Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 62.


__ADS_3

Pintu kamar pasien terbuka, muncul Jenson dari balik pintu.


"Ambil tas pakaianku, pindah kamar!" kata Damian, setelah berkata langsung keluar dari kamar tersebut.


Jenson melihat kamar tersebut sangat berantakan, dia melihat Amira adik Bosnya tersebut berlutut dilantai dengan kepala menunduk dalam-dalam.


Dengan melihat keadaan pemandangan seperti itu, Jenson sudah langsung tahu apa yang telah terjadi.


Jenson membawa pakaian Damian dan bergegas meninggalkan kamar tersebut, meninggalkan dua wanita yang terdiam ditempatnya masing-masing dengan segala macam pikiran yang kalut.


Sementara itu Leticia kelelahan menuruni tangga darurat untuk menuju lantai dasar.


Dia melihat bangku tempat tunggu pengunjung pasien, meletakkan tubuhnya untuk duduk di sana.


Leticia merasa lega akhirnya dapat untuk istirahat sebentar.


Seandainya dia mengerti caranya untuk naik lift, mungkin sekarang dia sudah ada dijalan menunggu bis.


Leticia memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang di Koridor rumah sakit tersebut.


Ada sekitar lima belas menit dia beristirahat, lalu kembali melanjutkan langkah nya untuk menuruni tangga untuk ke lantai dasar.


Leticia menenteng tas pakaian yang dipegangnya dengan erat, dia berpikir lagi seraya sambil jalan.


Dia memikirkan akan kemana setelah sampai di lantai dasar, dia tidak punya tujuan.


Dia mengingat sewaktu masih sekolah menengah pertama, dia hanya memiliki satu teman saja.


Dan itu sudah lama berlalu, sekitar delapan tahun lalu, dan mungkin temannya tersebut sudah lupa padanya.

__ADS_1


Leticia akhirnya sampai juga di lantai dasar, dia merasa telah menghabiskan waktu hampir setengah jam menuruni tangga tersebut.


Dia melangkah menuju pintu keluar rumah sakit, Leticia merasa bebas setelah keluar dari rumah sakit.


Dan selanjutnya dia mau kemana, Leticia jadi bingung sendiri.


Tapi dia tidak putus asa, dia melangkah menuju halte bis.


Tin! tin! tin!


Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar sangat berisik dibelakang Leticia.


Leticia tidak memperdulikan bunyi klakson tersebut, dia tetap melangkah tidak memperdulikan suara yang berisik itu.


Tin! tin! tin!


Tampak sebuah mobil mewah disisi jalan perlahan berjalan dengan pelan, dan kaca jendela mobil turun memperlihatkan wajah seseorang dari dalam mobil.


Wajah seorang lelaki, dan rasanya Leticia mengenal lelaki itu.


Dimana ya? pikir Leticia, dia lupa dimana pernah bertemu dengan lelaki tersebut.


Leticia tidak memperdulikan Lelaki itu, dia kembali melangkah kearah halte.


Mobil tersebut tampak perlahan jalan lagi, dan menekan klakson lagi dengan kencang.


Dan kini Leticia pun sadar kalau klakson tersebut berbunyi untuk menghentikan langkahnya.


Leticia menghentikan langkahnya, dan berbalik melihat kearah mobil.

__ADS_1


Mobil perlahan jalan pelan menghampiri Leticia, dan berhenti tidak jauh dari tempat Leticia berdiri.


Kaca mobil semakin turun kebawah, dan memperlihatkan wajah lelaki yang berada dalam mobil tersebut.


"Hai..Leticia!" sapa lelaki tersebut.


Setelah Leticia dengan jelas melihat wajah lelaki tersebut, barulah Leticia kenal siapa gerangan lelaki itu.


"Jerry!" gumam Leticia.


"Mau kemana? dan kenapa ada disini?" tanya Lelaki tersebut yang ternyata Jerry.


Pria yang menurut Leticia sangat ramah, awal bertemu pertama kali di pesta rekan bisnis Damian.


Dan yang kedua kalinya pertemuan mereka di rumah Ibunya Damian.


Mendengar pertanyaan Jerry tersebut, Leticia bingung mau menjawab apa.


Tidak mungkin dia mengatakan kalau adik Damian mengusirnya untuk pulang.


"Aku lagi jalan-jalan keluar cari angin, temanku ada yang sakit, jadi aku mau cari makan sekalian!" sahut Leticia terpaksa berbohong.


"Bagaimana kalau ku antar, kebetulan aku lagi ada luang!" sahut Jerry menawarkan diri untuk menemani Leticia.


Leticia terdiam mendengar tawaran Jerry tersebut, dia diam ditempatnya.


Dia tampak berpikir untuk memikirkan apa yang dikatakan Jerry barusan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2