
Mobil perlahan berhenti didepan pelataran gedung Hotel resepsi pernikahan Damian dan Letisia.
Damian membantu Letisia turun dari mobil pengantin, dan berjalan berdampingan diatas karpet merah menuju aula gedung Hotel.
Semua undangan berdiri menyambut kedatangan Damian dan Letisia.
Suasana aula Hotel terlihat begitu meriah, ternyata Damian mengundang banyak tamu.
Dan juga ada beberapa wartawan untuk meliput acara resepsi pernikahan mereka.
Letisia merasa sedikit canggung dengan suasana yang ramai tersebut, tapi dia mencoba untuk membuang rasa canggungnya.
Dia sekarang seorang istri dari Damian Jhonson, istri dari Ceo Group Jhonson.
Letisia harus bisa menunjukkan wibawanya sebagai Nyonya Group Jhonson.
"Oh, ternyata ini istri Tuan Damian yang selama ini disembunyikan oleh Tuan Damian, pantasan saja disembunyikan..ternyata istrinya sangat cantik..dan masih muda lagi!" beberapa undangan mulai berbisik membicarakan Letisia.
"Iya, sangat imut!"
"Tidak disangkal Tuan Damian bisa menikah dengan gadis yang masih muda..kira-kira berapa umurnya ya, mereka terlihat seperti Paman dan Keponakan, terlalu jauh perbedaannya!"
"Cinta tidak memandang usia!" bisik yang lain lagi.
Acara resepsi pun berjalan dengan lancar.
__ADS_1
Damian memperkenalkan Letisia kepada beberapa rekan bisnisnya yang datang memberi selamat kepada mereka.
Amira yang masih belum begitu menerima Letisia sebagai kakak iparnya, ikut juga hadir dengan wajah yang selalu ditekuk.
Dia merasa kesal, karena Damian tidak begitu perhatian lagi padanya semenjak menikah dengan Letisia.
Damian menggenggam tangan istri kecilnya, menghampiri beberapa wartawan yang sudah menunggunya dari tadi untuk diwawancarai.
Beberapa wartawan mulai bertanya pada Damian begitu mereka berhadapan dengan Damian bersama dengan istrinya.
"Tuan, apakah anda begitu sangat mencintai istri anda?" tanya seorang wartawan majalah terkenal kepada Damian.
"Tentu saja, aku sangat mencintai istriku..dia wanita satu-satunya yang sangat kucintai didunia ini..tidak ada wanita lain!" kata Damian menjawab pertanyaan wartawan itu dengan tegas sambil merangkul pinggang istrinya dengan posesif.
Setelah mengatakan itu, Damian mengecup puncak kepala istrinya dengan lembut.
Setelah para wartawan itu selesai mewawancarai Damian, mereka mulai meninggalkan aula Hotel yang masih melangsungkan resepsi pernikahan Damian dan Letisia.
Keinginan Damian untuk mengenalkan Letisia kepada publik, akhirnya selesai juga dan membuat sebagian wanita yang tertarik pada Damian merasa sangat cemburu pada Letisia.
"Ternyata gadis itu yang telah membuat Tuan Damian berubah, dan sikap arogannya kelihatannya sudah mulai hilang juga!" bisik rekan bisnis Damian kepada rekan yang lain.
"Baguslah..aku bisa menghadapi Tuan Damian kalau bertemu secara pribadi dengannya, bisa lebih santai berbicara padanya!" kata yang lain.
"Kau benar..selama ini emosinya selalu meledak-ledak, membuat aku kalang-kabut kalau berhadapan dengannya!"
__ADS_1
"Cinta bisa mengubah keperibadian seseorang!"
"Iya, benar!"
Mendadak suara ribut-ribut terdengar di pintu masuk aula Hotel.
Semua orang yang ada didalam aula memandang kearah pintu masuk aula, yang di amankan oleh beberapa petugas keamanan.
"Biarkan aku masuk..aku ingin bertemu dengan Damian..Damiannn!!" suara teriakan wanita terdengar berteriak di pintu masuk aula.
"Maaf Nona, anda tidak boleh masuk..kalau ada masalah pergilah melapor ke kantor polisi!" kata petugas keamanan pada wanita itu untuk segera pergi.
"Tidakk..aku mau bertemu dengan Damian, aku tidak terima dia meninggalkan aku..aku calon istrinya, akulah yang seharusnya menjadi istrinya..bukan gadis ingusan itu!!" teriak wanita itu semakin menjadi-jadi, dan histeris.
"Ada apa ribut-ribut disana?" tanya Annabelle dengan kening berkerut melihat kearah pintu aula.
"Sepertinya salah satu kekasih kak Damian tidak bisa melepaskan kak Damian!" sahut Amira dengan cueknya.
Annabelle merasa kekasih satu malam Damian semuanya wanita yang benar-benar tidak punya rasa malu.
Dia harus membereskan wanita itu, kalau tidak resepsi pernikahan putranya yang tinggal beberapa jam lagi akan rusak karena wanita yang tidak beres itu.
Annabelle melangkah menuju pintu aula dengan langkah cepat.
Di pintu masuk terlihat seorang wanita cantik dengan tubuh yang tinggi bagaikan model, berteriak ingin masuk kedalam aula.
__ADS_1
Dan, Annabelle merasa mengenal wanita itu, terlihat sangat familiar.
Bersambung....