
Kedua wanita itu membeku ditempatnya begitu Ayah wanita yang awut-awutan itu menjelaskan siapa Damian sebenarnya.
Mereka pun mencoba mencerna apa yang dikatakan orang tua itu, dan sontak mereka berdua terkejut bukan main.
Mereka pikir marga Jhonson siapa saja bisa memiliki, tapi ternyata Jhonson yang ini berbeda, ini seseorang yang tidak bisa disinggung.
Damian Ceo Group Jhonson yang terkenal arogan, dan juga bisa bersikap kejam.
Kedua lutut wanita itu mulai gemetar ketakutan, mereka terlalu percaya diri memprovokasi keluarga Jhonson yang mendominasi.
Dan, kalau begitu Donald Jhonson adalah keluarga dari Group Jhonson juga, habislah sudah! pikir mereka.
Lutut mereka semakin bergetar karena ketakutan, orang tua mereka akan kena imbasnya dengan apa yang mereka lakukan.
Dan, mereka teringat saat wanita yang mengaku sebagai istri Donald mengatakan 'kau ingin keluargamu bangkrut, berani menghina pewaris Group Jhonson'.
Gawat! gawat! kaki kedua wanita itu jadi lemas, rasanya tidak mampu lagi menopang tubuh mereka.
Kaki mereka terasa seperti jelly, dan perlahan merosot ke bawah berlutut dilantai karena gemetar ketakutan.
Jenson kemudian melaporkan hasil dari penyelidikannya mengenai kedua wanita itu, yang semakin lemas gemetar.
"Mereka berdua teman seprofesi Tuan Donald, selalu bersama dari pertama berkenalan hingga sampai sekarang, suka memfitnah sesama aktris lainnya, ada rumor diantara sesama teman aktris wanita mengatakan kalau mereka menjalin asmara yang tidak selayaknya!" kata Jenson menjelaskan hasil laporan nya.
__ADS_1
Kedua wanita itu sudah semakin lemas, dengan kepala menunduk menatap lantai.
"Orang tua mereka direktur yang ditempatkan di cabang Hotel Diamond dan Hotel Jewel, tidak kompeten dalam bekerja, mereka yang selama ini anda curigai menggelapkan uang Perusahaan!" kata Jenson menyelesaikan laporannya.
"Ohh, ternyata seperti itu, bagus..putrimu akhirnya yang mempermudah aku untuk mendapatkan dalang penggelapan uang Hotel yang selama ini kupercayakan untuk kau urus, bagus sekali!" kata Damian tersenyum senang.
Plok! plok! plok!
Damian bertepuk tangan begitu senangnya, akhirnya dia menangkap ikan besar, kejadian tidak terduga ini membuat dia bersemangat.
"Panggil orang tua wanita itu!" tunjuk Damian pada wanita yang satu lagi.
"Baik Tuan!" jawab Pak Polisi dengan cepat, lalu memerintahkan anggotanya untuk memanggil orang tua wanita yang satu lagi, setelah menulis laporan pemanggilan pada orang tua wanita tersebut.
"Apa yang terjadi Nona?" tanya Janet menghampiri Letisia dengan wajah yang cemas.
Donald mendekati kakaknya tersebut, dan matanya melihat kearah dua wanita yang tadi menghinanya ditoko perhiasan.
"Kami mendapat kabar dari pengawalmu Riky, dia mengatakan kalau kau kekantor polisi dilaporkan seseorang, ternyata mereka ini ya!" tunjuk Donald kepada dua wanita yang berlutut lemas di lantai.
"Ya, dia menuntutmu bukan aku, dia tidak terima karena kalian telah menganiaya dia!" kata Damian tersenyum penuh arti, "Aku harus bilang terimakasih pada istrimu karena sudah membantuku menangkap penjahat diperusahaan kita!"
"Apa?" tanya Donald mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Damian barusan.
__ADS_1
"Orang tua mereka Direktur yang ku tempatkan di Hotel cabang di dua Hotel kita!" kata Damian memperjelas perkataannya.
"Ahaa..iya, aku mengerti sekarang!" Donald mengangguk akhirnya mengerti apa yang dimaksudkan kakaknya tersebut.
Tidak berapa lama seorang pria hampir bersamaan dengan umur orang tua wanita yang awut-awutan tadi, masuk kedalam ruang introgasi.
"Putriku, ada apa! apa yang terjadi?" suaranya yang keras terdengar begitu cemas melihat putrinya berlutut dilantai.
Mata pria melihat Damian berdiri menghadap ke arah putrinya, sontak dia langsung membungkuk dengan sopan.
"Tuan Damian, apa gerangan yang membuat anda berada di kantor polisi?" tanyanya dengan wajah yang heran.
"Tanya saja putri anda, kenapa aku bisa berada disini!" sahut Damian dengan nada yang begitu tenang, tapi menakutkan, membuat pria itu jadi waspada.
Tatapannya langsung menyiratkan sejuta perasaan yang sulit diartikannya, dia terlihat begitu gugup.
"Apa yang telah kau lakukan, membuat orang tuamu jadi tidak punya muka akibat ulahmu!" teriak pria itu berteriak pada putrinya dengan kalap.
Dengan cepat dia menghampiri putrinya yang berlutut gemetar, dia benar-benar tidak habis pikir mempunyai putri yang tidak bisa diharapkan.
Masa depan mereka akan suram setelah Damian menyelidiki tentang dirinya nantinya, mereka akan jatuh miskin, karena kecerobohan putrinya, yang selalu percaya diri dengan statusnya sebagai putri Direktur Hotel Jewel yang berpengaruh.
Kedua wanita yang berlutut dilantai semakin gemetar ketakutan, mereka menyesal telah memprovokasi Donald yang ternyata adik seorang Ceo yang berpengaruh dikota mereka.
__ADS_1
Bersambung.....