Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 110.


__ADS_3

Damian menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka, menarik tubuh Letisia kedalam dekapannya.


Memeluk tubuh mungil Letisia yang telah jadi miliknya, yang akan menjadi calon Ibu dari anak-anaknya.


Perasaan bahagia Damian sangat membuncah memenuhi hatinya, senyumannya terus saja tersungging dibibirnya.


Malam semakin larut, dan merekapun mulai tertidur dengan perasaan bahagia.


Dekapan tangan Damian yang memeluk tubuh Letisia, terasa begitu sangat nyaman.


Setelah Letisia beberapa kali tidur bersama dengan Damian, setiap malam mimpi buruk Letisia sudah mulai berkurang.


Dan, malam ini Letisia tidur sangat nyenyak sekali, bahkan terasa sangat nyenyak karena begitu nyamannya.


Besok paginya seperti biasa, Letisia biasanya akan bangun lebih awal.


Tapi, pagi ini dia tertidur sampai siang.


Perlahan matanya mulai terbuka saat merasakan kalau hari sudah siang, ada cahaya yang masuk dari celah jendela balkon.


Letisia menyentuh tubuh liat Damian yang masih memeluknya dengan erat.


Tubuh polos Letisia tidak terasa dingin karena tubuh Damian yang hangat memeluk dirinya.


Letisia mencoba untuk keluar dari dekapan Damian, tapi dekapan itu semakin terasa mengetat.


"Mau kemana sayang..ini masih pagi" gumam Damian menarik tubuh Letisia semakin rapat ke tubuhnya.


"Ini sudah siang sayangku..aku mau bangun, mau membersihkan badan" kata Letisia mendongakkan wajahnya melihat Damian dalam dekapan suaminya itu.


Letisia menyentuh dagu Damian dengan ujung telunjuknya, merasakan rambut-rambut halus sudah mulai tumbuh lebat disana.

__ADS_1


"Apakah sayangku tidak bercukur, sepertinya ini sudah mulai tebal" kata Letisia meraba dagu dan rahang Damian.


"Aku akan bercukur pagi ini..apakah sayang mau bantu untuk mencukurnya?" tanya Damian.


"Iya, mau!" jawab Letisia.


Damian tersenyum senang mendengar Jawaban Letisia, dikecupnya puncak kepala Letisia.


"Ayo kita mandi dan bercukur!" katanya senang.


Damian menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh polos mereka, dan terlihatlah tubuh istrinya yang penuh bekas kecupannya.


Dia ingat tadi malam melakukannya sampai dua kali, membuat istrinya menjerit dan mendesah dibawahnya begitu menggairahkan.


Sampai tanpa sadar Damian melakukannya dengan gerakan cepat karena kalap melihat istrinya begitu sangat menggoda, dan mengecup setiap inci tubuh Letisia yang indah.


Mengingat itu kembali Damian merasakan ereksi, dan membuat Letisia terkejut melihat itu.


"Sa..sayangku, kenapa seperti itu?" tanya Letisia melihat ereksi Damian yang mengeras, dan sontak membuat wajah Letisia memerah melihat itu.


Damian menarik tengkuk Letisia lalu mencium bibirnya, dan mengulumnya dengan lembut lalu menyusupkan lidahnya mencari lidah Letisia.


Satu tangan Damian mengelus dada Letisia dan meremasnya dengan lembut, dan itu membuat suara mendesah lolos dari bibir Letisia.


Membuat ereksi Damian semakin mengeras.


Perlahan tubuh Letisia dibaringkan nya keatas tempat tidur, masih dengan mengulum bibir Letisia, dengan pelan Damian membuka kaki istrinya.


Dan mulai memasuki istrinya lagi dengan lembut.


"Ahh..!" Letisia mendesah saat dirinya merasakan dimasuki oleh suaminya, dan kembali teredam karena bibirnya dicium Damian.

__ADS_1


Pagi ini Damian melakukannya agak lama karena tenaganya yang telah kembali, ini membuat Letisia tidak berhenti mengeluarkan suara.


Dan, tidak lama kemudian mereka sama-sama merasakan tubuh mereka bergetar ingin meledak.


Damian memeluk istrinya begitu erat, dan membenamkan wajahnya kebalik leher Letisia.


Letisia juga memeluk tubuh suaminya dengan erat, dan tubuh mereka sama-sama bergetar dengan suara mendesah yang panjang.


Mereka kemudian saling berpelukan sesaat untuk meredakan rasa yang masih tertinggal.


Damian mengecup leher Letisia lembut, rasanya dia semakin dalam mencintai istrinya itu.


Dan tidak ingin berpisah walau apapun yang terjadi, dia akan selalu mencintai istrinya.


Damian kemudian mengangkat tubuhnya yang besar dari atas tubuh istrinya, dan berbaring di samping istrinya.


Lalu menarik Letisia merapat padanya.


"Apakah masih sakit sayang?" tanyanya lembut ditelinga Letisia.


"Iya, tapi tidak begitu sakit sekali" jawab Letisia malu-malu.


"Aku akan membopongmu kekamar mandi..beberapa hari ini jangan melakukan apapun, agar tubuhmu tidak sakit sayang" kata Damian membelai punggung Letisia yang polos.


"He-eh!" angguk Letisia patuh.


"Ayo kita mandi!"


Damian bangkit dari berbaringnya, lalu turun dari tempat tidur.


Masih dengan tubuh yang polos, Damian mengangkat tubuh Letisia yang polos juga menuju kamar mandi.

__ADS_1


Hari sudah menunjukkan jam sembilan pagi, dan cahaya matahari sudah menerobos masuk kekamar melalui celah pintu balkon.


Bersambung....


__ADS_2