Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 77.


__ADS_3

Letisia benar-benar terperangah, melihat kamar utama yang telah disulap menjadi kamar yang begitu mewah.


Berbeda dengan desain sebelumnya.


Ternyata pilihannya dalam memilih desain sangat tepat, ini sangat mewah dan elegan.


Semua diganti dengan yang baru.


Tempat tidur, sofa kamar, meja rias, karpet lantai, tirai jendela bahkan wallpaper dinding kamar juga telah diganti, semuanya sesuai dengan foto desain kamar yang dipilih Letisia.


" Besok malam sudah bisa tidur di kamar ini Nyonya " sahut Pemborong yang tengah merapikan letak susunan barang-barang kamar tersebut bersama anggotanya.


" Oh " hanya itu yang dijawab Letisia.


Letisia kemudian meninggalkan kamar utama, setelah melihat ternyata kamar telah selesai didekorasi ulang.


Letisia kembali ke kamar sementara Damian.


Letisia melihat Damian masih duduk disofa, dan belum selesai menghabiskan sarapannya.


Mata Letisia melirik sarapan Damian yang masih banyak, dan Damian memakannya tampak begitu kesusahan dengan tangan kirinya.


Astaga! Letisia baru tersadar, kalau tangan kanan Damian tidak boleh digunakan karena masih dalam perawatan.


Damian terlihat tidak berusaha meminta tolong pada Letisia untuk menyuapinya.

__ADS_1


Letisia jadi merasa bersalah, dia merasa dirinya jadi terlihat kejam tidak memperdulikan Damian dengan keadaannya tersebut.


Letisia menghela nafas, lalu mendekati Damian dan duduk disamping nya.


" Mari kubantu Tuan " kata Letisia meraih sarapan Damian.


Damian tersenyum senang Letisia akan menyuapinya.


" Bagaimana dengan kamar kita, apakah sudah selesai?" tanya Damian.


Letisia menyendok sup, lalu menyuapkannya pada Damian.


Damian membuka mulutnya, dan melahap sarapannya dengan cepat.


" Sedikit lagi sudah mulai selesai " kata Letisia.


Letisia dengan sabar menyuapi Damian.


" Tuan...sepertinya kita harus bicara sekarang" kata Letisia sambil terus menyuapi Damian.


" Iya...katakanlah " kata Damian.


Damian memandang Letisia, akhirnya Letisia akan menjawab apa yang telah mereka bicarakan sewaktu dirumah sakit.


" Saat kita menikah anda telah membuat surat kontrak untuk pernikahan kita, anda akan melepaskan aku pada suatu hari nanti...dan kita telah menandatangi nya berdua, apakah anda lupa Tuan?" tanya Letisia.

__ADS_1


Damian berhenti mengunyah sarapannya, dia lupa dengan surat kontrak yang telah dia buat.


" Dan surat itu anda simpan dengan rapi, dan kalau aku tidak mematuhi apa yang anda tulis di surat kontrak tersebut....anda akan membuat perhitungan padaku "


Wajah Damian langsung berubah mendengar apa yang dikatakan Letisia.


" Aku akan mengoyak surat itu...maafkan aku sayang, waktu itu aku terlalu egois dan mataku buta tidak dapat melihat dengan jelas kalau kau adalah istri yang istimewa....aku telah melakukan kesalahan yang tidak beralasan " kata Damian dengan pandangan menyesal.


Letisia jadi terdiam mendengar perkataan Damian, tangannya yang akan menyuap Damian berhenti menyendok sup tersebut.


" Sayang...dengar, aku waktu itu terlalu emosi karena ditipu oleh Ayah angkatmu...aku kesal sekali, hutangnya begitu banyak tapi tidak sanggup membayarnya...aku jadi melampiaskan amarahku padamu...maafkan aku " kata Damian, lalu memegang tangan Letisia.


Letisia sebenarnya juga tidak tahu seberapa banyak hutang orang tua angkatnya pada Damian.


Dia ingat waktu itu Damian sangat marah pada Ayah angkatnya, bahkan membanting meja dengan keras mendengar apa yang dikatakan Ayah angkatnya, bahwa dia akan memberikan Letisia sebagai pelunas hutangnya.


Damian marah tidak terima dengan penawaran yang diberikan oleh Ayah angkat Letisia, dan karena tempramen nya yang arogan, Damian dengan kasar melemparkan barang yang ada didekatnya melampiaskan emosinya.


Letisia tidak tahu kalau Damian paling benci membahas soal pernikahan, dan Letisia juga tidak tahu kenapa Damian tidak ingin menikah.


Dan Letisia ingat saat itu mendengar asisten Damian, menyerahkan ponselnya untuk dijawab Damian, karena Ibu Damian ingin bicara pada Damian.


Dan Letisia ingat, Ibu Damian menelepon Damian untuk menerimanya dinikahi Damian.


Dan Damian sontak membantah apa yang dikatakan Ibunya, dia tidak mau menikah.

__ADS_1


Tapi begitu Damian melihat dirinya, entah kenapa Damian jadi setuju dengan yang ditawarkan oleh Ayah angkatnya untuk menikah dengannya.


Bersambung.....


__ADS_2