Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 73.


__ADS_3

Damian mengecup puncak kepala Letisia dengan lembut, lalu mengusap punggungnya agar tenang kembali.


Letisia kembali tenang, merapatkan dirinya pada Damian dengan nyaman dan tidur dengan nyenyak.


Damian tersenyum bahagia dan kembali melanjutkan tidurnya.


Jam pun berjalan hingga pagi pun datang, sinar matahari masuk melalui celah tirai jendela menerangi kamar.


Letisia menggerakkan tubuhnya yang terasa sangat nyaman.


Tangannya semakin erat memeluk benda yang terasa hangat ke tubuhnya, membuat dia tidak kedinginan.


Bibirnya tersenyum bahagia, mengelus benda yang terasa hangat ditelapak tangannya.


Dan sampai tangan Letisia merasakan ada getaran denyut ditelapak tangannya.


Perlahan mata Letisia terbuka, dan mengangkat wajahnya untuk melihat dimana dia tidur.


Pertama yang dia lihat rahang Damian, lalu turun ke lehernya.


Letisia langsung tersadar saat mengetahui kepalanya bersandar didada Damian.


Ternyata Letisia menjadikan dada Damian menjadi bantalnya.


Dan memeluk Damian dengan nyaman, telapak tangannya memegang dada Damian.


Sementara Damian memeluk pinggang Letisia dengan tangan kiri nya.


Mereka terlihat sangat intim, bagaikan sepasang suami-istri yang saling mencintai.


Letisia dengan reflek mengangkat wajahnya, dia tidak menyangka bisa tidur dengan memeluk Damian dengan nyamannya.


Letisia merasakan sudut bibirnya basah.

__ADS_1


Dia mengelap sudut bibirnya, ternyata air liur.


Hah! wajah Letisia seketika memerah.


Letisia melihat baju dibagian dada Damian basah oleh ait liurnya, ternyata tidurnya sangat nyenyak sampai tidak sadar mengeluarkan air liur.


Astaga, memalukan! pikir Letisia mengelap air liurnya yang membasahi baju Damian dengan tangannya.


Tangan Damian masih memeluk pinggang Letisia, dan tidak bergerak sedikitpun saat tangan Letisia dengan cepat mengelap baju Damian yang basah.


Karena masih terasa basah, Letisia menarik ujung baju tidurnya untuk mengelap air liurnya tersebut.


Akhirnya Letisia bisa mengelap airnya, walaupun tidak terlalu kering, tapi setidaknya tidak basah lagi seperti tadi.


Damian tetap saja tidak terganggu dengan apa yang dilakukan oleh Letisia, dia tampak tidur dengan nyamannya.


Dengkuran halus terdengar keluar dari rongga lehernya melalui mulutnya yang sedikit terbuka.


Letisia mengerjapkan matanya merasa tidak percaya dengan apa yang ada dipikirannya.


Tanpa sadar dia mengagumi wajah Damian.


Letisia mencoba melepaskan tangan Damian yang memeluk pinganggnya, dia ingin kekamar mandi dan sudah waktunya untuk bangun.


Damian bergerak saat tangan Letisia berusaha untuk melepaskan tangannya yang memeluk pinggang Letisia.


Letisia diam sebentar melihat Damian yang bergerak, dan kembali berusaha untuk melepaskan tangan Damian yang memeluk pinggangnya.


Akhirnya Letisia berhasil melepaskan tangan Damian.


Dia pun bergegas menjauh dari tubuh Damian.


" Mau kemana sayang?" terdengar suara serak bariton Damian bergumam pelan.

__ADS_1


Tangan Damian reflek menangkap tangan Letisia.


Letisia berhenti bergerak, dia menoleh kearah Damian yang terlihat mulai membuka matanya dengan perlahan.


Dengan mata yang masih mengantuk, Damian memandang Letisia.


" Mau kemana sayang?" tanyanya lagi, lalu mengucek matanya yang agak kabur karena bangun tidur.


" Aku ingin kekamar mandi, ini sudah siang" kata Letisia.


" Oh " Damian menoleh kearah jendela, iya, ada cahaya matahari yang masuk dari sela-sela tirai.


Letisia melanjutkan untuk turun dari tempat tidur, dia pun bergegas masuk kekamar mandi.


Damian ditempat tidur kembali memejamkan matanya, dia merasa sangat nyaman dengan keadaan suasana hati Letisia yang terlihat ramah dengannya.


Damian kembali terlelap dengan nyaman.


Letisia setelah selesai buang air kecil, kemudian menyikat giginya dan membasuh wajah mengantuknya.


Kembali kekamar, dan melihat Damian kembali melanjutkan tidurnya.


Jam sudah menunjukkan jam 9 pagi, sudah waktunya untuk membuka tirai dan jendela, agar udara pagi masuk kedalam kamar.


Letisia melakukan dengan cepat, karena sudah terbiasa mengerjakannya.


Dia menyelesaikan hanya butuh lima menit saja, membuka tirai lebar-lebar.


Membuka pintu balkon kamar, agar udara masuk, lalu membersihkan kamar dengan penyedot debu.


Damian masih tetap tidur, tidak memperdulikan suara-suara yang ditimbulkan Letisia membersihkan kamar.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2