
Di dalam mobil Donald memeluk Janet dengan erat, dia tidak menyangka Janet yang menurutnya begitu lembut dan ramah ternyata menyimpan sisi pribadi yang tidak bisa ditindas.
Donald tersenyum mengingat kejadian tadi, begitu hebatnya Janet menerjang wanita yang mengatakan dirinya seorang lelaki penyuka sesama jenis.
"Donald, jelaskan padaku..kenapa mereka bisa mengatakan kalau dirimu seorang pecundang?" tanya Janet menatap Donald dengan lekat.
"Aku tidak tahu kenapa mereka bisa mengatakan kalau aku berpacaran dengan Jerry, mungkin karena Jerry tidak pernah dekat dengan seorang wanita..dia Aktor yang ramah dan lemah lembut, ketampanannya membuat para penggemarnya begitu mengidolakannya, tapi suatu hari tidak tahu siapa yang melihat Jerry berpelukan dengan Aktor lain seperti sepasang kekasih, dan Jerry pun menjadi bahan perbincangan..itu membuat popularitasnya mulai menurun, media sosial mengkritiknya, para Haters menghujat dan menambah bahan gosip sampai menyebutkan namaku!" kata Donald mulai menjelaskan.
Janet mendengarkan Donald sembari menatap wajah Donald dengan lekat, dia tidak menyangka dunia hiburan ternyata mengerikan, popularitas nya bisa jatuh dengan gosip yang belum diketahui kebenarannya, para Haters sudah menambah bahan bakar, dan membuat media sosial jadi semakin gempar.
"Dan, sampailah masalahnya ke titik dimana aku dulu pernah jalan dengan beberapa wanita yang kandas begitu saja, mereka menganggap aku jaga popularitas agar tidak ketahuan belangnya kalau punya kelainan dengan pura-pura jalan dengan beberapa aktris wanita, dan salah satu dari mereka begitu menyukaiku..sampai tidak rela putus denganku, banyak yang mengatakan dia stress karena aku memutuskan dia sepihak!" kata Donald menjelaskan lagi.
Begitu Donald mengatakan tentang hubungannya dengan pacarnya dulu, wajah Janet cemberut.
Dia merasa tidak senang mendengar kalau wanita yang pernah menjadi pacar Donald tidak terima diputuskan Donald.
Donald melihat perubahan wajah Janet, jadi tidak ingin melanjutkan lagi penjelasannya.
"Kau ternyata brengsek, mempermainkan perasaan wanita..kau tega memutuskan seenaknya saja hubungan kalian, sementara dia masih mencintaimu, kalian para lelaki memang egois!" kata Janet membuang mukanya, dia menggeser duduknya menjauh dari Donald.
"Aku tidak menyukainya, bagaimana bisa aku menjalaninya..sementara hati dan perasaanku tidak untuknya!" sahut Donald, tangannya meraih tangan Janet yang menjauh.
Dengan cepat Janet menepis tangan Donald.
"Jangan sentuh aku!" kata Janet galak.
__ADS_1
"Kau cemburu?"
"Untuk apa aku cemburu padamu!" ujar Janet cemberut, memandang keluar mobil.
"Janet, aku akan jelaskan padamu kenapa aku bisa seperti itu, mendekatlah kemari!" Donald meraih lagi tangan Janet.
Janet menjauhkan tangannya agar tidak dapat dipegang Donald, wajahnya masih cemberut.
Dengan kesal Donald mendekat pada Janet, dan sekali tarik, tubuh Janet ditarik Donald duduk keatas pangkuannya.
"Ih..turun kan aku, aku bukan anak kecil yang harus dipangku, ini memalukan!" Janet berupaya untuk turun dari pangkuan Donald.
Donald dengan erat memeluk pinggang Janet, tidak membiarkan Janet bergerak turun dari pangkuannya.
"Kau yang telah membuat aku jadi seorang lelaki yang tidak punya pendirian, sehingga membuat keputusan salah menjalin hubungan dengan gadis lain!" kata Donald menjelaskan pada Janet kenapa dia bisa memutuskan para wanita itu begitu saja.
"Ya, pesonamu telah membuatku jadi seorang pria yang tidak punya pendirian!"
"Hah!" Janet semakin bingung mendengar perkataan Donald tersebut.
"Pertama kali aku memperhatikanmu saat menginap di rumah kak Damian, suaramu, senyummu dan keramahanmu membuat aku selalu melirik padamu!" kata Donald mulai menjelaskan, kenapa pesona Janet yang membuat dia menjadi lelaki yang tidak punya pendirian.
"Menginap? kapan? perasaan kau belum pernah menginap dirumah Tuan Damian!" kata Janet sambil berpikir.
"Dua tahun lalu, apakah kau tidak ingat, aku beberapa hari menginap dirumah kak Damian!"
__ADS_1
"Oh!" tiba-tiba Janet mematung ditempatnya, dia teringat dimana Donald pernah menginap dirumah Damian.
Janet menatap Donald tidak percaya, ternyata dirinya sudah cukup lama diperhatikan oleh Donald, dan dia benar-benar tidak menyadarinya selama ini dia mempunyai seorang penggemar.
"Benarkah?" tanya Janet masih tidak percaya.
"Iya, aku berusaha untuk menghilangkan mu dari pikiranku, tapi bayanganmu tidak bisa hilang..malah semakin kuat dalam pikiranku!"
Astaga! aku sudah lama diam-diam disukai Donald, bisik hati Janet menatap Donald dengan lekat.
"Mereka hanya pelarian saja, aku sedikitpun tidak ada niat untuk benar-benar menjalin hubungan dengan mereka!" kata Donald mengeratkan pelukannya dipinggang Janet.
Janet yang tadi cemberut, berlahan mulai luluh, tangannya perlahan menyentuh pipi Donald.
Lelaki ini seorang Aktor yang masih muda, dan dia Tuan mudaku, ternyata diam-diam sudah lama sekali melirikku, bisik hati Janet mulai tersenyum.
Donald memegang tangan Janet yang menyentuh pipinya, menekan tangan itu dengan lembut disana.
"Apakah kau tidak marah lagi? aku serius dengan apa yang kukatakan, aku hanya menyukaimu dari sejak lama!" gumam Donald menatap mata Janet dengan lekat.
"Iya, aku tidak marah lagi, maaf..aku tidak tahu kalau aku memiliki seorang penggemar sudah cukup lama!"
Janet memeluk Donald dengan erat, akhirnya mereka berbaikan setelah Donald memberikan penjelasan pada Janet.
Dan Donald juga merasa lega setelah menjelaskan rumor yang membuat dirinya diragukan Janet.
__ADS_1
Mereka saling berpelukan, sampai mereka dirumah Annabelle, rumah lama keluarga Jhonson, rumah peninggalan Ayah Damian dan Donald yang menjadi rumah utama keluarga Jhonson.
Bersambung.....