
Leticia sangat terkejut dengan apa yang terjadi, mereka terjerembab kesamping ditarik oleh Damian.
Leticia tidak merasakan sakit sama sekali, tapi dia mendengar Damian meringis menahan sakit.
Leticia cepat-cepat bangkit dari berbaringnya.
"Tuan, anda tidak apa-apa?" tanya Leticia, wajahnya terlihat panik melihat Damian yang meringis.
Leticia meraih tangan Damian, dan benar saja tangan Damian terluka dan mengeluarkan darah.
"Tuan, tangan anda terluka!" sahut Leticia semakin panik.
"Tidak apa-apa, biarkan saja, ayo kita pulang!" kata Damian, lalu perlahan bangkit dari terjatuhnya.
"Tidak, ayo kita ke rumah sakit, nanti luka anda infeksi!" kata Leticia memegang tangan Damian, dan memeriksa luka Damian.
"Baiklah, ayo!" kata Damian menuruti apa yang dikatakan Leticia.
Damian tidak bisa menyetir lagi, karena tangannya terluka.
Damian dan Leticia terpaksa naik taksi pergi menuju rumah sakit terdekat.
Darah terus mengalir keluar dari luka Damian.
Leticia menyekanya dengan hati-hati menggunakan sapu tangan milik Leticia, Leticia tidak perduli darah Damian telah mengotori sapu tangannya.
Walau perasaan Leticia dingin pada Damian, tapi melihat Damian terluka, perasaan Leticia yang kaku mencair, ada rasa tersentuh dengan rasa peduli Damian padanya.
Mengingat bagaimana Damian tadi dengan spontan menolongnya mengubah cara pandang Leticia terhadap Damian, sepertinya Damian memang tulus ingin memperbaiki sikapnya pada Leticia.
__ADS_1
Tidak berapa lama mereka sampai di rumah sakit terdekat.
Dokter mengobati luka ditangan Damian.
"Untuk sementara tangan kanan anda tidak diperbolehkan terkena air Tuan, dan juga jangan menggunakan tangan ini untuk melakukan pekerjaan dulu, tulang tangan anda ada sedikit retak!" kata Dokter.
"Baik Dok!" jawab Damian.
Dokter kemudian meresepkan obat untuk luka dan tulang retak Damian, serta gips cadangan kalau diperlukan.
Leticia menerima resep obat tersebut dari tangan Dokter.
Lalu bersama Damian, Leticia pergi menebus obat tersebut ke apotik rumah sakit.
Damian merogoh saku jasnya setelah mereka menebus obat di apotik.
"Bawa pulang mobilku!" kata Damian singkat, setelah itu mematikan ponselnya.
Lalu menyerahkan ponselnya pada Leticia.
"Tolong tulis alamat restoran tempat kita makan tadi!" kata Damian pada Leticia.
Leticia menerima ponsel Damian, lalu mengetik alamat restoran mereka tadi.
Setelah Leticia mengetiknya, kemudian menyerahkan kembali pada Damian.
"Ayo pulang, kita naik taksi!" Damian lalu menggenggam tangan Leticia keluar dari rumah sakit.
Damian memanggil taksi.
__ADS_1
Merekapun tidak lama kemudian sampai di Mansion Damian.
Dengan menggunakan tangan kirinya, Damian membantu Leticia turun dari mobil taksi.
Setelah berada di dalam rumah, Damian mengatakan pada Letisia kalau dia akan tidur di kamar sebelah kamar utama untuk sementara.
Kamar utama besok akan direnovasi, jadi Damian tidak tidur di sana malam ini.
Leticia hanya diam saja mendengarkan apa yang dikatakan oleh Damian.
"Pergilah istirahat, ini sudah larut malam, kau pasti sudah lelah!" kata Damian, lalu menaiki tangga.
Leticia tampak bimbang melangkahkan kakinya untuk pergi, dia ingat tangan kanan Damian sakit dan tulang tangannya ada retak sedikit.
Pasti akan kesulitan untuk membuka pakaiannya, dan melakukan hal yang lainnya.
Leticia memandang Damian yang telah melangkah naik ke atas.
Leticia akhirnya membulatkan tekadnya, dia berinisiatif akan membantu Damian.
Leticia dengan langkah pasti menaiki tangga, dan berjalan menuju kamar disebelah kamar utama.
Leticia menarik nafas terlebih dahulu sebelum mengetuk pintu kamar.
Dan, tangannya perlahan mengetuk pintu kamar.
Pintu kamar terbuka, Damian memandang Leticia yang berdiri didepan pintu kamar dengan pandangan yang sulit di artikan.
Bersambung.....
__ADS_1