
Damian melayangkan kembali tinjunya ke wajah pria yang dia duga merayu istrinya.
Leticia kembali membeku ditempatnya melihat adegan yang membuat dia ketakutan.
Jenson yang datang tergesa-gesa mengejar Bosnya tersebut, dengan cepat menarik Damian.
"Tuan! tahan! jangan pukul lagi, sabar Tuan!" ujar Jenson menahan Damian yang berupaya untuk meninju wajah pria itu lagi.
"Brengsek! kau mencoba mau membawa lari istriku ya!" teriak Damian emosi.
Damian memandang wajah lelaki tersebut dengan lekat, dia merasa familiar dengan wajah lelaki itu.
Mata Damian melebar tidak percaya, ternyata lelaki tersebut adalah pria yang pernah membawa Leticia pulang dari pesta rekan bisnisnya.
Dan juga teman adiknya Donald yang pernah dibawa Donal ke rumah Ibu mereka.
"Kau..ternyata kau!" teriak Damian.
Damian berontak dari pegangan tangan Jenson, setelah tahu siapa lelaki yang mau membawa Leticia, emosi Damian naik lebih tinggi lagi.
"Kau! ternyata ada niat terselubung dengan istriku ya! selama ini kau ternyata sudah ada niat ingin membawa istriku pergi! kau sialan, brengsek!!" teriak Damian dengan penuh emosi.
Banyak orang-orang yang lewat dan keluar-masuk kedalam restoran, jadi berhenti untuk melihat kejadian tersebut.
Leticia yang berdiri diam karena ketakutan, merasa kalau dia harus mencoba untuk menghentikan perkelahian itu.
Damian sudah salah paham pada Jerry.
__ADS_1
"Tuan...hentikann!!" teriak Leticia sekuat tenaga, suaranya bergetar karena ketakutan.
Mendengar Leticia berteriak, Damian pun menghentikan niatnya untuk kembali menghajar Jerry.
Damian menoleh pada Leticia yang terlihat gemetar ketakutan melihat kearahnya, pandangan mata Leticia begitu takut.
Damian melepaskan cengkraman tangan Jenson yang menahan tubuhnya.
Damian bergegas menghampiri Leticia, dan membawa Leticia kedalam pelukannya.
"Maafkan aku, sudah membuatmu takut, Ayo kita pulang!" ucap Damian lembut seraya mengusap kepala Leticia untuk menenangkan rasa takut Leticia.
Damian tidak peduli lagi dengan pandangan mata orang melihat kearah mereka, Damian mengangkat Leticia kedalam bopongan nya.
"Ayo Jenson! biarkan dia!" sahut Damian.
Jenson dengan sigap membuka pintu mobil belakang untuk Damian dan Leticia.
Masih dengan membopong Leticia, Damian perlahan masuk kedalam mobil.
Sedikitpun Damian tidak ada niat untuk menurunkan Leticia, walaupun tangannya masih sakit.
Damian takut Leticia akan pergi lagi, dan meninggalkannya.
Damian mendekap Leticia dalam pangkuannya, tangannya mengelus punggung Leticia untuk menenangkan rasa takut dan gemetar Leticia.
Leticia yang tadi begitu sangat ketakutan akhirnya mulai tenang.
__ADS_1
"Sayang...maafkan aku" gumam Damian lembut, "Aku tidak bermaksud membuatmu takut"
Damian memeluk tubuh Leticia dengan erat, wajahnya dia benamkan kebalik leher Leticia.
"Aku begitu ketakutan tidak melihatmu sewaktu aku bangun, dan saat Jenson mengatakan kalau kau juga belum pulang ke rumah, aku pun langsung panik!" kata Damian dengan suara yang tercekat.
Leticia diam saja mendengarkan Damian bicara, membiarkan Damian memeluknya.
Tidak tahu entah kenapa akhir-akhir ini semenjak Damian menyelamatkannya dari tabrakan mobil waktu itu, Leticia membiarkan saja Damian memeluk tubuhnya.
Dan Leticia merasa tidak terganggu sedikitpun dengan tindakan Damian yang sesuka hatinya untuk memeluknya.
Padahal selama ini Leticia sudah berjanji dalam hati, tidak akan membiarkan Damian menyentuh tubuhnya.
Damian melepaskan pelukannya, lalu menatap mata Leticia.
Perlahan tangan Damian menyentuh pipi Leticia, dan kemudian perlahan telapak tangannya yang besar menangkup pipi Leticia.
Leticia diam saja merasakan tangan Damian memegang pipinya, jempol tangan Damian dengan perlahan membelai pipi Leticia yang terasa begitu lembut.
"Jangan tinggalkan aku, saat Jenson mengatakan kalau kau belum pulang ke rumah, aku jadi seperti orang gila, aku tidak ingin kau pergi meninggalkanku, sayang...Leticia aku mencintaimu!" kata Damian dengan suara tercekat, dadanya berdebar, akhirnya dapat mengucapkan kata-kata yang tanpa dia sadari keluar dari bibirnya.
Damian merasa begitu sangat bahagia setelah mengucapkan kata terakhir dari kata-katanya barusan.
Tanpa disadarinya sebenarnya dia sudah mencintai Leticia, dan tidak tahu dari semenjak kapan dia telah jatuh cinta pada istri kecilnya tersebut.
Bersambung.....
__ADS_1