Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 86.


__ADS_3

Damian termangu ditempatnya melihat tas yang disodorkan Jeson padanya.


Ternyata lelaki yang pernah dia duga membawa lari istrinya tersebut yang mencari Letisia tadi.


Mata Damian tidak senang memandang tas yang dipegang Jeson itu.


"Buang saja pakaian itu, aku akan membeli Letisia pakaian baru...itu tidak diperlukan lagi!" kata Damian tajam.


"Baik Tuan!" jawab Jeson mengerti apa yang dikatakan oleh Tuannya tersebut.


"Eh!" Letisia terbengong dengan apa yang dikatakan Damian.


Itu pakaiannya masih bagus, tidak perlu membeli baju baru lagi.


"Jangan dibuang, aku masih mau pakaian itu...pakaian itu masih bagus!" sahut Letisia.


"Tidak sayang, jangan lagi pakai pakaian itu...aku akan pergi berbelanja denganmu untuk membeli pakaian baru, walk in closet dikamar kita perlu diisi dengan pakaian-pkaaianmu!" ujar Damian, seraya tangannya dia kibaskan untuk menyuruh Jeson pergi membawa tas tersebut.


Jeson membungkukkan sedikit tubuhnya dengan sopan pada Damian sebelum keluar dari kamar tersebut.


"Baik Tuan, permisi!" sahutnya, lalu pergi keluar dari kamar itu.


Damian mendekati Letisia, lalu memegang tangan Letisia dengan lembut.


"Ayo kita lihat kamar kita, aku ingin melihat seperti apa desain yang kau pilih...pasti sangat bagus" kata Damian menarik lembut tangan Letisia untuk keluar dari kamar tersebut.


Letisia mengikuti langkah kaki Damian menarik tangannya keluar dari kamar.

__ADS_1


Dan mereka pun sampai didepan kamar utama, perlahan Damian membuka pintu kamar.


Matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, ternyata Letisia pandai juga memilih dekorasi kamar mereka.


"Ini luar biasa!" gumam Damian tanpa sadar.


Kamar itu sangat mewah dan bernuansa dua kombinasi, lelaki dan wanita.


Ada gaya maskulin dan gaya lembut bernuansa wanita.


"Sayang...ternyata kau pandai sekali memilih desain kamar kita, aku sangat suka sekali!" sahut Damian mengelus pinggiran tempat tidur super king size tersebut.


Damian meletakkan bokongnya duduk di tepi tempat tidur, dia sangat menyukai pilihan Letisia.


Tatanan letak dekorasi kamar juga telah berubah, tidak seperti yang sebelumnya.


Senyumannya mengembang dengan begitu puas, ini sesuai yang diinginkannya.


Kamar pengantin mereka yang mewah dan elegan, dia tidak perduli seberapa mahal untuk mendekorasi kamar tersebut.


Yang terpenting semua pilihan Letisia, dan ternyata sangat disukainya juga.


"Sepertinya malam ini kita sudah bisa untuk tidur disini sayang" ujar Damian sambil mengelus kasur tempat tidur merasa puas.


Wajah Letisia memerah mendengar perkataan Damian tersebut, dia berdehem untuk menghilangkan perasaannya yang tiba-tiba merasa gugup.


"Kata pemborong nya besok baru bisa untuk tidur dikamar ini" sahut Letisia.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, besok malam kita akan tidur disini" kata Damian tidak ingin membantah perkataan Letisia.


Damian melihat lagi setiap sudut kamar tersebut, benar-benar sesuai dengan yang diinginkan.


"Sudah siang Tuan, waktunya untuk makan siang!" sahut Letisia mengingatkan Damian.


"Iya sayang, ayo...kita makan"


Damian merangkul pinggang Letisia keluar dari kamar utama, hatinya begitu bahagia, dia tidak berhenti tersenyum terus.


Mereka masuk kedalam ruang makan, di meja ternyata telah disajikan Bibi Lina makan siang mereka.


Selama makan siang Damian dibantu Letisia menyuapkan makanan yang tidak bisa di sendok oleh Damian.


Damian merasa hidupnya begitu sangat bahagia dan sangat menyenangkan, dia ingin setiap hari suasana seperti ini selalu menghiasi hari-harinya.


Ini sangat indah, Letisia sangat perhatian padanya.


"Terimakasih sayang" ucap Damian setelah mereka selesai makan.


Bibi Lina dan Janet datang untuk membersihkan meja makan bekas Damian dan Letisia selesai makan.


Bibi Lina akhirnya bisa menghela nafas lega melihat Damian begitu lembut pada Letisia, berarti mereka bisa mengatasi masalah mereka tadi.


Dan Janet pun bernafas lega, tidak terjadi hal yang membuat Letisia dihukum oleh Damian.


Itu sungguh melegakan.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2