
Di kapal pesiar, di salah satu kamar suite yang telah disulap menjadi kamar pengantin baru, Donald memeluk istrinya Janet dengan perasaan bahagia.
Donald membalikkan tubuh istrinya untuk menghadap padanya, menangkup wajah Janet dengan kedua telapak tangannya.
"Senyummu, suaramu yang merdu, dan pesonamu yang lemah lembut, sekarang sudah menjadi milikku istriku, akhirnya aku dapat memilikimu selamanya untuk diriku sendiri, Janetku yang cantik" gumam Donald dengan lembut menatap mata bening Janet dengan lekat.
Janet tersenyum mendengar pujian Donald tentang dirinya, Janet merasa semakin mencintai Donald.
Janet merapatkan tubuhnya pada Donald, dan memeluk pinggang Donald, menengadah menatap Donald.
"Terimakasih selama ini sudah diam-diam menyukai ku sayang, aku sebenarnya juga diam-diam memperhatikan mu, sikap dan tingkahmu tidak sama dengan Tuan Damian yang suka membawa pulang wanita, menikmati cinta satu malam dengan berbagai wanita!" kata Janet menatap mata Donald dengan lekat.
"Benarkah?" Donald tersenyum senang mendengar apa yang dikatakan Janet, ternyata dirinya diperhatikan Janet juga selama ini.
"Tapi sayang, bagaimana kalau kak Damian jangan panggil lagi dengan sebutan 'Tuan'...dia sudah menjadi kakak ipar mu sekarang, panggil dia kakak ipar!" ucap Donald mengelus pipi Janet dengan lembut.
"Baiklah, aku akan usahakan, aku masih belum terbiasa, aku sudah cukup lama memanggilnya dengan sebutan 'Tuan Damian', mudah-mudahan suatu saat aku akan bisa memanggilnya 'kakak ipar'...bersabarlah!" kata Janet mengeratkan pelukannya.
"Baiklah sayang, aku mengerti apa yang kau katakan, memang perlu butuh waktu!" Donald mengelus kepala Janet dengan lembut.
"Bagaimana kalau kita pergi makan, aku sudah lapar lagi!" kata Janet melonggarkan pelukannya.
"Aku akan pesan makanan, kita makan dikamar saja!" kata Donald menghampiri interkom di atas nakas dekat tempat tidur mereka.
Lalu Donald memesan makan malam ke bagian restoran kapal, untuk dibawa ke kamar mereka.
"Pergilah terlebih dahulu membersihkan diri, aku akan meletakkan pakaian kita kedalam lemari dulu!" kata Janet mulai membuka koper mereka.
"Baik sayang!" ucap Donald, lalu mengecup pipi Janet sebelum masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Janet mulai membongkar koper mereka, lalu menyusunnya dengan rapi kedalam lemari.
...*******...
Letisia mulai menyusun pakaiannya dan Damian kedalam satu koper besar.
Sementara Damian dan Jeson diruang kerja Damian menyusun jadwal kerja yang akan ditangani Jeson selama seminggu.
"Baiklah, hanya itu saja, sudah malam, pulanglah! besok pagi tidak perlu menjemputku, biar Riky yang mengantar kami!" kata Damian, lalu bangkit dari duduknya.
"Kalau begitu, aku permisi dulu Tuan!" sahut Jeson, lalu membungkukkan tubuhnya sedikit dengan sopan.
"Iya, pergilah!"
Jeson membalikkan badannya, lalu keluar dari ruang kerja Damian.
Damian membuka kembali pintu yang tertutup tersebut, lalu berjalan menuju tangga.
Damian membuka pintu kamar, tampak istrinya yang imut tengah duduk didepan cermin sedang membersihkan wajahnya dengan pembersih wajah.
Senyuman Damian mengembang melihat istrinya yang sudah mengenakan pakaian tidur, Damian berdiri dibelakang istrinya, menatap wajah Letisia didalam cermin.
"Sayang.." panggil Damian lembut.
"Hmm.." jawab Letisia seraya terus membersihkan wajahnya.
"Kau terlihat semakin cantik, apakah pakaian kita sudah kau susun ke dalam koper sayang?"
"Iya, sudah!" jawab Letisia, lalu membersihkan meja rias, dan menyusun kembali alat kosmetiknya dengan rapi ketempatnya semula.
__ADS_1
Damian membungkukkan tubuhnya, lalu menghirup aroma tubuh istrinya, mengecup bahu istrinya yang terbuka.
"Aromamu selalu membuatku merasa begitu bahagia sayang!" gumam Damian, lalu bibirnya menjalar menelusuri bahu istrinya hingga ke leher jenjangnya.
Tangan Damian perlahan memeluk pinggang Letisia, lalu perlahan satu tangannya menjalar naik keatas, meremas dengan lembut benda lunak didada istrinya.
"Aih, tangannya mulai nakal!" kata Letisia memegang tangan Damian yang meremas benda lembut yang bertengger didadanya.
"Ini terasa kenyal dan lembut, aku menyukainya sayang!" gumam Damian semakin dalam mengecup leher istri kecilnya itu.
"Kita harus cepat istirahat sayangku, besok pagi biar cepat bangun..bukankah kita mau pergi berbulan madu, ayo..mari kita tidur!" kata Letisia, kepalanya sampai miring akibat ciuman Damian di lehernya.
"Oh, iya..kau benar sayang, ayo kita tidur!"
Damian meraih tubuh Letisia, membopongnya ketempat tidur, lalu membaringkan tubuh istrinya ketempat tidur dengan lembut.
Kemudian Damian mengunci pintu kamar, lalu mematikan lampu kamar, dan kemudian menyalakan lampu tidur di nakas.
Kemudian membuka kemeja, dan celana panjangnya, membuang pakaian itu dengan sembarangan ke lantai.
Dan, kini Damian hanya memakai pakaian dalamnya saja, lalu ia pun naik ketempat tidur.
Bergabung dengan istrinya, menarik istrinya masuk kedalam dekapannya, lalu menarik selimut menutup tubuh mereka.
"Selamat tidur sayang" gumam Damian mengecup puncak kepala istrinya dengan sayang.
"Selamat tidur juga sayangku!" ucap Letisia mengalungkan tangannya memeluk tubuh suaminya, memeluknya sebagai pengganti guling.
Merekapun memejamkan mata, dan mulai tertidur dengan nyamannya.
__ADS_1
Bersambung.....