Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 92.


__ADS_3

Setelah Letisia pergi, dalam ruang kantor Damian dua orang yang sudah lama tidak bertemu saling memandang satu sama lain.


Damian tidak percaya dengan wanita yang berdiri di depannya tersebut, membuat dia mematung tidak bergerak.


Lima tahun!


Ya! lima tahun lalu wanita tersebut meninggalkannya dengan pesan singkat, MAAF! JANGAN CARI AKU.


Dan sekarang wanita itu tiba-tiba muncul di depannya, dengan wajah dan senyuman yang sama seperti dulu.


Empat tahun dia mencari wanita itu seperti orang gila, dan akhirnya menyerah tidak mengharapkan akan bertemu kembali.


Dan sekarang dia kembali dengan wajah tidak bersalahnya, dan kelihatannya hidupnya selama ini begitu senang.


Terlihat dari pakaian dan aksesoris yang dia pakai, semuanya barang edisi terbatas.


Perlahan wanita itu berjalan mendekat padanya, dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan Damian.


Tanpa sadar tangan Damian reflek menepis tangan wanita tersebut, kendali atas dirinya menolak wanita tersebut untuk mendekat bahkan bersentuhan dengan dirinya.


Ada sesuatu yang sangat kuat didalam dirinya menolak wanita tersebut.


"Kenapa kau ada disini!" ujar Damian dengan ketus, "Siapa yang mengijinkanmu masuk kedalam kantorku?!"


"Sayang!" panggil wanita itu dengan memelas.


Damian tersenyum mencibir, dia telah dipermainkan oleh wanita itu.

__ADS_1


Mereka dulu sudah sepakat akan saling setia dan saling percaya walau apa pun yang terjadi.


Ternyata dia malah dikecewakan wanita yang telah bertunangan dengan dirinya.


Mendengar kabar kalau tunangannya yang selama ini dipercayainya, ternyata memiliki lelaki lain dibelakangnya.


Sungguh ironis!


Damian tersadar dari tadi memegang cangkir kopi, dia berjalan ke meja kerjanya.


Lalu meletakkan kopi tersebut keatas meja.


Tapi, kemudian dia tersadar ada yang kurang pada dirinya.


Damian melihat ke sekeliling kantor, dia tidak menemukan yang dirasakannya tidak ada.


Geraham Damian terlihat mengetat, dia tidak menyukai hal ini.


Hidupnya sudah bahagia, tapi sekarang berantakan lagi, ini benar-benar menjengkelkan.


"Sayang!" panggil wanita itu lagi, dan berusaha mendekat lagi pada Damian.


"Stop!" sahut Damian dengan tajam.


Wanita itu menghentikan langkahnya yang akan mendekat pada Damian, wajahnya langsung terlihat sangat sedih.


"Maafkan aku, waktu itu aku salah telah meninggalkan mu begitu saja..sebenarnya itu bukan kemauan ku, aku...!"

__ADS_1


"Cukup!!" bentak Damian dengan kencang.


Damian menggenggam tangannya dengan erat, sudut bibirnya terlihat menyunggingkan senyuman mencibir.


"Kau datang untuk menghancurkan hidupku lagi, sungguh ironis!" cibir Damian dibarengi tertawa mengejek.


"Bukan, bukan seperti itu..aku datang ingin meminta maaf padamu..dan juga ingin mengulang kembali hubungan kita, aku masih mencintaimu Damian..maafkan aku, kumohon!"


"Cinta? apa katamu..cinta? ha..ha..haa!!" Damian tertawa penuh cibiran.


Wanita itu langsung menangis mendengar Damian tertawa mengejeknya, lututnya gemetar melihat Damian tidak lagi menunjukkan rasa cinta padanya.


Dia dulu sangat yakin kalau Damian akan tetap mencintainya, walau apapun yang dilakukannya.


Dan kapanpun dia akan kembali, Damian pasti akan selalu mencintainya.


Tapi, sekarang Damian telah berubah, siapa yang telah merubah dirinya seperti ini, dia merasa tidak terima.


Dia akan buat perhitungan pada siapapun yang mencoba mengambil Damian darinya.


Wanita itu menekan dadanya, yang terasa sakit karena penolakan Damian yang tidak begitu menyukai kehadirannya.


"Aku sekarang telah hidup bahagia bersama istriku, kau datang tidak tahu dari mana..dan mencoba untuk menghancurkan kebahagiaanku dengan cinta bohongmu itu, dasar sialan!!" maki Damian kesal.


Wanita itu semakin menangis, dan perlahan merosot ke lantai merasa lutut nya lemas, ternyata Damian telah menikah.


"Aku sudah melupakanmu..dan sudah melupakan rasa cintaku padamu, aku sudah melupakan apa yang telah kau perbuat dulu padaku..jadi jangan ganggu hidupku lagi, aku sudah bahagia dengan istriku.. pergilah dari hidupku..bukankah kau sudah menikah, kenapa kau masih mencariku lagi!" kata Damian dengan nada penuh rasa muak.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2