Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 101.


__ADS_3

Letisia terkejut melihat tubuh Damian merosot ke lantai, meringis kesakitan memegang kepalanya.


Dengan langkah cepat Letisia menghampiri Damian yang perlahan berlutut ke lantai.


"Tuan..jangan berpikir lagi, anda belum sembuh betul!" sahut Letisia cemas, dia tahu pasti Damian sedang mengingat sesuatu sehingga membuat kepalanya sakit.


Letisia meraih kepala Damian dan memeluknya kedalam dekapan nya, tangan kecil Letisia mengelus dengan lembut kepala Damian.


Tangan Damian pun memeluk tubuh mungil istrinya yang berdiri sambil mendekap kepalanya, dia merasakan kepalanya menjadi ringan kembali karena elusan tangan Letisia.


"Sudah! jangan mencoba mengingat yang belum bisa diingat Tuan..kepala Tuan belum sembuh, aku akan bantu Tuan menjawab apa yang ingin Tuan pertanyakan!" kata Letisia sembari terus mengelus kepala Damian dengan lembut.


"Iya sayang..kepalaku sudah terasa ringan, tangan kecilmu sungguh ajaib membuat kepalaku jadi rileks" gumam Damian semakin erat memeluk tubuh Letisia, membenamkan wajahnya didada Letisia yang lembut.


Beberapa saat mereka seperti itu, saling mendekap dalam diam.


Letisia baru merasakan hatinya yang beku, telah menghangat, dan rasanya sangat menyenangkan.


Ini rasa yang baru dialaminya seumur hidup, ternyata menyukai seseorang itu sangat membahagiakan.


Beginikah rasanya jatuh cinta? pikir Letisia sambil tersenyum, dan tanpa sadar dia mengecup puncak kepala Damian.


Hatinya terasa begitu hangat dan mulai panas karena bahagia, ada semacam cairan madu hangat menyiram hatinya.


Perasaannya membuncah merasakan semakin bahagia, dan tanpa sadar kembali dikecupnya kepala Damian.

__ADS_1


Dan kali ini lebih dalam dan lama, tanpa sadar air mata Letisia menetes karena bahagia.


Letisia memaafka dan melupakan apa yang dilakukan Damian waktu lalu terhadapnya, semua itu kesalah pahaman yang menyakitkan sehingga membuat Damian bertindak seperti itu.


Sebenarnya mereka mempunyai penderitaan yang sama, tapi berbeda masalah.


Damian karena sakit hati, menjadi lelaki arogan dan playboy, sementara Letisia, sedari kecil sudah merasakan penderitaan fisik maupun non fisik.


Walau Letisia akui, sangat sulit menerima orang lain memberi perhatian padanya, karena dia sudah terbiasa diabaikan dan tidak dicintai.


Damian merasakan tubuh Letisia bergetar, sepertinya istrinya itu menangis.


Perlahan Damian melepaskan pelukannya, dan mendongakkan kepalanya melihat wajah Letisia yang tengah menangis.


"Sayang..kenapa kau menangis, apakah aku ada melakukan sesuatu yang membuatmu sakit hati?" tanya Damian hati-hati, perlahan tangannya mengelap air mata Letisia yang mengalir.


Tubuh Letisia semakin bergetar mendengar pertanyaan Damian tersebut, dan air matanya semakin deras mengalir.


Damian sebenarnya adalah pria yang lembut dan romantis, dia pria yang hangat pada seseorang yang disayanginya, dan juga setia.


Mereka berdua terjebak pada masalah hati dan perasaan mereka masing-masing, dan Letisia terlalu lama larut dalam perasaannya yang tersakiti.


Kini dia menyadari hatinya yang sakit telah terobati dengan cinta Damian yang posesif, yang ingin mengikat hatinya dengan cinta Damian yang membara.


Melihat Letisia semakin menangis membuat Damian semakin kalang kabut mengelap air mata Letisia, wajah imut Letisia terlihat sangat menyedihkan.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku..aku tidak ingat pernah menyakitimu, ceritakanlah agar aku bisa memperbaiki sikapku!" kata Damian sembari terus mengelap air mata Letisia.


Letisia menghamburkan tubuhnya memeluk Damian, tangisannya pun meledak.


Ya! sekarang dia baru menyadari kalau dirinya mencintai Damian.


"Sayang.." Damian membalas pelukan Letisia dengan erat, dan membenamkan wajahnya kebalik leher Letisia.


Damian membiarkan Letisia menumpahkan perasaan hatinya yang sedih.


Tangannya dengan lembut mengelus punggung Letisia tanpa berhenti untuk menenangkan istri kecilnya itu.


"Aku mencintaimu Tuan..aku mencintaimu!" gumam Letisia dalam pelukannya didalam dekapan Damian sembari terus menangis.


Tangan Damian yang tengah mengelus punggung Letisia, mendadak berhenti.


Dan tubuhnya membeku, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


Suara gumaman Letisia sangat jelas didengarnya, benar-benar sangat jelas!


Beberapa detik Damian tidak bergerak memeluk Letisia, tangannya tanpa sadar meremas punggung Letisia karena merasa bermimpi.


"Aku mencintaimu Tuan" gumam Letisia sekali lagi, seraya semakin erat memeluk Damian.


Letisia semakin membenamkan wajahnya ke dada bidang Damian, membiarkan tangan Damian meremas punggungnya yang terasa begitu nyaman.

__ADS_1


Letisia tersenyum bahagia telah mengungkapkan perasaannya, akhirnya mereka saling mencintai.


Bersambung......


__ADS_2