Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 83.


__ADS_3

Letisia diam tidak bergerak merasakan bibir Damian mengulum bibirnya dengan pelan dan lembut.


Jujur didasar hati Letisia kalau ciuman Damian sungguh membuat Letisia seakan melayang, ciuman pertama nya yang telah diambil Damian pertama kali saat di walk in closet sempat membuat Letisia sangat terkejut.


Merasakan bibir Damian yang menciumnya membuat Letisia merasa kalau Damian telah menandainya sebagai miliknya.


Dan Damian melakukannya lagi dan lagi tanpa bisa dihindari oleh Letisia.


Letisia merasakan lidah Damian mencoba membuka bibirnya, menyelinap menelusuri giginya.


Tanpa sadar tangan Letisia yang satu lagi terangkat, dan menaruhnya dibahu Damian.


Dan tentu saja tindakan Letisia tersebut membuat Damian menjadi berani untuk memperdalam ciumannya.


Tangan kiri Damian turun memeluk pinggang Letisia, merapatkan tubuh Letisia padanya.


Dan otomatis Letisia tanpa sadar mengalungkan tangannya pada leher Damian.


Damian semakin memiringkan wajahnya untuk mendapatkan sepenuhnya mengulum bibir Letisia, memasukkan lidahnya lebih kedalam lagi.


Dan membuat Letisia akhirnya membuka bibirnya, dan Damian pun dapat merasakan lidahnya bertemu dengan lidah Letisia.


Membuat dia jadi lupa diri karena senangnya, karena Letisia menyambut ciumannya.


Ini benar-benar sangat indah sekali, Damian merasakan tubuhnya meremang begitu bahagia.


Damian memilin lidah Letisia dengan lembut, membuat otak Damian tidak ingin teralihkan untuk lebih lagi untuk merasakan bibir Letisia yang membuat dia sangat candu.


Damian sangat menyukai semua tentang tubuh Letisia, dan sangat mencintai istri kecilnya tersebut.


Menyukai bibir Letisia yang lembut, aromanya yang menenangkan, matanya yang indah dan tubuhnya yang mungil sangat enak dipeluk.

__ADS_1


Damian menurunkan bibirnya mengecup leher Letisia, dan membuat Letisia tanpa sadar mendongakkan wajahnya keatas.


Dan, itu membuat lehernya semakin leluasa dikecup Damian.


" Ah..!" tanpa sadar bibir Letisia mendesah merasakan rasa geli di perutnya karena tindakan Damian tersebut.


Suara Letisia tersebut membuat Damian bereaksi, kepalanya seakan melayang seperti terbang di tempat yang indah.


Tangan kiri Damian tidak bisa diam, tanpa bisa dikendalikan nya menjalar membelai punggung Letisia.


Lalu mengelus tulang rusuk Letisia dengan perlahan dan lembut.


" Sayang...Letisia sayangku " gumam Damian seperti orang yang sedang mabuk.


Bibir Damian semakin menjalar dengan perlahan ke ceruk leher Letisia, lalu semakin turun kebawah.


Tiba-tiba Letisia menahan wajah Damian, dia merasakan ada sesuatu yang mengganjal semakin besar di bokongnya.


" Tuan...hentikan " gumam Letisia serak, nafasnya memburu bersama dengan debaran jantungnya yang berdegup kencang.


" Iya sayang " gumam Damian serak juga.


" Kenapa anda menciumku Tuan?" tanya Letisia memandang Damian dengan bibir yang terlihat membengkak.


Melihat bibir Letisia tersebut, membuat Damian ingin mengulum nya kembali.


" Bukankah kau menginginkannya?" tanya Damian dengan polosnya.


" A..apa? kapan?" tanya Letisia terbelalak tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Damian.


" Barusan...kau mengelus pipiku, lalu mendekatkan wajahmu padaku " kata Damian lagi dengan polosnya.

__ADS_1


Mata Letisia semakin terbelalak melebar mendengar perkataan Damian tersebut, dia tidak menyangka tindakannya tadi membuat Damian jadi salah paham padanya.


" A..aku tidak ada bermaksud begitu..!" kata Letisia dengan suara yang galak.


" Jadi apa maksudnya tadi itu? kau mengelus pipiku sayang...terus...."


" Aku pikir ini sesuatu yang kotor menempel disini!" kata Letisia masih dengan nada suara yang galak, lalu dengan kasar menekan luka dipipi Damian.


" Aduh!" Damian mengaduh sakit merasakan jari telunjuk Letisia menekan pipinya.


Damian memegang jari telunjuk Letisia dengan lembut yang menekan pipinya tersebut.


" Sakit sayang " gumamnya dengan nada yang kasihan.


Mata Letisia masih terlihat galak menatap Damian, ditekannya kembali luka yang sudah mengering tersebut, sampai kepala Damian teleng kesamping sedikit.


" Sayang...kau mau melukaiku lagi ya " kata Damian dengan nada pelan, dia tidak marah diperlakukan oleh Letisia seperti itu.


" Aku mau kasih tahu pada Tuan, kalau aku tidak ada niat untuk mesum pada Tuan " kata Letisia masih dengan nada suara yang galak.


" Iya sayang...aku yang ingin mengecup bibirmu, aku suka rasa bibir ini, apakah boleh aku cium lagi?" tanya Damian dengan tidak tahu malu, perlahan dielusnya bibir Letisia dengan jempolnya.


Letisia tidak menanggapi permintaan Damian tersebut, dia mengalihkan pembicaraan yang membuat Damian masih fokus pada bibirnya.


" Sudah waktunya kita masuk kedalam, anda perlu istirahat, agar lukanya cepat sembuh...dan infusnya juga sudah mau habis, sepertinya anda tidak perlu pakai infus lagi " kata Letisia melihat kearah infus Damian yang sudah mau habis.


" Baiklah sayang...ayo kita masuk " akhirnya Damian mengalah.


Letisia kemudian turun dari pangkuan Damian.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2