
Damian duduk dibelakang meja kerjanya, dia mulai memeriksa berkas yang menumpuk dimeja kerja.
Tok! tok! tok!
Terdengar suara ketukan dipintu, dan kemudian muncullah dari balik pintu wajah seorang wanita cantik.
"Tuan, apakah anda akan minum kopi seperti biasanya?" tanya wanita tersebut dengan suara yang merdu, dengan senyuman yang manis.
Damian yang tengah fokus memeriksa berkas tidak memperhatikan apa yang dikatakan wanita tersebut.
Karena Damian tidak menjawab pertanyaan wanita itu, dengan langkah pelan dan gemulai wanita tersebut melangkah masuk kedalam menuju meja kerja Damian.
"Tuan!" panggil wanita itu dengan lembut dan merdu.
Letisia yang sedang duduk disofa, terbengong saja melihat wanita tersebut berjalan masuk dengan jalan yang diatur sedemikian gemulainya.
Kelihatannya wanita tersebut ingin menarik perhatian Damian.
Letisia berpikir, beginilah ternyata wanita-wanita cantik tersebut menggoda Damian selama ini.
Siapa yang tidak mau menyerahkan dirinya pada seorang Damian yang kaya dan tampan, calon suami idaman dengan kekayaannya yang melimpah.
__ADS_1
Umurnya yang semakin matang, membuat Damian semakin tampan dan maskulin.
Damian mendongakkan wajahnya melihat kearah wanita tersebut, dan melihat senyuman wanita itu menatapnya.
Wajah Damian sontak kaget, melihat situasi tersebut.
Damian melirik kearah Letisia yang terlihat tenang saja, melihat Sekretaris Damian menggodanya.
Wajah Letisia biasa saja, tenang dan datar.
Dada Damian begitu sakit melihat tatapan mata Letisia yang tidak perduli, membiarkan seorang wanita cantik mencoba menarik perhatian suaminya.
Tanpa sadar Damian menelan ludahnya begitu getir, kumohon sayang..jangan biarkan wanita manapun mencoba untuk merayuku? bisik hati Damian dengan perasaan pedih.
Tapi, hayalan Damian tidak akan terwujud, karena Letisia belum mencintainya.
"Mau apa kau?!" tanya Damian tajam pada sekretarisnya tersebut dengan tatapan tajam.
Tidak senang melihat wajah sekretarisnya yang tersenyum genit, dan itu terlihat menjijikkan dimata Damian.
"Aku dari tadi bertanya pada anda Tuan, apakah anda mau minum kopi, aku akan buatkan untuk anda" kata wanita tersebut dengan suara yang lembut seraya tersenyum manis.
__ADS_1
"Tidak usah, keluarlah..nanti kalau perlu baru akan kupanggil!" sahut Damian kesal, wajahnya terlihat menggelap tidak senang.
Sekretarisnya terlihat sangat kecewa, dia mundur dengan wajah sedih karena tidak bisa menarik perhatian Damian lagi.
Semenjak beberapa minggu belakangan ini, Damian berubah tidak seperti biasanya akan menyentuh tangannya dengan lembut dan memberi kode pada telapak tangannya.
Kode untuk ketemuan dimalam hari, menghabiskan malam yang panas berdua dihotel.
Dan sekarang dia hanya mendapatkan tatapan yang tidak suka padanya.
Mata Sekretaris Damian tanpa sengaja melihat kearah Letisia yang duduk disofa, dan terlihat santai tengah memainkan ponselnya.
"Siapa kau, kenapa kau ada diruangan Tuan Damian!" sahut Sekretaris Damian terkejut melihat Letisia.
Tadi dia tidak melihat ada seseorang duduk disana, seorang gadis muda yang kelihatannya masih seorang pelajar, membuat Sekretaris Damian ingin mengusir Letisia.
"Tutup mulutmu, jangan berteriak pada istriku..cepat pergi keluar, jangan buat aku akan memecatmu karena memarahi istriku!" sahut Damian tajam.
Hah? apa?! istrinya? pikir Sekretaris Damian tidak percaya dengan apa yang dikatakan Damian.
Sejak kapan Tuan Damian menikah?! bisik hati Sekretaris Damian terlihat sangat kecewa.
__ADS_1
Dia pun keluar dari ruang kantor Damian.
Bersambung.....