
Putri merasakan rasa sakit kepala yang luar biasa di bagian kanan tubuhnya. Awalnya ia tak ingin di bawa ke rumah sakit tapi karena rasa sakitnya yang semakin hari semakin parah membuat Putri pun mengalah dan ia segera di bawa ke rumah sakit oleh Aldo dan juga ke dua orang tuanya. Di rumah sakit, ia melakukan pemindaian kepala (CT Scan).
Tapi dokter saraf yang memeriksannya tak menemukan keanehan apapun. Dan Putri di nyatakan sehat. Putri hanya di suruh istirahat untuk beberapa hari ke depan dan tidak boleh beraktifitas yang berat berat dan juga tidak boleh terlalu mikir yang berat berat. Setelah selesai di periksa dan dokter mengatakan sehat, Aldo dan juga kedua orang tua Putri mengantarkan Putri pulang, tak lupa Aldo membelikan obat pereda nyeri untuk Putri.
Jujur di sepanjang jalan, Aldo merasa ada yang aneh. Di satu sisi, ia merasa senang ketika dokter mengatakan Putri gak kenapa napa dan hanya sakit kepala biasa tapi di sisi lain Aldo merasa kalau Putri bukan hanya sakit biasa. Ingin rasanya Aldo membawa Putri ke rumah sakit yang lebih besar agar ia bisa tau apa yang sebenarnya terjadi. Ia kurang puas dengan apa yang di katakan dokter tadi.
2 Minggu setelah Putri pulang dari rumah sakit itu. Putri merasa rasa sakit itu kerap kali datang bahkan tangan kanannyapun sering kesemutan dan mati rasa tanpa sebab. Rasanya seperti terpukul terutama setelah berolahraga cukup keras. Dan pil pil pereda rasa sakit pun yang di minumnya semakin banyak. Awalnya Putri hanya minum sebutir tapi lama lama menjadi tiga sampai empat butir sehati tapi karena Putri menyangka semua keluhan itu akibat kelebihan kolesterol, pil pil pereda nyeripun juga di tambah dengan tablet peluruh kolesterol. Tapi sayang beribu ribu sayang, semua itu tak ada hasilnya.
__ADS_1
Hingga beberapa hari kemudian, serangan itu datang. Yah tangan dan kaki kanannya mati rasa sehingga tak bisa di gerakkan lagi. Mulutnya pun sudah tak lagi sempurna seperti biasanya bahkan kini pandangannyapun mulai kabur. Kepala kirinya nyeri seperti di tusuk tusuk. Suara teriakan minta tolongnyapunn kalah dengan suara televisi yang ada di ruang keluarga.
Sedangkan Aldo dan juga kedua orangtuanya Putri memang lagi nonton tivi sambil nunggu Putri bangun tidur.
Putri berusaha semaksimal mungkin untuk bangkit mencari bantuan. Putri berusaha untuk menyeret kaki kanannya yang sudah lemah tak berdaya, Putri berusaha turun ke lantai bawah. Tapi naas karena pas turun tangga, Putri malah terpeleset dan tubuhnyapun terjerembab hingga kepalanya terbentur anak tangga sampai bawah.
Benturan yang keras itu di dengar oleh Aldo dan juga kedua orang tuannya. Aldo segera pergi menghampiri Putri yang sudah pingsan dengan kepala yang berdarah karena terbentur anak tangga. Mereka segera membawa Putri ke rumah sakit besar. Sesampai di rumah sakit itu, luka di kepala Putri langsung di jahit dan dokter juga memeriksannya apakah ada gegar otak akibat benturan itu dan dia sekali lagi menjalani pemindaian kepala.
__ADS_1
Aldo dan kedua orang tua Putripun sangat shok mendengar itu semua terutama Putri. Ia sangat histeris, Aldo mencoba untuk menenangkannya. Walaupun Aldo sendiri juga sangat rapuh dan hatinya seperti di cabik cabik tapi ia berusaha untuk tegar dan tersenyum di depan Putri. Ia tak ingin kelihatan sedih di depan Putri. Sedangkan keduorang tua Putri memilih keluar untuk membiarkan Aldo waktu untuk bersama Putri.
"Put, kamu harus tabah ya. Aku tau ini berat tapi kamu harus kuat. Aku yakin kamu pasti sembuh. Aku akan selalu ada untuk kamu." Ucap Aldo sambil memeluk Putri, sesekali air mata Aldo keluar dan Aldo segera mengusap air matannya sebelum Putri melihatnya.
"Tapi Al, aku masih belum siap untuk mati. Aku juga gak sanggup dengan rasa sakit ini. Selama ini aku sudah sangat tersiksa tapi aku berusaha untuk menahannya tapi ketika aku tau aku terkena kanker otak, sungguh itu seperti mendengar petir di siang bolong. Harapan Putri untuk hidup hanya sedikit, masa depannya pun sudah suram bahkan pernikahan Putri dan Aldo pun mungkin akan terancam batal dan mungkin ia juga tidak bisa menikmati masa masanya di kelas 3 yang kata orang adalah masa masa yang menegangkan tapi juga menyenangkan.
"Kalau tidak boleh bilang gitu sayang, aku yakin kamu pasti sembuh. Kita berusaha dan berdoa aja ya. Semoga ada keajaiban dan kamu bisa sembuh total."
__ADS_1
"Semoga aja. Kamu janji ya, harus selalu ada di dekat aku. Dan aku mohon jangan sampek ada yang tau tentang penyakitku ini, cukum kamu, aku dan kedua orang tuaku aja."
"Iya aku janji." Ucap Aldo sembari mencium kening Putri.