
Selesai mandi dan berpakaian, mereka pun turun untuk sarapan pagi.
Bibi Lina terlihat begitu bahagia melihat majikannya begitu mesra, akhirnya mereka menjadi sepasang suami-istri yang sesungguhnya.
Bibi Lina menyajikan sarapan yang lezat pagi ini, agar tubuh sepasang suami-istri itu kembali bugar dan tetap bersemangat.
Bibi Lina sebagai wanita yang pernah berumah tangga, tahu bahwa awal-awal berumah tangga apa yang akan di alami sepasang pengantin baru.
Cinta dan gejolak bagi pengantin baru yang telah melalui malam pertama dengan sempurna, akan lebih bersemangat melakukan itu.
Kadang mereka akan melakukannya tanpa sadar ditempat mana dan kapan saja, karena memang itu wajar bagi pengantin baru yang sedang dalam tahap berbulan madu.
Dan, bahkan mereka tanpa sadar bisa melakukannya dalam satu hari beberapa kali.
Bibi Lina meletakkan susu hangat didepan Letisia, dan jus penambah energi didepan Damian.
Lalu meninggalkan ruang makan bersama Janet yang membantu Bibi Lina menyajikan sarapan majikan mereka.
Damian berencana akan membawa Letisia selesai sarapan untuk pergi berbelanja membeli keperluan istrinya itu.
__ADS_1
Walk in closet dikamar mereka belum terisi pakaian Letisia.
Selama ini Damian belum pernah membelikan apa pun untuk Letisia.
Hari ini dia akan memenuhi segala sesuatu untuk istri kecilnya tersebut, dan akan membeli apapun yang diinginkan istrinya.
Mereka menghabiskan sarapan tanpa banyak bicara, hanya sesekali mereka saling lirik dan tersenyum bahagia satu sama lain.
"Sayang..ayo kita pergi ke butik untuk berbelanja!" Kata Damian setelah menghabiskan jus nya.
"Belanja apa ke butik?" tanya Letisia bingung.
"Kau belum mempunyai koleksi baju dilemari, dan aku belum pernah membelikanmu pakaian yang mewah..kau adalah Nyonya Damian Jhonson, jadi kau harus menjadi Nyonya yang berkelas..Nyonya Jhonson harus terlihat berkilau didepan umum, ayo kita pergi!" kata Damian menarik tangan Letisia untuk bersiap-siap pergi.
Dan, tidak lama kemudian mereka telah sampai di butik pakaian terkenal dan termahal di kota mereka.
Manajer butik dengan penuh semangat mempromosikan pakaian baru yang dikeluarkan oleh butik mereka, dan semuanya edisi terbatas hasil rancangan desainer terkenal di kota mereka.
Damian sangat menyukai setiap pakaian yang dicoba istrinya tersebut, sangat cocok dipakai oleh Letisia.
__ADS_1
Istrinya terlihat bersinar dan sangat cantik, membuat Damian semakin jatuh cinta pada istrinya.
"Bungkus semua!" sahut Damian setelah Letisia mencoba pakaian-pakaian itu.
"Sayangku..itu banyak sekali, ini namanya pemborosan!" kata Letisia kurang setuju.
"Tenang saja sayang..apapun untuk Nyonya Damian Jhonson tidak perlu perhitungan, kau layak mendapatkannya..kau tidak perlu takut untuk menghabiskan uangku sayang, aku akan mencari uang lagi lebih banyak agar istriku tidak berkekurangan!" kata Damian menoel ujung hidung Letisia dengan sayang.
"Baiklah..kau Boss nya sayangku, aku tidak akan berani membantah apa yang dikatakan oleh Ceo Group Jhonson..aku akan mengikuti apa yang kau katakan!" kata Letisia tersenyum, lalu memeluk Damian.
Damian membalas pelukan Letisia, lalu dikecupnya puncak kepala istrinya itu.
"Setelah ini, mari kita pergi kencan..aku ingin membawamu jalan-jalan ke tempat yang ingin kau lihat!" kata Damian mengelus rambut panjang Letisia yang tergerai indah di punggungnya.
"Baik..mari kita pergi melihat ikan, temanku dulu sewaktu aku duduk di bangku SMP pernah mengatakan ada taman Aquarium yang cukup besar memperlihatkan begitu banyak macam spesies ikan..aku penasaran ingin melihatnya!" kata Letisia dengan penuh semangat, dia terlihat sangat gembira layaknya seperti anak perempuan seusianya.
Dia terlihat begitu manja dan ceria, tidak terlihat dewasa seperti biasanya.
Damian begitu terpana melihat sikap baru istrinya itu, terlihat seperti anak gadis yang enerjik pada umumnya.
__ADS_1
Ya, seharusnya seperti inilah kehidupan yang dijalani Letisia, bukan kehidupan keras yang membuat dia jadi terlihat sangat dewasa, tidak sesuai dengan umurnya yang masih duapuluh tiga tahun.
Bersambung....