Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 37.


__ADS_3

Damian memejamkan matanya merasakan bibir Leticia pada bibirnya, menikmati lembutnya bibir Leticia di bibirnya.


Perlahan Damian mulai mengulum bibir Leticia.


Oh! ini sangat menyenangkan, pikir Damian menyukai rasa bibir Leticia.


Begitu lembut dan manis, bisik hati Damian bahagia sekali.


Mata Leticia semakin terbelalak merasakan bibirnya dicium Damian lagi, amarah Leticia benar-benar sudah meledak.


Dan bibirnya dikulum oleh Damian, tubuh Leticia gemetar menahan amarahnya yang sudah di kepala.


Dengan dorongan sekuat tenaga, tubuh Damian didorong Letisia.


Dan bibir Letisia terlepas dari bibir Damian, ada suara berdecak saat bibir mereka terlepas.


Bibir Leticia basah oleh air liur Damian dan membengkak.


Damian melihat wajah Leticia yang merah karena amarah, tapi wajah Leticia itu justru terlihat tambah cantik di pandangan Damian.


"Anda sungguh lancang!!" teriak Leticia marah.


Dia ingin menampar wajah Damian karena begitu lancang menciumnya lagi.


Karena tangannya dipegang Damian begitu eratnya, Leticia tidak bisa menarik tangannya.


"Kau adalah istriku Leticia, apa aku tidak boleh mencium istriku sendiri?" tanya Damian memelas, bibir Leticia begitu menggoda.


Damian rasanya ingin mencium bibir itu lagi, membuat dia jadi candu.


"Aku bukan istri anda, aku hanya seorang pembantu!!" teriak Leticia.


"Tidak! mulai hari ini kau bukan lagi pembantu, kau adalah Nyonya rumah ini, Nyonya Damian!" kata Damian dengan suara yang lembut.

__ADS_1


Leticia tidak tertarik dengan apa yang dikatakan Damian, dia merasa itu hanyalah omong kosong belaka.


Mereka tidak saling mencintai, bagaimana mungkin dua orang yang tidak saling membicarakan omong kosong seperti itu.


Leticia memutar otaknya bagaimana agar bisa terlepas dari kungkungan Damian.


Leticia mengangkat kakinya, lalu dengan sekuat tenaga menginjak kaki Damian.


"Awww....!!" Damian terkejut dan kesakitan dengan tindakan Leticia tersebut.


"Anda sungguh tidak tahu malu, kita tidak saling mencintai, bagaimana mungkin aku bisa menjadi Nyonya rumah ini!" kata Leticia dengan nada yang datar dan dingin.


Diapun berbalik meninggalkan Damian, membuka pintu dan keluar dari kamar tamu tersebut.


"Leticia! tunggu!" Damian mengejar Leticia.


Leticia menutup pintu kamar dengan kencang, tapi kemudian pintu tersebut terbuka lagi oleh Damian yang mengejar Leticia.


Leticia menghentikan langkahnya, dan begitu juga dengan Damian.


Mereka sama-sama menoleh kearah wanita yang berteriak tersebut.


Tampak Amber kekasih Damian yang paling dicintai Damian berdiri tidak jauh dari mereka, tengah memandang mereka berdua dengan tatapan marah.


Dia melihat Damian tidak memakai baju dan bertelanjang kaki.


Raut wajahnya terlihat begitu cemburu pada Leticia.


"Sayang!!" teriak Amber lagi.


Sayang? huh! dasar Playboy, bisik hati Leticia berdecak jijik.


Dia mau aku memanggil dirinya 'sayang' juga, sama dengan para kekasihnya itu! sungguh ironis, bisik hati Leticia semakin jijik.

__ADS_1


"Kau dasar perempuan murahan! kau menggoda kekasihku ya! kau dasar pembantu sialan!!" teriak Amber dengan histeris.


Dia bergegas menghampiri Leticia, lalu menjambak rambut Leticia.


Damian sangat terkejut melihat Amber menarik rambut indah Leticia.


Wajahnya langsung menggelap melihat itu, dengan langkah cepat dia menarik tangan Amber yang menjambak rambut Leticia.


"Lepaskan tanganmu dari rambut istriku!" teriak Damian pada Amber dengan tajamnya.


Amber terkejut mendengar teriakan Damian, dia melepaskan tangannya dari rambut Leticia.


Dan otomatis membuat Leticia terjerembab ke lantai.


"Sayang! Apa yang kau katakan?!" tanya Amber merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Siapa sayangmu? aku bukan sayang mu!!" teriak Damian marah, dia benar-benar tidak menyukai Amber memanggilnya dengan sebutan sayang.


Damian berjongkok untuk membantu Leticia.


Leticia mengibaskan tangan Damian yang mencoba membantunya.


"Urus saja kesayangan anda itu Tuan, jangan pedulikan aku!" kata Leticia dengan datar.


"Sayang!!" panggil Amber lagi dengan kencang, dia sangat marah melihat Damian menolong Leticia.


Damian reflek berdiri.


Plakk!


Satu tamparan melayang ke pipi Amber.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2