Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 51.


__ADS_3

Leticia melihat Damian telah memakai pakaian tidurnya, dan sedang duduk bersandar di kepala tempat tidur.


Damian terlihat sedang mengkotak-katik ponselnya.


Leticia berjalan menuju meja rias, lalu membuka lacinya mencari sesuatu.


Dia mengeluarkan hairdryer dari dalam laci.


"Tuan rambut anda belum kering, kemari lah biar ku keringkan" kata Leticia pada Damian agar datang untuk duduk di depan meja rias.


Dengan patuh Damian meletakkan ponselnya di nakas, lalu berjalan menuju meja rias.


Leticia kemudian menyalahkan hairdryer, dan mulai mengeringkan rambut Damian yang masih basah.


Begitu tangan Leticia menyentuh kepalanya, Damian menyukai tangan kecil Leticia mengacak-acak rambutnya, terasa begitu lembut di kulit kepalanya.


"Sudah kering" Leticia meletakkan hairdryer di atas meja rias.


Leticia kemudian memeriksa tangan kanan Damian yang terluka.


Gipsnya basah, harus diganti dengan yang baru.


"Aku akan ganti dengan yang baru, ini basah!" kata Letisia.


Damian diam saja apa yang dikatakan Letisia, dia menurut saja.


Letisia mengambil plastik obat yang mereka beli diapotik tadi, mengambil kasa gips dari dalam plastik.


Dengan hati-hati Letisia membuka gips yang membalut luka Damian, begitu terbuka benar saja luka tersebut telah basah.


Dengan hati-hati Leticia membersihkan luka Damian, ternyata lukanya besar juga.


Melihat luka Damian tersebut Leticia bisa membayangkan pasti sakit sekali.


Leticia tidak menyangka Damian bisa menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Leticia mengoles obat pada luka Damian setelah Leticia mengelap kering luka tersebut.


Setelah itu dengan hati-hati dia membalut dengan kasa, dan memakaikan gips agar retak di tulang tangan Damian kembali ke semula.


Damian memang sudah menunjukkan sikap baik padanya, tetapi dia tidak mencintai Damian.


Leticia berinisiatif merawat Damian karena telah menolongnya dari kecelakaan mobil, dia tidak ada perasaan apapun pada Damian.


Dan yang lebih tepatnya belum bisa untuk menerima Damian.


Leticia belum pernah merasakan jatuh cinta, karena selama ini orang-orang yang dekat dengannya begitu kasar padanya, jadi Leticia tidak bisa merasakan artinya untuk mencintai, karena dia tidak pernah dicintai.


"Sudah!" kata Leticia meletakkan dengan hati-hati tangan Damian yang telah dibalutnya.


"Terimakasih" ucap Damian pelan.


"Iya!" jawab Leticia.


Damian mengambil hairdryer dari atas meja.


Damian kemudian mengeringkan rambut Leticia yang panjang.


Leticia sesekali membuka rambutnya agar rambutnya yang basah bisa dikeringkan Damian.


Setelah kering Damian masih belum beranjak dari samping Leticia.


"Pergilah tidur Tuan, ini sudah malam, minum obat dulu baru tidur"


Leticia beranjak dari duduknya, lalu pergi menuju nakas untuk mengambil obat Damian.


Damian mengikuti Leticia dari belakang, lalu duduk di tepi tempat tidur.


Leticia memberikan obat yang akan diminum Damian, lalu menuang air minum kedalam gelas.


Damian melemparkan obat tersebut kedalam mulutnya, dan menerima gelas berisi air minum yang diberikan Leticia.

__ADS_1


"Tidurlah Tuan, aku akan pakai baju dulu, aku tidur di sofa untuk menjaga anda malam ini" kata Leticia.


Sudut bibir Damian tersenyum senang.


"Tidur ditempat tidur saja, tidak nyaman tidur di sofa" kata Damian tidak setuju kalau Leticia tidur di sofa.


"Tidak, aku tidur di sofa saja!" kata Leticia beranjak dari depan Damian.


Leticia tidak mau mendengarkan bujukan Damian agar dia tidur ditempat tidur bersamanya.


Damian terpaksa naik ketempat tidur, menarik selimut untuk menutupi badannya.


Leticia menghidupkan lampu di nakas, lalu mematikan lampu kamar.


Leticia kemudian pergi untuk memakai baju tidurnya.


Tidak lama kemudian Leticia kembali lagi setelah memakai baju tidur.


Dia mengambil selimut cadangan, lalu merebahkan dirinya di sofa.


Mereka pun tidur di satu kamar tapi beda tempat.


Ditengah malam Leticia terbangun, dia mendengar Damian meringis seperti orang mengigau.


Leticia mendekati tempat tidur.


Tampak Damian sangat gelisah tidur, dengan mata yang masih terpejam, Damian terdengar meringis.


Leticia melihat kening Damian berkeringat.


Tangan Leticia terulur untuk menyentuh kening Damian.


Panas! Damian demam.


Leticia seketika panik, dia bergegas mencari handuk kering, lalu dengan cepat mengelap kening dan leher Damian yang berkeringat.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2