
Letisia kembali melanjutkan membersihkan badan Damian, mengelap bahunya, tangan kirinya dan turun kebagian rusuk dan perutnya.
Letisia dengan polos tanpa ada pemikiran apa pun mengelap bagian perut Damian, perut Damian yang sispek terasa agak keras tersentuh tangan Letisia.
Sentuhan tangan Letisia yang tanpa sengaja menyentuh perut Damian, membuat Damian membeku ditempatnya.
Tubuhnya meremang menyukai sentuhan tangan Letisia tersebut, membuat dia ingin merasakan lagi sentuhan tangan Letisia menyentuh kulit perutnya.
Damian ingin menahan tangan Letisia di perutnya, dan ingin merasakan tangan kecil Letisia mengelus dan menelusuri kulit tubuhnya.
Memikirkan itu tiba-tiba tubuh Damian bereaksi, dia merasakan ereksi.
Sial! maki Damian pada dirinya, wajahnya memerah.
Dia ingin meraih Letisia ke dekapannya, dan mencium bibir Letisia dengan lembut, merasakan setiap inci bibir Letisia yang membuat dia mabuk.
Jarak mereka yang dekat membuat Damian bisa menghirup aroma tubuh Letisia yang begitu dia sukai, dan itu membuat dia semakin merasakan ereksinya mengeras.
Oh, tidak! Damian mengepal tangannya dengan erat untuk menahan dirinya agar tidak meraih Letisia kedalam pelukannya.
Dia tidak boleh lancang, itu akan membuat hubungan mereka nanti akan menjadi semakin jauh.
Dan Letisia akan membencinya kalau dia sampai lupa diri.
Damian menahan tubuhnya yang ingin meraih Letisia kedalam dekapannya, mengepal tangan kirinya dengan erat sampai biku tangannya memutih.
__ADS_1
Sementara Letisia tidak mengetahui apa yang terjadi pada Damian, dia masih terus santai mengelap Damian.
Lalu beralih mengelap punggung Damian dengan tekanan yang tidak begitu kuat.
Walau Damian lagi berjuang melawan keinginannya ingin memeluk Letisia, Damian menikmati juga cara Letisia mengelap punggungnya, rasanya seperti dipijat.
Letisia mencelupkan lagi handuk kecil tersebut kedalam air hangat, memeras nya, lalu berjongkok di lantai.
Damian heran melihat Letisia kenapa berjongkok didepannya.
" Mau apa sayang?" tanya Damian heran.
" Mau mengelap kaki Tuan " kata Letisia.
"Tidak usah, biarkan saja...aku nanti yang akan bersihkan sendiri "
Letisia mengambil handuk bersih untuk mengelap tubuh Damian.
" Terimakasih sayang " ucap Damian setelah merasa segar, dan tubuhnya yang tadi bereaksi pada Letisia perlahan mulai normal kembali.
Letisia diam saja tidak menjawab.
Air hangat yang sudah dipakai mengelap Damian dibuang Letisia ke dalam toilet.
Meletakkan baskom kembali dikepala bathtub.
__ADS_1
Damian berdiri dari duduknya, dan menunggu Letisia untuk sama-sama keluar dari dalam kamar mandi.
Damian mengekor dibelakang Letisia, mereka pun keluar dari dalam kamar mandi.
Letisia membantu Damian memakai piyama nya yang baru, setelah itu memberikan sarapan Damian.
" Terimakasih sayang " ucap Damian menerima sarapan yang diberikan Letisia.
" Aku akan melihat kamar utama sebentar, Tuan sarapanlah pelan-pelan " kata Letisia, lalu berjalan menuju pintu.
" Iya sayang " jawab Damian menurut.
Letisia saat akan meraih gagang pintu kamar, menghentikan langkahnya sebentar.
Dia merasa Damian semakin lembut dan menurut dengan apa yang dikatakannya.
Apakah dia memang benar-benar mencintaiku? pikir Letisia.
Letisia membuka pintu, dan menutup pintu setelah dia keluar kamar.
Letisia pergi kekamar utama untuk melihat renovasi kamar tersebut, apakah telah selesai direnovasi.
Tadi pemborong telah datang membawa satu mobil truk barang untuk ditempatkan dikamar utama.
Letisia membuka pintu kamar, lalu melongok kan kepalanya melihat ke dalam kamar.
__ADS_1
Letisia termangu melihat kamar utama tersebut, telah berubah menjadi kamar yang sangat mewah.
Bersambung.....