Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 89.


__ADS_3

Pintu ditutup Sekretaris Damian dengan pelan, dan ruang kantor Damian kembali tenang.


Damian menunggu Letisia bertanya padanya mengenai Sekretaris nya yang genit tersebut, dan dia akan bersedia memecat Sekretaris nya tersebut jika Letisia tidak suka melihat Sekretaris yang genit.


Damian melanjutkan untuk memeriksa berkas-berkas yang ada didepannya.


Tapi lama-kelamaan Damian merasa kalau Letisia tidak perduli sedikitpun mengenai Sekretaris nya yang genit itu.


Ini membuat Damian jadi prustasi, dia merasa diabaikan oleh Letisia.


Perasaan Damian semakin tidak tenang dengan sikap diam dan dingin Letisia, dia jadi tidak fokus memeriksa pekerjaannya.


"Sayang!" panggil Damian.


Letisia tidak menjawab panggilan Damian, tapi mendongakkan kepalanya yang menunduk melihat ponselnya.


Memandang kearah Damian dengan raut wajah yang tenang dan santai.


"Apakah aku boleh minta tolong padamu?" tanya Damian hati-hati.


"Tuan mau apa?" akhirnya Letisia bersuara juga, nada suaranya terdengar begitu tenang.


"Aku ingin minum kopi buatan mu" kata Damian.


"Baik, aku akan buat..kemana aku untuk membuat kopinya?" tanya Letisia seraya bangkit berdiri, lalu meletakkan ponselnya diatas meja.

__ADS_1


"Keluar ruangan belok kanan ada pantry" kata Damian menjelaskan dapur kantor untuk membuat kopi.


"Baik" jawab Letisia, lalu berjalan ke pintu.


"Sayang, tunggu!" Damian bergegas bangkit dari duduknya, lalu berjalan mendekati Letisia.


Damian memeluk Letisia, lalu mengecup puncak kepala Letisia dengan lembut.


"Aku merasa berat hati kau tinggalkan walau sebentar sayang" kata Damian memeluk kembali tubuh Letisia.


"Aku kan hanya mau buat kopi saja sebentar" ujar Letisia, dia merasa heran dengan Damian, semakin hari seperti anak kecil saja.


"Iya sayang, aku tunggu..jangan lama ya!"


"Iya!"


Pintu kembali tertutup saat Letisia sudah keluar dari ruang kerja Damian.


Damian kembali ke meja kerjanya, melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya


Sementara itu Letisia mengikuti arahan Damian tadi, belok kanan dan ada pantry.


Letisia memasuki pantry.


Di dalam pantry ada tiga karyawan wanita yang sedang menyeduh minuman juga.

__ADS_1


"Eh, kau dengar tidak..tadi ada yang bilang kalau Tuan Damian sudah menikah, dan istrinya dibawa ke ruang kantor nya!"


Letisia menghentikan langkahnya untuk masuk kedalam pantry mendengar nama Damian disebut.


"Kau salah dengar mungkin, Tuan Damian kan tidak mau menikah..dia sangat membenci pernikahan!"


"Iya benar, aku tidak sengaja pernah mendengar rekan bisnisnya berkata kalau Tuan Damian dihianati oleh tunangannya..karena itulah dia jadi suka gonta-ganti kekasih, dan tidak ingin terikat dengan pernikahan!"


"Iya kau benar, aku juga pernah dengar kalau Tuan Damian sangat mencintai tunangannya itu..dan dia sakit hati karena dihianati!"


Letisia diam berdiri didekat pintu pantry mendengar pembicaraan ketiga karyawan Damian tersebut.


Letisia tidak berani masuk, dia akan membiarkan mereka selesai dulu, baru dia akan masuk.


Tidak berapa lama ketiga wanita tersebut keluar dari ruang pantry.


Mereka terus saja mengobrol tanpa menyadari Letisia berdiri didekat pintu pantry.


Letisia kemudian masuk kedalam pantry, membuat kopi yang dipesan Damian.


Sambil membuat kopi, pikiran Letisia mengingat kembali apa yang dikatakan ketiga karyawan Damian tadi.


Tunangan?


Ternyata Damian dulu mempunyai tunangan yang sangat dicintainya, dan merubah sifat Damian menjadi seorang play boy karena sakit hati.

__ADS_1


Apakah dia sekarang masih mengingat tunangannya tersebut? pikir Letisia.


Bersambung......


__ADS_2