
Janet tidak percaya melihat dirinya didepan cermin, ternyata pakaian mahal bisa membuat penampilan seseorang berubah menjadi cantik dan terlihat elegant.
Sekarang dia disini, di sebuah butik ternama di kota mereka, dengan paksaan Donald ingin membelikan gaun untuknya, terpaksa Janet dengan berat hati menurut saja apa yang diinginkan aktor tersebut.
Janet mematung melihat dirinya yang terlihat begitu berbeda, tubuhnya terlihat begitu ramping, gaun yang dikenakannya begitu pas dan cocok dengan warna kulitnya.
Jemari Janet mengelus gaun yang dikenakannya tersebut, merasakan kelembutan bahan gaun yang terasa lembut di jemarinya.
Dari seorang Pembantu, dan sekarang dirinya berubah bagaikan Cinderella, mengenakan pakaian mewah, sepatu, dan aksesoris mahal.
Janet berdiri mematung menatap dirinya didalam cermin, rambutnya yang ditata bergelombang terlihat begitu cocok dengan bentuk wajahnya.
"Calon istriku memang sangat cantik, aku tidak salah pilih, setelah di makeover kau semakin cantik, rasanya aku tidak ingin menunjukkan dirimu didepan umum!" bisik Donald memeluk Janet dari belakang, melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Janet.
Donald mengecup bahu Janet yang setengah terbuka.
Tubuh Janet meremang merasakan kecupan Donald tersebut, wajahnya terasa memerah.
"Lepaskan!" bisik Janet tajam, dia malu dilihat orang. Janet merasa mereka terlalu intim berpelukan didepan umum.
"Kenapa? kau malu?" tanya Donald menatap Janet didalam cermin, lalu menggosokkan ujung hidungnya ke bahu Janet, "Jangan malu, kita kan pasangan yang akan menikah, jadi harus belajar untuk menunjukkan kemesraan kita didepan umum!"
"Aku tidak bisa, terlalu disengaja dan kemesraan kita tidak perlu orang lain tahu, cukup kita berdua saja yang tahu tanpa memamerkannya didepan umum!" kata Janet seraya berupaya melepaskan tangan Donald dari memeluk pinggangnya.
"Tunggu sebentar!" Donald mengeratkan pelukannya, rasanya dia begitu berat melepaskan pelukannya, dan tidak perduli dengan apa yang dikatakan Janet.
"Cepat lepaskan! itu ada yang melihat ke arah kita, aku malu!" Janet berusaha lepas dari pelukan Donald, seorang wanita cantik telah melihat mereka dari tadi.
"Donald!"
Benar kan! oh, tidak! ternyata wanita itu mengenali Donald, mampus lah! pikir Janet kalang kabut, dia ingin menyembunyikan wajahnya agar tidak dikenali wanita itu.
Janet takut kalau Donald diam-diam akan difoto seseorang, dan memposting foto Donald di media sosial memeluk seorang wanita.
Dan, Janet pasti akan viral, lalu dirinya akan diselidiki para penggemar Donald.
Membayangkan itu saja Janet sudah gelisah, dia tidak ingin merusak reputasi Donald yang menyukai seorang Pembantu, itu sangat memalukan.
__ADS_1
Janet dengan cepat memalingkan wajahnya kesamping, dengan sekali sentak tangan Janet melepaskan tangan Donald yang memeluk pinggangnya.
"Aku akan masuk ke kamar ganti, kau pergilah bicara dengannya, jangan sampai dia curiga padamu, kau cari alasan saja kalau dia menanyakan tentang aku!" bisik Janet dengan cepat.
Lalu Janet melangkah menuju kamar ganti yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri, dan tangannya menutupi wajahnya agar tidak dikenali.
Janet tidak melihat wajah Donald yang sudah berubah kesal dengan tindakannya tersebut, dan mengatupkan gerahamnya dengan ketat.
Donald benar-benar marah dengan apa yang dikatakan Janet barusan, seolah-olah dirinya tidak begitu penting di hati Janet.
"Donald!" wanita cantik yang melihat Donald berjalan semakin dekat pada Donald.
Donald tidak memperdulikan panggilan wanita itu, matanya nanar melihat Janet yang masuk kedalam kamar ganti.
Dengan cepat Donald melangkah menuju kamar ganti yang dituju Janet, dan membuka pintu kamar ganti tersebut dengan kencang sebelum dikunci Janet.
"Aow!!" Janet terkejut akibat bantingan pintu yang didorong Donald dengan kencang.
"Donald!" mata Janet terbelalak melihat Donald masuk kedalam kamar ganti, "Kenapa kau masuk kemari, apakah kau sudah menjelaskan pada wanita itu?"
"Donald!" jerit Janet kaget dengan tindakan Donald tersebut, ini sama seperti malam saat didalam paviliun di Mansion Damian.
"Ada apa denganmu?" jerit Janet lagi mencoba menarik tangannya, matanya masih melotot menatap Donald.
"Apakah kau benar-benar tidak ingin hubungan kita diketahui umum, atau apakah kau malu karena umurku lebih muda darimu?" tanya Donald marah, matanya tajam menatap Janet karena kesal.
"Bu..bukan begitu, kau itu seorang Aktor, bisa saja seseorang diam-diam mengambil foto kita, dan mengunggahnya di media sosial, karirmu bisa terancam!" kata Janet menjelaskan.
"Biarkan saja, aku tidak perduli, biarkan semua orang tahu hubungan kita!" ujar Donald mengeratkan pegangan tangannya mencengkram pergelangan tangan Janet.
"Kau akan kena hujat kalau...!"
"Aku tidak perduli, diam Janet jangan buat aku marah padamu!" teriak Donald benar-benar kesal sekali.
"Baik, aku tidak akan bicara lagi!" kata Janet merasa bersalah karena membuat Donald marah.
Perlahan Donald melepaskan cengkeramannya dari pergelangan tangan Janet.
__ADS_1
"Maaf aku menyakiti mu" gumam Donald.
Donald menarik Janet kedalam dekapannya, memeluk Janet dengan erat, dia merasa bersalah karena sudah bersikap kasar pada Janet.
Janet membalas pelukan Donald, sesaat mereka seperti itu untuk memenangkan perasaan mereka, karena mereka sama-sama merasa bersalah dengan sikap mereka tadi.
Perlahan Donald melepaskan pelukannya, lalu menengadahkan wajah Janet untuk menatapnya.
Dengan pelan Donald menunduk, lalu mencium bibir Janet dengan lembut.
Tiba-tiba terdengar pintu kamar ganti terbuka, dan seorang wanita memanggil nama Donald.
"Donald, kenapa lama sekali didalam?"
Donald yang tengah mencium bibir Janet, terpaksa menghentikan ciumannya karena mendengar suara wanita yang tadi ingin menghampiri mereka.
Wanita itu sungguh berani mengejar Donald sampai masuk ke kamar ganti, dan membuat wajah Donald menggelap tidak senang.
Donald dengan kasar membentak wanita tersebut.
"Keluar!" teriak Donald.
Wajah Janet disembunyikan Donald ke dadanya, mendekap tubuh Janet dengan erat.
"Lancang sekali kau masuk kemari, brengsek!" teriak Donald lagi.
Wanita itu sontak terkejut mendengar teriakan Donald, dan berdiri mematung ditempatnya.
"Keluar!!" teriak Donald kembali dengan kencang.
"I..iya, baik!" dengan cepat wanita itu keluar dari kamar ganti tersebut.
"Sialan, tidak punya sopan santun, seenaknya saja nyelonong masuk!" umpat Donald kesal.
Janet yang berada dalam dekapan Donald mengelus punggung Donald perlahan, menenangkan perasaan Donald yang emosi agar mereda.
Bersambung.....
__ADS_1