
Donald menatap Janet dengan pandangan yang begitu sulit diartikan Janet, cengkraman tangan Donald terasa semakin erat menggenggam pergelangan tangannya.
"Kalau usiaku lebih tua darimu..apakah kau menyukaiku?" tanya Donald dengan nada yang terdengar seperti kecewa.
Janet menatap Donald dengan lekat, dia merasa pribadi Donald sepertinya bermasalah.
"Kalau sikapmu seperti ini..aku akan memikirkan lagi walau usianya jauh diatasku, aku tidak akan tertarik sedikitpun dengan pria yang mempunyai tempramen sepertimu!" ujar Janet dengan datar, tatapan matanya terlihat dingin menatap Donald.
"Sedikitpun?" tanya Donald dengan suara tercekat, ada perasaan getir dalam nada suaranya.
"Ya, sedikitpun tidak akan!" jawab Janet dengan tegas.
"Aku tidak akan berhenti mengganggumu, sampai kau menyukaiku!"
"Jangan mimpi..younger brother!" gumam Janet datar, menantang tatapan mata Donald dengan tajam.
Wajah Donald menggelap mendengar perkataan Janet, dia mengatupkan gerahamnya dengan ketat.
"Aku bukan adikmu..aku seorang pria yang bisa memberimu seorang anak, aku pria yang sudah bisa untuk berumah tangga..aku tidak main-main dengan perasaanku!" Donald menekan tangan Janet yang dicengkramnya, dan tangannya yang lain mencengkram dagu Janet.
"Aku tidak menyukaimu..lepaskan aku, cari saja gadis lain untuk menjadi kekasihmu, aku tidak tertarik padamu..lepaskan aku!" teriak Janet, dia sudah mulai bosan berlama-lama bicara pada Donald.
"Tidak mau, sebelum kau jawab aku!" kata Donald tidak ingin melepaskan Janet, tubuhnya semakin ditekannya ketubuh Janet.
__ADS_1
"Donald!!" teriak Janet marah merasakan tubuhnya semakin ditekan Donald.
"Jawab aku..apakah aku tidak begitu menarik untukmu?" tanya Donald merasa sangat kesal dan getir mengetahui Janet tidak tertarik dengannya.
"Tidak! aku sedang mendekati seseorang..dan dia sangat lembut, dan juga ramah..tidak sepertimu, terlalu arogan!" teriak Janet.
"Aku tidak akan membiarkan kau dengannya, tidak akan pernah Janet..aku akan terus mengejarmu!" Donald ikut juga berteriak menumpahkan perasaannya.
"Aku tidak perduli, aku tidak akan pernah sampai kapanpun menyukaimu...carilah wanita lain menjadi kekasihmu, aku terlalu tua untuk jadi kekasihmu!" Janet mencoba menarik tangannya, tapi cengkraman tangan Donald begitu erat, tangannya tidak bisa bergerak sedikitpun.
"Hanya kau yang aku inginkan menjadi kekasihku dan calon istriku dimasa depan!" kata Donald dengan tegas.
"Tidak mau!" teriak Janet membelalakan matanya menatap mata Donald dengan amarah yang meledak.
Jemari tangan Donald yang tengah memegang dagu Janet, semakin erat mencengkram dagu itu, Donald benar-benar tidak tahan lagi dengan sikap Janet.
Dengan cepat bibir Donald mencium bibir Janet, dengan kesal dikulumnya bibir Janet dengan kalap, dan Donald sempat membeku merasakan betapa lembutnya bibir Janet.
Sementara Janet terkejut bukan main merasakan bibirnya dicium Donald, dia tidak menyangka Donald begitu berani menciumnya.
Janet tidak bisa bergerak karena kedua tangannya dicengkram Donald dengan erat.
Ini ciuman pertama Janet, selama ini Janet belum pernah berpacaran, hidupnya dihabiskannya hanya untuk bekerja dan bekerja.
__ADS_1
Mata Janet terbelalak merasakan lidah Donald masuk kesela-sela giginya, mencoba mencari lidahnya.
Karena ruang geraknya dikunci Donald, otak Janet berputar mencari cara agar bisa lolos dari Donald.
Tanpa pikir panjang lagi, Janet menggigit bibir Donald dengan kencang.
Donald spontan meringis kesakitan akibat gigitan Janet, dan reflek melepaskan ciumannya juga cengkraman tangannya di pergelangan tangan Janet.
Donald menyentuh bibirnya yang digigit Janet, terasa sangat perih.
Donald melihat tangannya ada noda darah, bibirnya berdarah.
Janet terkejut juga melihat bibir Donald berdarah, tanpa sadar sorot matanya terlihat cemas menatap bibir Donald yang terluka.
Tapi, dengan cepat Janet membuang rasa cemasnya, itu karena Donald sudah kurang ajar padanya, jadi Donald layak mendapatkannya.
"Lancang, berani sekali kau menciumku..aku semakin membencimu!" kata Janet dengan tajam, lalu pergi meninggalkan Donald yang meringis kesakitan.
Menutup pintu paviliun dengan kencang, Janet kembali bergabung ke pesta yang tengah berlangsung.
Duduk disamping Dona yang tengah mencicipi makanannya.
Bersambung.....
__ADS_1