Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 67.


__ADS_3

Ruang kamar pasien terasa sunyi setelah Dokter dan perawat pergi.


Leticia masih berdiri tidak jauh dari tempat tidur pasien.


"Kemari lah, jangan terlalu jauh!" panggil Damian lembut.


Perlahan Leticia mendekati tempat tidur pasien, dan berdiri dipinggir tempat tidur tidak berani lagi untuk mendekat.


"Sayang..." panggil Damian lembut.


Damian merasa sangat sulit untuk mendapatkan hati Leticia, ini akibat dari perbuatannya yang telah membuat Leticia tidak menyukainya.


Terlalu banyak kesalahan yang telah dia perbuat, tentu saja Leticia belum bisa membuka hatinya.


Damian menghela nafas panjang, dia harus sabar untuk menunggu Leticia menyukainya.


Yang penting Leticia jangan pergi darinya itu saja sudah cukup. Kalau tetap ada didekatnya, Damian akan berusaha untuk membuat Leticia nyaman dengannya.


"Duduklah, jangan berdiri!" kata Damian masih dengan nada lembut.


Leticia meletakkan bokongnya ditepi tempat tidur pasien.


"Tuan, mengenai pernyataan anda tadi, apakah anda tidak memikirkannya lagi, aku hanya seorang gadis yang tidak tahu asal-usulnya, anda harus memikirkan nya lagi" kata Leticia dengan nada yang lemah.


Damian memandang Leticia yang terlihat tidak begitu berminat untuk dicintainya, dan ini membuat hati Damian sangat sakit.

__ADS_1


"Mendekat lah kemari..!" pinta Damian seraya mengulurkan tangannya.


Leticia tidak bergerak untuk mendekati Damian, dia masih duduk ditempatnya.


Damian masih mengulurkan tangannya, menantikan Leticia mendekat padanya.


Lama Damian menunggu Leticia untuk mendekat, tapi Leticia tidak bergerak ditempatnya.


Perlahan tangan Damian jatuh ketempat tidur pasien, Leticia tidak mau mendekat padanya.


Damian merasakan dadanya terasa sangat sakit, dan merasakan matanya mulai panas.


Leticia ternyata sangat membencinya.


Kepala Damian terasa berdenyut, hidungnya perih, dan matanya semakin panas.


Dengan sekuat tenaga Damian mencoba menahan air matanya yang mulai keluar.


Dadanya terasa semakin sakit sekali.


"Aku tidak perduli dengan statusmu, yang aku pedulikan bahwa aku mencintaimu!" kata Damian dengan suara tercekat.


"Akan banyak orang yang akan membenciku karena dekat dengan anda, aku tidak ingin membuat keributan dengan banyak orang, dan aku tidak ingin punya musuh!" kata Leticia seraya menunduk.


"Tidak! Leticia...jangan katakan seperti itu, aku akan melindungi mu, aku akan membuat perhitungan pada siapapun yang mencoba menyakitimu!" kata Damian, suaranya semakin tercekat.

__ADS_1


Damian menelan ludahnya getir, menahan air matanya yang akan merembes turun disudut matanya.


Matanya semakin memerah, dan terasa semakin panas.


Damian mengelap air matanya yang turun dengan punggung tangannya.


Leticia diam tidak menjawab perkataan Damian, dia tetap menundukkan kepalanya seraya meremas tangannya.


"Sayang..." panggil Damian lagi, suaranya tercekat menahan air matanya yang mulai turun lagi.


Perlahan Leticia mengangkat kepalanya, dan perlahan menoleh memandang Damian.


Leticia menatap mata Damian lekat-lekat, dia melihat mata Damian memerah, sepertinya Damian sangat sedih, karena dia tidak mau mendekat.


Dan perlahan Damian mengangkat kembali tangannya, agar Leticia mendekat padanya.


Akhirnya Leticia merasa tersentuh juga melihat wajah Damian yang memelas.


Dia pun bangkit dan berjalan mendekat pada Damian, dan menyambut tangan Damian yang terulur padanya.


Begitu tangan Leticia berada dalam genggaman Damian, sekali tarik Leticia masuk kedalam dekapan Damian.


Damian memeluk dengan erat tubuh Leticia dengan tangan kirinya, dibenamkan nya wajahnya kebalik leher Leticia.


"Jangan katakan seperti itu sayang, aku tidak perduli dengan asal-usul mu, aku tidak perduli dengan pandangan orang terhadapmu, aku hanya perduli dengan kau ada di sampingku, aku tidak ingin kau jauh dariku, biarkan semua orang cemburu, kau adalah istriku...milikku! jangan pernah tinggalkan aku sayang!" kata Damian dengan suara yang mulai parau, air matanya sudah mulai keluar lagi dari sudut matanya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2