Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 58.


__ADS_3

Damian merasa kalau dirinya dari ke hari semakin aneh, dan kalau memikirkan tentang dirinya yang dulu, dia tidak menyukainya.


Damian menoleh kearah pintu kamar yang terbuka, wajah imut Leticia muncul dari balik pintu.


"Tuan, sepertinya Dokter pengganti yang anda cari untuk memeriksa luka anda sudah datang!" sahut Leticia.


"Oh...iya, suruh saja dia masuk!" ujar Damian, lalu menegakkan tubuhnya.


Damian merasakan tubuhnya memang sepertinya tidak enak, dan merasakan tangannya semakin sakit saja.


Dokter yang dicari oleh Jenson masuk bersama Jenson.


Dokter yang dicari oleh Jenson ternyata Dokter paruh baya.


Dokter tersebut memeriksa tangan Damian, dan meneliti luka yang terlihat basah karena terbuka.


"Sebaiknya dibawa ke rumah sakit saja, ini perlu dijahit dan perlu perawatan khusus!" kata Dokter tersebut.


Damian berpikir sebentar untuk mengambil keputusan dengan saran Dokter tersebut.


"Baiklah!" angguk Damian menyetujui untuk dirawat di rumah sakit.


"Mari kita berangkat sekarang saja, supaya lukanya tidak semakin infeksi!" kata Dokter.


"Leticia!" panggil Damian.


Leticia dengan sigap mendekat pada Damian, dan meraih tangan Damian yang terulur kearahnya.


Damian meletakkan tangannya di bahu Leticia untuk membantunya turun dari tempat tidur.

__ADS_1


"Ikutlah ke rumah sakit, ambil beberapa pakaian ganti untuk menginap di rumah sakit" ucap Damian pelan, dia semakin merasakan tangannya semakin berdenyut.


"Baik Tuan!" jawab Leticia.


Jenson membantu Damian untuk keluar dari kamar.


Sementara Leticia mengemasi beberapa potong pakaiannya dan pakaian Damian untuk dibawa ke rumah sakit.


Satu jam setengah mereka kemudian sampai di rumah sakit.


Damian langsung masuk ke ruang UGD untuk menjahit luka ditangannya.


Setelah dijahit, Damian dibawa ke ruang VVIP dilantai lima belas.


Dia akan mendapatkan perawatan khusus.


Setengah jam Setelah semua beres, Damian diberi infus untuk menambah cairan tubuhnya yang menurun.


Tiba-tiba pintu kamar rawat inap Damian dibuka dengan tergesa-gesa oleh seseorang.


"Damian, bagaimana keadaanmu? kenapa bisa terluka?"


Ternyata Ibu Damian yang masuk, wajahnya terlihat begitu cemas.


"Hanya luka sedikit saja Ma, tidak perlu begitu cemas!" sahut Damian datar.


Annabelle mendekati putranya yang berbaring ditempat tidur pasien.


Dia melihat tangan Damian yang diperban.

__ADS_1


"Kalau Victor tidak cerita, Mama tidak akan tahu kalau kau itu terluka!" kata Annabelle kesal, karena baru mengetahui Damian mengalami luka.


"Kenapa dia bisa cerita sama Mama, tidak ada kerjaan dia!" ujar Damian merasa kesal.


"Mama tidak sengaja bertemu dengannya tadi di salon, dia mengantarkan Mamanya ke salon, lalu setelah itu baru Mama menelepon Jenson, dia mengatakan kalau kau di rumah sakit!" ujar Annabelle.


Damian diam saja mendengar perkataan Ibunya tersebut.


Annabelle menoleh pada Leticia yang sedari tadi diam saja berdiri tidak jauh disampingnya.


"Bagaimana denganmu Leticia, apakah Damian masih jahat padamu?" tanya Annabelle meraih tangan Leticia, dan menggenggamnya kedalam telapak tangannya.


"Mama!" sentak Damian tidak senang mendengar perkataan Ibunya tersebut.


"Kau ceritakan saja padaku, aku akan membuat perhitungan padanya, dan kalau dia masih saja terus menindas mu, jangan takut, aku akan pastikan dia lebih baik menceraikan mu saja, supaya kau bebas, pasti akan ada lelaki yang mencintaimu dengan setulus hati!" kata Annabelle tanpa merasa berdosa mengatakan semuanya pada Leticia.


Annabelle tidak tahu wajah putranya Damian sudah menggelap mendengar perkataannya tersebut.


" Mama!!" teriak Damian benar-benar sangat kesal sekali.


Annabelle dan Leticia sama-sama terkejut mendengar teriakan Damian tersebut.


"Ada apa?" tanya Annabelle tanpa merasa bersalah memandang Damian heran.


"Mama lebih baik pulang saja, membuat kepalaku semakin sakit saja mendengar kata-kata Mama!" kata Damian marah.


Annabelle membuka mulutnya untuk menjawab perkataan putranya tersebut.


Leticia dengan cepat menyentuh tangan Mertuanya tersebut.

__ADS_1


"Nyonya, aku tidak apa-apa, tidak ada penindasan lagi!" kata Leticia menahan Ibu Damian yang akan mengatakan sesuatu lagi.


Bersambung.....


__ADS_2