Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 97.


__ADS_3

Setelah Annabelle pergi, tidak lama kemudian pintu kamar rawat Damian terbuka lagi.


Dan masuklah Jenson kedalam dan langsung melapor pada Damian.


"Tuan, pengendara sepeda motornya sudah ketemu, tapi dia tetap tidak mengakui pembuatannya..apakah kita perlu melakukan kekerasan agar dia mengakuinya?" tanya Jenson.


"Siapa dia sayang..apa yang dibicarakan nya?" tanya Damian memandang Letisia bingung, lalu memandang kearah Jenson dengan bingung juga.


"Dia asisten anda Tuan, Jenson!" kata Letisia menjelaskan.


"Aku tidak kenal, suruh dia pergi!" ujar Damian semakin erat memeluk pinggang Letisia.


"Tuan? anda kenapa?" tanya Jenson terkejut melihat reaksi Damian terhadapnya.


"Tuan Damian mengalami amnesia ringan karena benturan dikepalanya, butuh waktu untuk mengembalikan ingatan Tuan Damian..dia hanya bisa mengenali saya saja, kata Dokter karena saat kecelakaan memori otaknya hanya mengingat saya, karena suatu hal!" kata Letisia menjelaskan kepada Jenson.


"Oh!" Jenson semakin terkejut, dipandang nya Damian tidak percaya.


"Kau uruslah dengan baik, sampai penabrak lari itu mengakui perbuatannya dan siapa yang menyuruhnya..gunakan seperti biasa Tuan Damian lakukan untuk menekan musuhnya!" kata Letisia memberi masukan pada Jenson.


"Baik Nyonya!" angguk Jenson langsung mengerti apa yang dimaksudkan Letisia.


Setelah itu dia pun pergi meninggalkan ruang rawat Damian.


"Apakah kalian sering bicara sayang?" tanya Damian tidak senang, ditariknya Letisia semakin merapat padanya.


"Tidak Tuan, dia asisten anda tentu saja kebanyakan bicara dengan anda!" kata Letisia menjelaskan pada Damian.

__ADS_1


"Aku tidak suka sayang terlalu dekat dengannya!" gumam Damian meletakkan dagunya diatas kepala Letisia dengan lembut seraya memeluk Letisia dari belakang.


"Baiklah, Tuan saja nanti yang bicara padanya kalau dia melapor lagi ya!"


"Aku tidak kenal dengannya, mau melapor apa dia!" kata Damian tidak begitu tertarik dengan apa yang dikatakan Letisia.


"Laporan tentang pekerjaan Tuan, anda seorang Ceo di perusahaan anda..anda banyak tanggung jawab, dan Jenson sekarang yang menggantikan anda untuk mengurus itu semuanya!" kata Letisia.


"Oh!" hanya itu jawaban Damian, sepertinya dia tidak tertarik.


"Anda akan mengingatnya..pelan-pelan saja seperti kata Dokter!"


"Baiklah sayang" jawab Damian.


Pintu kamar rawat Damian terbuka lagi, dan Annabelle muncul dari luar pintu membawa makanan untuk Damian.


"Aku akan bantu Tuan makan" kata Letisia.


"Baik sayang!" angguk Damian dengan cepat.


Letisia mengambil makan Damian dari atas meja.


"Hati-hati masih panas!" ujar Annabelle mengingatkan.


"Iya, Ma!" ucap Letisia pelan.


Annabelle tersenyum senang mendengar Letisia dengan lembut menjawabnya, dia semakin menyukai pribadi Letisia.

__ADS_1


Selama ini Damian selalu menindas Letisia, tapi gadis itu tetap kuat menghadapi semua apa yang Damian perbuat padanya.


Dan akhirnya Damian jatuh cinta pada Letisia, lalu gantian Damian yang disiksa Letisia dengan mengabaikan perasaan cinta Damian.


Tapi, sekarang sepertinya mereka sudah berbaikan, dan saling memperhatikan karena kecelakaan yang dialami oleh Damian.


Dan kelihatannya Letisia sudah mulai menaruh perasaan pada Damian, dan juga sepertinya mulai menyadari perasaannya kepada Damian.


Letisia menyuapi Damian dengan hati-hati, meniup terlebih lalu menyuap kan pada Damian.


"Pelan-pelan makannya Tuan!" ujar Letisia melihat cara makan Damian yang begitu cepat.


"Aku lapar sekali sayang, dan makanannya sangat enak, rasanya pas..mantap!" kata Damian begitu semangat dengan cepat memakan yang disuapkan Letisia.


Sampai makanan itu ada yang menempel di sudut bibir Damian, karena tergesa-gesa disuap Letisia.


Damian tidak sabaran menunggu karena begitu lapar, menarik tangan Letisia menyuapkan makanan itu ke mulutnya.


Letisia mengelap sudut bibir Damian dengan telunjuknya.


Dan sontak membuat Damian terdiam merasakan jemari Letisia di sudut bibirnya, dia seperti tersengat getaran jemari Letisia yang terasa lembut menyentuh sudut bibirnya.


Annabelle yang melihat perubahan wajah putranya tersebut, sudah tahu kalau dia terpesona dengan tindakan Letisia yang begitu perhatian padanya.


Dia pernah muda dan merasakan juga saat lagi dimabuk cinta dengan Ayahnya Damian, apa pun terasa begitu indah.


Bahkan makan di restoran kaki lima, rasanya bagaikan makanan di restoran bintang lima, begitu bahagia kalau sudah makan berdua dengan orang yang kita cintai.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2