
Letisia mengelus tengkuk Damian dengan perlahan, memasukkan jari jemarinya ke antara rambut suaminya.
Mencoba belajar untuk menyenangkan suaminya juga, mengulum bibir Damian dengan lembut.
Merapatkan pinggulnya semakin merapat ketubuh suaminya.
Mereka memejamkan mata menikmati ciuman itu, merasakan setiap sentuhan lidah mereka yang saling menyesap.
Sampai terdengar suara bunyi berdecak diantara ciuman mereka, dan tangan Damian sesekali meremas bokong Letisia, lalu mengelusnya.
Sampai mereka kehabisan nafas, barulah ciuman itu terlepas.
Damian tersenyum melihat wajah istrinya yang memerah, dan bibirnya terlihat membengkak.
Jempolnya perlahan mengelap bibir istrinya yang basah, lalu mengecup nya lagi.
"Sayang.." gumam Damian serak, dia sudah tidak tahan melihat penampilan istrinya yang terlihat menggairahkan.
Damian mengalungkan tangan Letisia dengan erat ke lehernya, dan perlahan dia pun bangkit dari duduknya.
Lalu dia berdiri, kemudian berputar menghadap sofa, dan perlahan meletakkan Letisia duduk ke sofa.
Damian menarik kain tipis yang membalut bokong istrinya, menariknya keluar melewati kaki Letisia.
Melemparkan kain itu ke lantai, lalu Damian juga meloloskan miliknya juga.
Melemparkan ke lantai dengan sembarangan, dan mereka pun sama-sama polos, dan Letisia tidak merasa malu ditatap suaminya. Dia duduk disofa dengan posisi yang menggoda.
Damian menunduk, kembali mengecup bibir Letisia, lalu turun ke leher, mengecup leher itu dengan lembut.
__ADS_1
Dan semakin turun mengecup dada lembut Letisia, memainkan lidahnya diujung dada yang lembut itu, lalu menyesapnya juga dengan lembut.
Suara mendesah keluar dari bibir Letisia, dia melengkungkan tubuhnya merespon apa yang dilakukan suaminya pada dirinya.
Akhirnya Damian tidak tahan lagi, ereksinya semakin mengeras mendengar suara mendesah istrinya.
"Sayang..aku datang" gumam Damian serak, dikecup nya perut Letisia.
Perlahan Damian membuka kaki Letisia, dan dengan pelan dia mulai memasuki istrinya.
"Sayangku.." gumam Letisia bergetar merasakan suaminya memasuki dirinya, terasa penuh dan masih ada sedikit rasa sakit.
Tapi, perlahan rasa sakit itu hilang, diganti rasa yang sulit diartikan Letisia.
Terasa begitu nyaman, membuat perutnya berpendar.
Damian melakukannya dengan perlahan, menikmati setiap sensasinya.
Setengah jam mereka berada dalam walk in closet, memadu kasih menikmati rasa cinta mereka yang mendalam.
Saling mengagumi sensasi yang mereka berikan pada masing-masing, dan diiringi ucapan kata cinta sambil kembali saling mengulum bibir dan menyesap lidah dengan perlahan.
Dan, akhirnya mereka pun sampai di ujungnya, saling mendekap dengan eratnya.
"Letisia..sayang!" bisik Damian serak, tubuhnya merasakan didalam sana akan meledak.
"Sayangku..Damian!" Letisia juga merasakan hal yang sama, tubuhnya mulai bergetar.
Suara mendesah mereka memenuhi ruang walk in closet, akhirnya mereka meledak dengan tubuh bergetar.
__ADS_1
Mereka sama-sama puas.
Setelah beberapa menit berdiam diri, Damian menarik tubuhnya dari istrinya.
Lalu mengangkat tubuh istrinya, dan membopongnya keluar dari walk in closet.
Membawa Letisia ke atas tempat tidur, menarik selimut untuk menutup tubuh istrinya yang polos.
Damia mematikan lampu kamar, lalu menyalakan lampu tidur di atas nakas.
Menyalakan AC, lalu masuk kedalam selimut bergabung dengan istri kecilnya.
"Sayang aku mencintaimu" gumam Damian mengecup kening Letisia.
"Aku juga mencintaimu sayangku" gumam Letisia tersenyum bahagia, lalu menyusup kedalam dekapan Damian.
Damian melingkarkan tangannya ke pinggang ramping istrinya, memeluknya dengan erat.
"Akhirnya kita tidak berganti baju tidur sama sekali!" bisik Damian sembari tersenyum.
"Iya!" jawab Letisia ikut tersenyum juga.
Mereka kemudian memejamkan mata, dan mulai tidur.
Jam kecil diatas nakas sudah menunjukkan jam 00:30.
Dan, tidak lama kemudian mereka pun tertidur saling berpelukan dibawah selimut yang hangat.
Bersambung.....
__ADS_1