorang di telpon tersebut, Aldo pun segera mematikan handphonenya dan berbicara sebentar kepada Ahmad Rafiq kembali.

__ADS_1


"Maaf bro, aku di telpon, ada rapat dan meeting juga tanda tangan yang harus ku tandatangani, jadi sepertinya aku gak bisa lama lama terlebih melanjutkan perdebatan ini mungkin lain kali, aku harus permisi, assalamualaikum," pamit Aldo.


"Tunggu, oke...tapi aku minta kita tetap bertemu ada yang ingin aku bicarakan, tolong sempatkan waktu untuk kita bicara, dan tolong izinkan Salsa bertemu Ainun sahabatnya yang sedang sakit, tolong jangan egois," ucap Ahmad Rafiq yang memohon.


"Hummm... itu istrimu sedih, kasian. Kamu benar benar egois bila masih tak mengizinkannya meski aku sendiri juga tidak tau kenapa kamu tidak mengizinkannya.


Tapi ya terserah kamu bila memang masih tak mengizinkannya dan kamu mempunyai alasan kuat untuk itu, untuk melarangnya menjenguk Ainun, sahabatnya sendiri yang sedang sakit. Aku juga takkan ikut campur, tapi aku sendiri jujur akan sedih, tak tega dan akan mengizinkannya bila itu istriku sendiri, jika pun kamu memiliki masalah dengan Ainun ya jangan sangkut pautkan dengan Salsa, dan Ainun...kasian persahabatan mereka bila terusik karena keegoisan dan problem kamu dengan Ainun bila benar benar ada problem antara kalian, dan kalau boleh tau kenapa kamu tak mengizinkan? boleh cerita ke aku, bagaimanapun aku juga suami Ainun," tegas Ahmad Rafiq yang membuat Aldo terdiam dan berfikir kembali akan keputusannya.


Aldo pun terdiam untuk sejenak sebelum berbicara kembali.


"Bro oke aku setuju, untuk waktu kita bertemu mengobrol jika memang ada hal penting yang kau obrolkan bukan hanya sekedar perdebatan saja, dan untuk mengizinkan Salsa ke rumah Ainun, entalah...dia istriku dan aku tau apa yang terbaik untuk istriku juga keutuhan rumah tangga kita, dan sungguh kamu tidak tau apa yang terjadi sebenarnya sehingga kamu berucap seperti ini, andai kamu tau... mungkin kamu takkan berucap seperti ini dan justru kamu bersyukur juga berterimakasih padaku karena sudah melarang Salsa bertemu Ainun, untuk keutuhan rumah tangga kita masing masing dan menjaga hati masing masing juga akan tak terlukai," tegas Aldo.


"Sudahlah Bro nanti ku hubungin kamu bila ada waktu senggang supaya kita bisa mengobrol, aku duluan ya, harus cepat sampai kantor, mereka sudah menungguku," ucap Aldo.


"Baiklah... aku harap kamu tetap tidak egois dan mau mengizinkan Salsa bertemu Ainun, Ainun sakit mungkin Salsa sahabatnya bisa menghibur dan menamaninya supaya lekas pulih, harapku tak banyak..ku mohon," ucap Ahmad Rafiq yang memohon karena ia tak tega melihat Ainun sakit dan Salsa yang sedih.


"Sudahlah Bro, jangan paksa aku, aku pusing sebentar lagi harus memimpin rapat juga meeting, jangan membuatku pusing dengan masalah seperti ini... aku tau apa yang terbaik untuk istriku, apa yang tidak kamu ketahui," ujar Aldo.


"Baiklah maaf, aku hanya bisa mengingatkan dan keputusan ada di kamu," ujar Ahmad Rafiq.


Sementara Aldo pun diam setelahnya dan memikirkannya...


"Udah bicaranya?" tanya Salsa saat melihat Aldo dan Ahmad Rafiq kembali.


"Ohya sebaiknya kamu pulang, gak baik berduan dengan istri orang," sindir Aldo kepada Ahmad Rafiq.


"Ohya mas Al, gimana kamu benar benar tak mengizinkan aku ke rumah sahabatku, Ainun? untuk menjenguknya yang sedang sakit?" tanya Salsa hati hati.


Untuk sejenak Aldo pun menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Salsa, yang membuat Salsa menunduk karena takut atas pertanyaan yang telah di lontarkannya.


"Oke, aku izinkan...." ucap Aldo terpotong karena Salsa berbicara kembali.


"Alhamdulillah yaa Allah...yeee makasih Mas Al izinkan?" tanya Salsa.


Tanpa sadar sikap Salsa membuat Ahmad Rafiq terpanah dan tersenyum kecil.


"Terimakasih Bro," ujar Ahmad Rafiq kepada Aldo.


"Tunggu ... jangan senang dulu..." ujar Aldo sengaja menghentikan ucapannya.


"Maksud Mas Al?" tanya Salsa.


"Iya maksud kamu?" tanya Ahmad Rafiq.


"Iya aku memang izinkan, tapi tidak sekarang," Aldo kembali menjeda ucapannya.

__ADS_1


"Terus...?" tanya Salsa, sedangkan Ahmad Rafiq hanya diam menyimak pembicaraan mereka.


"Nanti bareng aku sekalian ada hal yang ingin kami bicarakan antara aku dengan Ahmad Rafiq, jadi sekalian ke sananya, dan tidak sekarang,!" tegas Aldo, yang membuat Salsa terdiam.


"Kenapa diam? harusnya senang dong kan sudah ku izinkan?" tanya Aldo kepada Salsa.


"Iya tapi gak sekarang, kan aku inginnya sekarang dan mungkin keburu Ainun sudah sembuh," lirih Salsa sedih.


Jujur saja Ahmad Rafiq merasakan kesedihan itu namun ia tak bisa berbuat apapun karena Salsa istri Aldo terlebih Aldo sudah mengizinkannya baginya sudah sesuatu yang luar biasa dan ia tak bisa mengambil keputusan atau membantu lebih jauh lagi.


Dan entah mengapa ia merasakan kesedihan saat melihat Salsa sedih padahal sudah berulangkali ia menyakinkan hatinya sudah milik Salsa tapi Ainun.


Namun mengapa saat melihat Salsa sedih rasanya ia juga sedih?


"Maaf, bila membuatmu sedih tapi itu sudah menjadi keputusanku bila kamu benar benar ingin menjenguk Ainun. Yasudah aku permisi ya, orang kantor sudah menungguku dan sebaiknya kamu juga pulanglah Ahmad Rafiq, nanti jadi fitnah bila kamu berduaan di sini bersama istriku lagipula lebih baik kamu pulang temanin istrimu yang sedang sakit daripada harus meminta Salsa menjaganya, Yasudah, Assalamualaikum," ucap Aldo kembali segera menaiki mobilnya menuju kantor.


Setelah Kepergian Aldo, Ahmad Rafiq pun mendekati Salsa untuk mengucapkan sesuatu padanya.


"Aku minta maaf gak bisa membujuk Aldo lebih jauh, dan seharusnya ia tidak egois seperti itu ....ntah ada masalah apa ia dengan Ainun, karena Ainun tak pernah cerita tentang hal itu dan ku rasa tak ada masalah antara mereka," ucap Ahmad Rafiq kepada Salsa.


"Ya gak papa, terimakasih sudah berusaha membujuk Aldo, dan maaf sudah merepotkan dan maaf atas sikap Aldo yang kurang baik padamu." ucap Salsa.


"Aku sendiri juga tidak tau mereka ada masalah apa dan kenapa ia sampai seperti itu melarangku bertemu Ainun," ucap Salsa.


"Iya begitulah...dan tidak apa-apa tidak merepotkan sama sekali," ucap Ahmad Rafiq.


"Yasudah aku masuk dulu," ujar Salsa yang segera masuk ke dalam rumahnya setelah melihat Ahmad Rafiq mengangguk.


"Tunggu ..." Ahmad Rafiq kembali mencegah Salsa untuk masuk kembali ke dalam rumahnya.


"Iya??" tanya Salsa.


"Humm bagaimana bila sekarang kamu ke rumah Ainun, toh Aldo sedang di kantor sibuk mengurusi meeting, rapat dan tandatangan berkas tentu pulangnya akan lama mungkin siang atau sore, untuk lebih tepatnya kamu bisa menanyakan jam berapa." ujar Ahmad Rafiq.


"Humm, maaf sepertinya aku tidak bisa, bagaimanapun aku harus izin dari suamiku. Aku hanya bisa mendoakan kesembuhan untuk Ainun," ucap Salsa.


"Okeeelah, maaf ya...aku hanya sekedar menawarimu tadi," ucap Ahmad Rafiq.


"Iya tidak apa apa, sekali lagi maaf ya... dan terimakasih," ucap Salsa, yang segera masuk ke dalam rumahnya.


Sedangkan Ahmad Rafiq yang melihat penolakan Salsa hanya bisa tersenyum kecil, ia yakin seandainya Salsa mengetahui kondisi Ainun tentu ia takkan mendengarkan dan meminta izin kepada suaminya yang egois itu.


Iya hanya menunggu waktu untuk Salsa bertemu dengan Ainun nantinya secara langsung, saat Aldo mengajaknya dan ia pun ingin ada sesuatu yang ia bicarakan dengan Aldo walau ia ragu karena sikap Aldo yang terlalu egois.


Setelahnya Ahmad Rafiq pun segera memacukan motornya untuk kembali ke pesantrennya setelah itu pulang ke rumahnya untuk menemani Salsa juga Abahnya yang sedang tidak baik baik saja dan sangat membutuhkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2