
Annabelle menatap tajam ke arah wanita cantik itu.
Sekarang dia ingat, siapa wanita itu.
Wanita yang pernah bertunangan dengan putranya beberapa tahun yang lalu, dan menghilang begitu saja pergi keluar negeri.
Ya, wanita itu putri rekan bisnis suaminya, yang ditunangkan dengan putranya.
Dan, Damian terpikat dengan pesona wanita itu dulunya.
Baru belakangan Annabelle tahu, ternyata Ayah wanita itu ada maksud tertentu pada Damian, dengan menunangkan putrinya agar Damian takluk pada wanita itu.
Mereka ingin merebut Group Jhonson dengan bantuan putrinya, menundukkan Damian dengan cinta putrinya agar bisa menguasai aset kekayaan Group Jhonson.
Saat Annabelle ingin memberitahukan niat jahat keluarga wanita itu, ternyata wanita itu sudah mempunyai seorang kekasih sebelum bertunangan dengan Damian.
Dan, Damian yang terlanjur sudah jatuh cinta pada wanita itu, begitu sakit hati merasa dihianati oleh wanita itu.
Damian sebelumnya selalu memaafkan apa yang dilakukan oleh wanita itu, dan akan mempercayai penjelasannya yang menurut Annabelle semuanya bohong.
Annabelle begitu senang mengetahui kalau wanita itu pergi dengan kekasihnya diam-diam keluar negeri, dan menikah disana.
Tapi, sekarang dia muncul lagi.
__ADS_1
Dan, mengaku sebagai calon istri putranya, sungguh tidak punya rasa malu.
Annabelle mendekati pintu aula, matanya terlihat tidak suka melihat pemandangan didepan pintu aula tersebut.
"Siapa yang membuat keributan disini..membuat acara resepsi pernikahan putraku tidak berjalan semestinya!" sahut Annabelle dengan lantang.
"Tante..Tante! ini aku Elena, tunangan Damian..aku masih mencintai Damian..kenapa dia menikah dengan wanita lain..Tante aku mohon, aku ingin bertemu dengan Damian!" teriak wanita itu didepan pintu masuk aula.
"Aku tidak kenal dengamu..jangan membuat keributan diacara pernikahan orang..siapa kau lancang mengatakan tunangan putraku..dasar tidak tahu malu!" teriak Annabelle juga dengan lantang.
Semua undangan yang ada didekat pintu masuk, memandang kearah wanita yang mengaku bernama Elena tersebut dengan tatapan mencibir.
"Tidak! Tante..aku Elena, apa Tante lupa denganku..aku tunangan Damian!" teriak Elena histeris.
"Jangan mengaku-ngaku jadi tunangan putraku..putraku sudah menikah, dia tidak pernah mempunyai tunangan..usir dia sekuriti!" teriak Annabelle dengan marah.
"Oh begitu? baiklah..aku akan pastikan kau menyesali tindakanmu telah mengacaukan resepsi pernikahan putraku..kau sendiri yang datang untuk mempermalukan dirimu sendiri!" sahut Annabelle dengan tajamnya.
Annabelle mengambil ponselnya, lalu menelepon seseorang.
"Kau, cepat datang kemari..urus putri anda yang datang mengacaukan pernikahan putraku..dalam sepuluh menit kutunggu!" kata Annabelle dengan nada yang dingin.
"Apa..apa maksud Tante..kenapa Tante menelepon orang tuaku!" sahut Elena terkejut, dia terlihat jadi panik.
__ADS_1
Annabelle tidak menjawab, dengan wajah datar dia meninggalkan pintu aula.
"Jangan biarkan dia masuk!" kata Annabelle dengan tajam pada petugas keamanan yang berjaga di pintu.
"Baik Nyonya!' angguk mereka serentak.
" Tidak! tidakk! Tante tunggu..Damiann!" teriak Elena dengan histeris.
Di sebuah ruang makan khusus mempelai pengantin, teriakan Elena sayup-sayup terdengar kedalam ruangan tersebut karena pintu yang tidak tertutup rapat.
Sontak membuat Damian dan Letisia yang tengah menikmati makan mereka, berhenti menguyah apa yang mereka makan.
"Ada yang berteriak memanggil nama sayangku!" kata Letisia menajamkan pendengarannya.
Damian mengelap mulutnya dengan serbet.
"Ayo, kita pergi lihat..siapa yang berani mengusik hidupku lagi!" kata Damian tidak senang.
Damian mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Letisia.
Letisia mengelap mulutnya dengan serbet, lalu bangkit berdiri menyambut uluran tangan Damian.
Damian menggenggam tangan kecil istrinya itu dengan erat.
__ADS_1
Merekapun keluar dari ruang VIP tersebut, untuk melihat keributan yang telah dibuat seseorang yang mencari masalah dihari bahagianya.
Bersambung.....