
Letisia menggeliatkan tubuhnya, dia mulai terjaga dari tidurnya.
Perlahan matanya terbuka dan melihat sekelilingnya, dia merasa bingung berada dimana.
Dia ingat tadi masih dimobil, dan kakinya dipijat oleh suaminya.
Letisia melihat ke sampingnya, dan dia melihat Damian tertidur begitu nyamannya.
Tangan Letisia terulur membelai pipi suaminya tersebut, dia tersenyum bahagia melihat wajah tampan Damian yang tertidur dengan tenang.
Perlahan Letisia mendekat, dan dengan lembut dia mengecup pipi Damian.
Letisia meletakkan kepalanya kedada suaminya, dan perlahan melingkarkan tangannya memeluk tubuh Damian.
Tubuh hangat Damian terasa begitu nyaman, dia tersenyum senang dan kembali memejamkan matanya.
Letisia kembali tertidur sambil memeluk Damian, wajahnya terlihat begitu berbinar karena merasa nyaman memeluk tubuh suaminya tersebut.
Beberapa saat kemudian Damian terbangun, dia merasakan ada sesuatu diatas dadanya.
Perlahan matanya terbuka, dan melihat Letisia menyandarkan kepalanya ke dadanya.
Senyuman sumringah terlihat merekah dibibir Damian setelah melihat benda yang ada diatas dadanya, ternyata istri kecilnya yang imut.
Damian memeluk pinggang Letisia, dan perlahan menarik istrinya itu naik ke tubuhnya.
Tubuh mungil Letisia berbaring diatas tubuh Damian, dan terlihat seperti anak kecil yang tidur diatas tubuh Ayahnya.
__ADS_1
Damian mengecup kepala Letisia dengan sayang, senyumannya semakin merekah bahagia memeluk tubuh istrinya tersebut.
"Sayang..istriku yang imut, cintaku..aku begitu bahagia bisa memilikimu." Gumamnya sambil mengelus punggung Letisia dengan perlahan.
Dia membiarkan Letisia tertidur sampai terbangun sendiri, ini baru jam tujuh malam, mereka masih belum lapar.
Jadi dia memutuskan akan makan malam setelah istrinya bangun tidur.
Tangan Damian tidak henti-hentinya mengelus punggung Letisia, dan sesekali mengecup puncak kepala istrinya itu.
Dan, tidak berapa lama dia merasakan Letisia mulai bergerak.
Perlahan istrinya mengangkat kepalanya, dan menatap matanya yang tengah menatap wajah bangun istrinya.
"Sudah bangun sayang?" tanya Damian lembut sembari tersenyum.
"Kalau tidur seperti ini kan terasa nyaman, terasa hangat..aku suka." Kata Damian tersenyum.
"Iya!" kata Letisia melingkarkan tangannya memeluk tubuh Damian, dan merebahkan kembali kepalanya kedada bidang suaminya tersebut.
Damian sangat senang dengan keadaan ini, suasana ini begitu terasa membahagiakan.
"Apakah kau sudah lapar sayang..kalau sudah lapar ayo kita mandi, ini sudah mau jam delapan malam!" kata Damian mengelus rambut istrinya.
"Belum terlalu lapar, tapi kita memang harus mandi..tubuhku terasa tidak enak, sprei juga mau diganti!"
"Baiklah..soal menggantikan sprei dan yang lainnya panggil saja Dona dan Janet untuk mengerjakannya!" kata Damian, dan perlahan mulai bangkit untuk duduk.
__ADS_1
Tubuh Letisia tetap didekapnya saat bergerak untuk duduk.
"Iya." Angguk Letisia.
"Ayo kita mandi!"
Damian perlahan turun dari tempat tidur, tetapi istrinya tidak dia lepaskan dari dekapannya.
Letisia mengalungkan tangannya ke leher Damian, saat suaminya itu perlahan bangkit berdiri.
Letisia melingkarkan kakinya ke pinggang suaminya tersebut, dan Damian tersenyum senang merasakan kemanjaan istri kecilnya itu.
Dia sangat menyukainya, dan dia tidak merasakan tubuh istrinya begitu berat dalam dekapannya.
Dia akan selalu memanjakan istrinya, dan akan memberikan kasih sayang yang berlimpah pada istrinya tersebut.
Mereka kemudian masuk kedalam kamar mandi, setelah memberitahukan kepada Dona dan Janet melalui interkom untuk membersihkan kamar mereka selagi mereka mandi.
Damian meletakkan tubuh Letisia didepan wastafel, karena Letisia akan membersihkan wajahnya dulu baru setelah itu mandi.
Sementara Letisia membersihkan wajahnya dengan cream pembersih wajah, Damian menanggalkan pakaiannya.
Setelah itu, meletakkan pakaian kotornya kedalam keranjang pakaian kotor di sudut dekat pintu kamar mandi.
Kemudian Damian mendekati istrinya yang masih membersihkan wajahnya, berdiri dibelakang Letisia memandang ke cermin melihat istrinya yang sedang membersihkan wajahnya tersebut.
Dia tersenyum melihat wajah imut istrinya didalam cermin, terlihat begitu cantik membuat jantungnya selalu berdebar-debar.
__ADS_1
Bersambung.....