Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 56.


__ADS_3

Leticia membawa sup ikan tersebut ke kamar sementara Damian.


Di tangga Leticia melihat Jenson dan seorang pria sepertinya sebaya dengan Damian, masuk ke dalam kamar sementara Damian.


Perlahan Leticia membawa nampan berisi sup dengan hati-hati masuk kedalam kamar.


Damian duduk di sofa diperiksa oleh pria yang tadi Leticia lihat bersama Jenson.


Oh, ternyata Dokter! bisik hati Leticia.


Leticia meletakkan sup dan jus Damian untuk sementara diatas nakas.


Mata pria yang tengah memeriksa Damian melirik kearah Leticia.


"Eh..apakah dia istrimu? ternyata cantik juga, dan masih muda" kata Dokter tersebut sembari tersenyum.


"Brengsek! kau sempat-sempatnya melirik istriku, cukup sudah, biar istriku yang merawat ku...pergilah, Jenson antar dia pergi!" kata Damian marah.


Sikap arogannya keluar, dia paling benci sesuatu yang disukainya dikagumi orang lain.


Walau selama ini dia tidak ada menunjukkan sikap itu pada seseorang yang mengagumi kekasihnya dengan terang-terangan didepan hidungnya.


Tapi dengan Leticia tidak tahu kenapa dia bisa berubah, seperti tidak dengan dirinya yang seperti biasanya.


Leticia adalah miliknya, hanya dia yang boleh mengagumi istrinya.

__ADS_1


"Jangan langsung marah dong, aku kan memuji istrimu ternyata cantik!" kata Dokter tersebut yang sepertinya teman Damian juga.


"Sialan!" Damian melempar Dokter tersebut dengan bantal sofa.


"Antar dia pergi Jenson, brengsek! aku akan memecat mu jadi Dokter pribadiku...aku tidak suka kau melirik istriku!" kata Damian bangkit berdiri siap-siap akan menghajar Dokter tersebut.


"Maaf Damian, aku bukan bermaksud menggoda istrimu...aku...!"


Bukk!!


Satu tinju melayang ke pelipis Dokter tersebut.


Jenson dengan sigap berdiri diantara mereka berdua.


"Pergi! Cepat tarik dia Jenson, kalau tidak aku akan menghajarnya lagi!" teriak Damian dengan emosi.


Pemandangan barusan membuat dia begitu ketakutan.


"Damian, aku belum selesai memeriksa lukamu!" sahut Dokter tersebut.


"Persetan dengan lukaku, pergi! aku memecat mu, aku tidak akan mempekerjakan Dokter mesum sepertimu!" sahut Damian masih dengan nada berteriak.


Jenson menarik Dokter tersebut dengan paksa keluar dari kamar tersebut.


"Ada apa dengannya!" kata Dokter itu pada Jenson.

__ADS_1


"Apa anda tidak berpikir dulu untuk bicara Dokter, anda memuji istri Tuan Damian didepan hidungnya!" kata Jenson dengan nada tajam


"Seolah-olah anda tertarik dengan istrinya, anda seakan menganggap istri Tuan Damian barang yang boleh dikagumi oleh siapa saja!" kata Jenson lagi.


"Istri Tuan Damian sangat spesial, istrinya seorang gadis yang belum pernah disentuh oleh siapapun...dan Tuan Damian sangat menyayanginya!" kata Jenson menjelaskan dengan detail, agar Dokter tersebut tahu dimana letak kesalahannya.


Jenson mengantar Dokter tersebut sampai didepan pintu Mansion.


"Sampai disini saja kontrak anda, selanjutnya kami akan merekrut Dokter yang bisa diandalkan, dan tidak sembarangan berbicara!" kata Jenson.


Jenson menutup pintu.


Jenson kemudian menelepon seseorang dan memberi instruksi harus sesuai dengan apa yang dikatakannya.


Sementara itu dikamar sementara Damian, tampak suasana kamar terasa sangat hening.


Damian duduk di sofa mencoba menormalkan lagi emosinya, sikap kasarnya yang berupaya dia kendalikan didepan Leticia meledak karena kata-kata Dokter tadi.


Perlahan Damian mengangkat kepalanya yang menunduk, memandang kearah Leticia yang berdiri mematung tidak berani bergerak.


"Maaf membuatmu terkejut, aku tidak suka ada orang lain mengagumi dirimu, aku bisa marah dan memukul orang tersebut" kata Damian dengan nada normal kembali.


Damian perlahan mencoba untuk bangkit, tapi tangannya terasa berdenyut sakit sekali.


Wajahnya terlihat pucat, karena emosi yang berlebihan berpengaruh juga pada luka ditangannya.

__ADS_1


Damian terlihat meringis menahan sakit.


Bersambung....


__ADS_2